Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pembelajaran Lintas Budaya Jepang - Indonesia Melalui Penciptaan Tari Yosakoi Indonesia

View through CrossRef
Program pengabdian masyarakat dengan tema Pembelajaran Lintas Budaya Jepang - Indonesia Melalui Penciptaan Tari Yosakoi Indonesia didasari oleh berbagai pemikiran. Secara teoritis, pembelajaran lintas budaya membantu memahami pengalaman kelompok etnis dan budaya dari perspektif sejarah, mendukung partisipasi sosial, serta mengembangkan keterampilan kewarganegaraan. Keberhasilan program ini memerlukan dukungan dari semua pihak, terutama dalam pengenalan bahasa dan budaya Indonesia. Melalui pembelajaran lintas budaya, kesamaan budaya dapat ditemukan, yang memunculkan ketertarikan dan kedekatan antarnegara, sehingga terjadi akulturasi budaya dan penguatan pemahaman antar bangsa. Keberagaman budaya Indonesia, seperti dalam tarian Yosakoi, menunjukkan kemiripan ritmis dengan tarian tradisional Indonesia seperti Remo. Dengan menggabungkan Yosakoi dengan tari daerah seperti Saman, Jaipong, Kecak, dan Remo, dapat tercipta Yosakoi Indonesia. Selain itu, belajar bahasa sebaiknya juga melibatkan pembelajaran budayanya. Penciptaan Yosakoi Indonesia diharapkan menarik minat bangsa Jepang untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia serta meningkatkan pemahaman lintas budaya.   ABSTRACT This community service proposal with the theme of Cross-Cultural Learning between Japan and Indonesia through the Creation of Yosakoi Dance Indonesia is based on various considerations. The theoretical function of cross-cultural learning aids in understanding the experiences of ethnic and cultural groups from a historical perspective, promoting social participation, and developing citizenship skills. The success of such programs requires support from all parties, especially in areas related to the introduction of Indonesian language and culture. Through cross-cultural learning, cultural similarities can be identified, fostering interest and closeness between the two countries, resulting in cultural acculturation and stronger mutual understanding. Indonesian cultural diversity, seen in its dances like Yosakoi, reflects rhythmic similarities with Indonesian traditional dances such as Remo. By blending Yosakoi with regional dances like Saman, Jaipong, Kecak, and Remo, an Indonesian version of Yosakoi can be created. Moreover, learning a language ideally includes learning its culture. The creation of Yosakoi Indonesia is expected to attract Japanese interest in learning the Indonesian language and culture while enhancing cross-cultural understanding.
Title: Pembelajaran Lintas Budaya Jepang - Indonesia Melalui Penciptaan Tari Yosakoi Indonesia
Description:
Program pengabdian masyarakat dengan tema Pembelajaran Lintas Budaya Jepang - Indonesia Melalui Penciptaan Tari Yosakoi Indonesia didasari oleh berbagai pemikiran.
Secara teoritis, pembelajaran lintas budaya membantu memahami pengalaman kelompok etnis dan budaya dari perspektif sejarah, mendukung partisipasi sosial, serta mengembangkan keterampilan kewarganegaraan.
Keberhasilan program ini memerlukan dukungan dari semua pihak, terutama dalam pengenalan bahasa dan budaya Indonesia.
Melalui pembelajaran lintas budaya, kesamaan budaya dapat ditemukan, yang memunculkan ketertarikan dan kedekatan antarnegara, sehingga terjadi akulturasi budaya dan penguatan pemahaman antar bangsa.
Keberagaman budaya Indonesia, seperti dalam tarian Yosakoi, menunjukkan kemiripan ritmis dengan tarian tradisional Indonesia seperti Remo.
Dengan menggabungkan Yosakoi dengan tari daerah seperti Saman, Jaipong, Kecak, dan Remo, dapat tercipta Yosakoi Indonesia.
Selain itu, belajar bahasa sebaiknya juga melibatkan pembelajaran budayanya.
Penciptaan Yosakoi Indonesia diharapkan menarik minat bangsa Jepang untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia serta meningkatkan pemahaman lintas budaya.
  ABSTRACT This community service proposal with the theme of Cross-Cultural Learning between Japan and Indonesia through the Creation of Yosakoi Dance Indonesia is based on various considerations.
The theoretical function of cross-cultural learning aids in understanding the experiences of ethnic and cultural groups from a historical perspective, promoting social participation, and developing citizenship skills.
The success of such programs requires support from all parties, especially in areas related to the introduction of Indonesian language and culture.
Through cross-cultural learning, cultural similarities can be identified, fostering interest and closeness between the two countries, resulting in cultural acculturation and stronger mutual understanding.
Indonesian cultural diversity, seen in its dances like Yosakoi, reflects rhythmic similarities with Indonesian traditional dances such as Remo.
By blending Yosakoi with regional dances like Saman, Jaipong, Kecak, and Remo, an Indonesian version of Yosakoi can be created.
Moreover, learning a language ideally includes learning its culture.
The creation of Yosakoi Indonesia is expected to attract Japanese interest in learning the Indonesian language and culture while enhancing cross-cultural understanding.

Related Results

Struktur dan Makna Tarian Yosakoi
Struktur dan Makna Tarian Yosakoi
The purpose of this study was to determine the structure and meaning of movements contained in the yosakoi dance. The yosakoi dance is a traditional dance that was first introduced...
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
Proses Inovasi Gerak Tari Jaipongan yang terjadi dikalangan generasi muda lebih digemari dari pada bentuk tari Jaipongan bentuk ketuk tilu. Hal menjadi permasalahan penting bagi pa...
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
Jepang merupakan sebuah negara yang terletak di Asia bagian Timur. Negara ini merupakan salah satu negara maju yang memiliki banyak sekali inovasi dalam teknologi maupun budaya. Je...
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
Terbentuknya sebuah karya tari tidak terlepas pada konsep-konsep yang melatarbelakanginya. Konsep garapan tari tidak serta merta hadir dan dapat terwujud dengan mudah. Ada banyak p...
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu...
REFLEKSI PENCIPTAAN TEATRIKAL TARI GOOD ANRONG
REFLEKSI PENCIPTAAN TEATRIKAL TARI GOOD ANRONG
REFLEKSI PENCIPTAAN TEATRIKAL TARI GOOD ANRONG (Muhammad Ibnu Sholihin,2022) Skripsi Program Studi S-1 Jurusan Seni Tari Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakart...
Tari Ngibing Ngalegong: Sebuah Ungkapan Rasa Suka Cita, Tulus, dan Ikhlas
Tari Ngibing Ngalegong: Sebuah Ungkapan Rasa Suka Cita, Tulus, dan Ikhlas
Abstrak Karya tari yang berjudul Ngibing Ngalegong terinspirasi dari salah satu bagian dari legong yang berasal dari Desa Bongan Tabanan. Tari Ngibing Ngalegong merupakan sebuah k...
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
Abstrak: Karya tari yang berjudul “ Tari Sambut Kapo Ilim” merupakan karya yang terinsprirasi dari Tari Setabik yang berasal dari Musi Banyuasin. Terbentuknya sebuah karya tari ini...

Back to Top