Javascript must be enabled to continue!
Analisis Strategi Pemasaran Produk Pembiayaan OTTO Di PT Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Ahmad Yani Bandung Berdasarkan Konsep 9P
View through CrossRef
Abstract. Increasingly intense competition in the Islamic banking sector requires financial institutions to implement effective marketing strategies to maintain and expand their market share. PT Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Ahmad Yani Bandung has experienced a decline in customer interest toward its OTTO financing product, necessitating a comprehensive evaluation of its marketing strategy. This study aims to analyze the marketing strategy of the OTTO financing product using the 9P marketing mix framework: Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence, Productivity and Quality,and Partnership. The research method integrates SWOT analysis to assess the product’s position within market opportunities and challenges. The results indicate that the application of the 9P marketing mix places the OTTO financing product in quadrant IV of the SWOT analysis—signifying potential for rapid growth. Strategic recommendations include product innovation tailored to customer needs; price transparency and adjustment according to targeted market segments; as well as development of new Islamic finance variants. Additionally,increasing distribution efficiency and supply chain management are essential for meeting market demand optimally. By implementing these strategies,it is expected that the performance of OTTO financing will improve significantly,strongly reinforcing BSI KC Ahmad Yani Bandung’s position amid competition in Islamic banking.
Abstrak. Persaingan yang semakin ketat di sektor perbankan syariah menuntut lembaga keuangan untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif guna mempertahankan sekaligus meningkatkan pangsa pasar. PT Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Ahmad Yani Bandung menghadapi penurunan minat nasabah terhadap produk pembiayaan OTTO, sehingga perlu dilakukan evaluasi strategi pemasaran secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran produk pembiayaan OTTO dengan menggunakan kerangka bauran pemasaran 9P, yaitu Produk, Harga, Tempat, Promosi, Orang, Proses, Bukti Fisik, Produktivitas dan Kualitas, serta Kemitraan. Metode penelitian menggabungkan analisis SWOT untuk menentukan posisi produk dalam konteks peluang dan tantangan pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bauran pemasaran 9P pada produk pembiayaan OTTO berada pada kuadran IV analisis SWOT yang mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan cepat. Rekomendasi strategis meliputi inovasi produk sesuai kebutuhan nasabah, transparansi harga serta penyesuaian harga berdasarkan segmen pasar yang ditargetkan, serta pengembangan varian produk syariah baru. Selain itu, peningkatan efisiensi distribusi dan manajemen rantai pasokan menjadi kunci untuk memenuhi permintaan pasar secara optimal. Dengan implementasi strategi tersebut diharapkan kinerja pembiayaan OTTO dapat meningkat secara signifikan sehingga mampu memperkuat posisi BSI KC Ahmad Yani Bandung di tengah persaingan perbankan syariah.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Analisis Strategi Pemasaran Produk Pembiayaan OTTO Di PT Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Ahmad Yani Bandung Berdasarkan Konsep 9P
Description:
Abstract.
Increasingly intense competition in the Islamic banking sector requires financial institutions to implement effective marketing strategies to maintain and expand their market share.
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Ahmad Yani Bandung has experienced a decline in customer interest toward its OTTO financing product, necessitating a comprehensive evaluation of its marketing strategy.
This study aims to analyze the marketing strategy of the OTTO financing product using the 9P marketing mix framework: Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence, Productivity and Quality,and Partnership.
The research method integrates SWOT analysis to assess the product’s position within market opportunities and challenges.
The results indicate that the application of the 9P marketing mix places the OTTO financing product in quadrant IV of the SWOT analysis—signifying potential for rapid growth.
Strategic recommendations include product innovation tailored to customer needs; price transparency and adjustment according to targeted market segments; as well as development of new Islamic finance variants.
Additionally,increasing distribution efficiency and supply chain management are essential for meeting market demand optimally.
By implementing these strategies,it is expected that the performance of OTTO financing will improve significantly,strongly reinforcing BSI KC Ahmad Yani Bandung’s position amid competition in Islamic banking.
Abstrak.
Persaingan yang semakin ketat di sektor perbankan syariah menuntut lembaga keuangan untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif guna mempertahankan sekaligus meningkatkan pangsa pasar.
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Ahmad Yani Bandung menghadapi penurunan minat nasabah terhadap produk pembiayaan OTTO, sehingga perlu dilakukan evaluasi strategi pemasaran secara komprehensif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran produk pembiayaan OTTO dengan menggunakan kerangka bauran pemasaran 9P, yaitu Produk, Harga, Tempat, Promosi, Orang, Proses, Bukti Fisik, Produktivitas dan Kualitas, serta Kemitraan.
Metode penelitian menggabungkan analisis SWOT untuk menentukan posisi produk dalam konteks peluang dan tantangan pasar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bauran pemasaran 9P pada produk pembiayaan OTTO berada pada kuadran IV analisis SWOT yang mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan cepat.
Rekomendasi strategis meliputi inovasi produk sesuai kebutuhan nasabah, transparansi harga serta penyesuaian harga berdasarkan segmen pasar yang ditargetkan, serta pengembangan varian produk syariah baru.
Selain itu, peningkatan efisiensi distribusi dan manajemen rantai pasokan menjadi kunci untuk memenuhi permintaan pasar secara optimal.
Dengan implementasi strategi tersebut diharapkan kinerja pembiayaan OTTO dapat meningkat secara signifikan sehingga mampu memperkuat posisi BSI KC Ahmad Yani Bandung di tengah persaingan perbankan syariah.
Related Results
Strategi Penanganan Pembiayaan Bermasalah Pada Produk Bank Syariah
Strategi Penanganan Pembiayaan Bermasalah Pada Produk Bank Syariah
This study discusses the strategy for handling problematic financing at Islamic banks, based on field reviews, many problems occur to consumers in terms of financing, especially ce...
The Business Cycle as a Moderator of Financing for Financing Risk of Islamic Commercial Banks in Indonesia
The Business Cycle as a Moderator of Financing for Financing Risk of Islamic Commercial Banks in Indonesia
ABSTRACT
Islamic banking is undoubtedly faced with several potential financing risks, with the three largest financing contracts (Mudharaba, Musharaka, and Murabaha) that reduce th...
KETERTARIKAN PENGUSAHA MUSLIM PAMELLA SUNARDI PEMILIK PAMELLA SUPERMARKET YOGYAKARTA MENGGUNAKAN PRODUK PEMBIAYAAN DI BANK SYARIAH
KETERTARIKAN PENGUSAHA MUSLIM PAMELLA SUNARDI PEMILIK PAMELLA SUPERMARKET YOGYAKARTA MENGGUNAKAN PRODUK PEMBIAYAAN DI BANK SYARIAH
AbstractIslamic banking now has a legal strength by the presence of law number 21 of 2008 which is very influential for the existence of Islamic banking. Currently the market share...
Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
ABSTRACT
Islamic banking in Indonesia and Malaysia experienced differences in asset growth and market share, potentially causing dissimilarity in profitability performance. This st...
Nilai Piutang dan Pembiayaan Tiga Bank Syariah di Indonesia Sebelum dan Sesudah Merger
Nilai Piutang dan Pembiayaan Tiga Bank Syariah di Indonesia Sebelum dan Sesudah Merger
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak merger pada nilai piutang murabahah, piutang istishna’, pembiayaan mudharabah, serta pembiayaan musyarakah pada masing-masing bank ...
STATUS HUKUM NASABAH BNI SYARIAH SETELAH MERGER MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA
STATUS HUKUM NASABAH BNI SYARIAH SETELAH MERGER MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang bagaimana status hukum nasabah BNI Syariah Makassar setelah merger menjadi Bank Syariah Indonesia. Kelahiran Bank Syariah Indonesia, pengga...
Pengaruh Citra Perusahaan terhadap Kepercayaan Nasabah pada PT Bank Syariah Indonesia KCP Cilegon Ahmad Yani
Pengaruh Citra Perusahaan terhadap Kepercayaan Nasabah pada PT Bank Syariah Indonesia KCP Cilegon Ahmad Yani
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh personality, reputation, value dan corporate identity terhadap kepercayaan pada PT Bank Syariah Indonesia KCP Cilegon ...
Implementasi Akad Musyarakah Mutanaqisah pada Produk Pembiayaan BSI Griya
Implementasi Akad Musyarakah Mutanaqisah pada Produk Pembiayaan BSI Griya
Abstract. Home is a basic need for all humans, because home is a place for humans to rest after a long day's activities. However, not everyone can afford to own a house, especially...

