Javascript must be enabled to continue!
MENDIALOGKAN TEOLOGI PEMBEBASAN GUSTAVO GUTIERREZ DAN RAJA YEROBEAM DALAM 1 RAJA-RAJA 12:1-24
View through CrossRef
Tulisan ini (1) bertujuan menggali konflik pecahnya kerajaan Israel raya dalam 1 Raja-raja 12:1-24 baik secara spiritual antara Allah dan umat maupun terutama secara sosiologis antara sesama umat. (2) Dari penulusuran ini, kemudian akan didialogkan dengan perspektif pembebasan dari Gustavo Gutierrez. Melihat bahwa teologi pembebasan Gutierrez mirip dengan apa yang diperjuangkan Yerobeam dalam Kitab 1 Raja-raja 12:1-24, meleburkan kedua tokoh pembebasan ini menjadi hal yang menarik. Dengan menggunakan pendekatan kritik historis asumsinya dapat melihat konflik ini secara mendalam dan sosiologis. Hasilnya, teologi pembebasan memberikan suatu perspektif kesetaraan dan emansipatoris terutama pada persoalan pajak dan kerja paksa yang diperjuangkan Yerobeam sehingga ia bersama suku di Utara harus mengambil jalan berpisah demi membebaskan diri dari ketidakadilan. Sementara itu Gutierrez di Amerika Latin khususnya dalam pengalaman ketertindasan masyarakat memberikan kritik kepada gereja untuk berani berteologi dalam krisis ketidakadilan tersebut. Teologi Yerobeam bersama Gutierrez pada akhirnya sama-sama menekankan pada pentingnya keterlibatan gereja maupun para teolog dalam melihat isu-isu sosial seperti ketidakdilan baik secara praktis maupun politis.
Title: MENDIALOGKAN TEOLOGI PEMBEBASAN GUSTAVO GUTIERREZ DAN RAJA YEROBEAM DALAM 1 RAJA-RAJA 12:1-24
Description:
Tulisan ini (1) bertujuan menggali konflik pecahnya kerajaan Israel raya dalam 1 Raja-raja 12:1-24 baik secara spiritual antara Allah dan umat maupun terutama secara sosiologis antara sesama umat.
(2) Dari penulusuran ini, kemudian akan didialogkan dengan perspektif pembebasan dari Gustavo Gutierrez.
Melihat bahwa teologi pembebasan Gutierrez mirip dengan apa yang diperjuangkan Yerobeam dalam Kitab 1 Raja-raja 12:1-24, meleburkan kedua tokoh pembebasan ini menjadi hal yang menarik.
Dengan menggunakan pendekatan kritik historis asumsinya dapat melihat konflik ini secara mendalam dan sosiologis.
Hasilnya, teologi pembebasan memberikan suatu perspektif kesetaraan dan emansipatoris terutama pada persoalan pajak dan kerja paksa yang diperjuangkan Yerobeam sehingga ia bersama suku di Utara harus mengambil jalan berpisah demi membebaskan diri dari ketidakadilan.
Sementara itu Gutierrez di Amerika Latin khususnya dalam pengalaman ketertindasan masyarakat memberikan kritik kepada gereja untuk berani berteologi dalam krisis ketidakadilan tersebut.
Teologi Yerobeam bersama Gutierrez pada akhirnya sama-sama menekankan pada pentingnya keterlibatan gereja maupun para teolog dalam melihat isu-isu sosial seperti ketidakdilan baik secara praktis maupun politis.
Related Results
LANDASAN ALKITAB DAN TEOLOGIS KONSEP PELAYANAN HOLISTIK
LANDASAN ALKITAB DAN TEOLOGIS KONSEP PELAYANAN HOLISTIK
Tuhan Yesus menyatakan misi-Nya sebagai “misi pembebasan” (Lukas 4:18-19). Misi pembebasan ini menyangkut pembebasan ekonomi, pembebasan politik, pembebasan dari penyakit, pembebas...
Inkulturasi dalam Ibadah Suatu Tinjauan Pastoral Teologis
Inkulturasi dalam Ibadah Suatu Tinjauan Pastoral Teologis
Dalam kenyataan hidup orang kristen pada umumnya dan katolik pada khususnya terdapat aneka bentuk pelayanan. Pelayanan yang lebih dikenal dengan istilah: pastoral (Indonesia) dari ...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Evaluasi Kristis Pandangan Teologi Kemakmuran Tentang Pemahaman Makna Penderitaan
Evaluasi Kristis Pandangan Teologi Kemakmuran Tentang Pemahaman Makna Penderitaan
Teologi kemakmuran merupakan salah satu gerakan yang muncul dan menjadi satu fenomena tersendiri yang sangat mempengaruhi kehidupan keKristenan sejak abad ke-20. Bagi teologi kema...
Book Review: Teologi Multikultural
Book Review: Teologi Multikultural
Istilah teologi multikultural memang sudah terlanjur digunakan dalam pengertian teologi yang didisain atau diramu (dikominasi) dari semua unsur nilai yang ada dalam setiap agama da...
Kode Hermeneutik, Kode Proaretik, dan Kode Budaya dalam Transliterasi Manuskrip Kisah Raja-Raja Jambi
Kode Hermeneutik, Kode Proaretik, dan Kode Budaya dalam Transliterasi Manuskrip Kisah Raja-Raja Jambi
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tiga kode yaitu kode hermeneutik, kode proaretik, dan kode budaya dalam transliterasi manuskrip Kisah Raja-Raja Jambi. Metode...
TEOLOGI MISTIK PAULUS: Teologi Cinta, Berdasar II Korintus 12:1-10
TEOLOGI MISTIK PAULUS: Teologi Cinta, Berdasar II Korintus 12:1-10
Teologi mistik, yang memfokuskan diri pada penyatuan diri antara manusia dengan Allah, seringkali dipandang sebagai teologi yang tidak menyentuh masalah-masalah kehidupan secara ko...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...

