Javascript must be enabled to continue!
Aplikasi Chewing Gum Dalam Meningkatkan Bising Usus Post-Laparatomi: Studi Kasus
View through CrossRef
Pasien yang menjalani general anestesi sering kali mengalami penurunan gerak peristaltik usus, sehingga dapat menghentikan peristaltik usus sementara. Salah satu masalah yang umum terjadi setelah pembedahan mayor dengan general anestesi adalah Post-Operative Ileus (POI), yaitu kondisi hilangnya aktivitas daya dorong saluran cerna untuk sementara waktu yang ditandai dengan tidak terdengarnya bisng usus, rasa tidak nyaman, serta distensi abdomen. Salah satu intervensi non-farmakologi yang dapat digunakan adalah terapi chewing gum, terapi ini pada periode post-operatif dapat mempercepat pemulihan motilitas gastrointestinal dan mencegah ileus post operasi. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan terapi chewing gum yang dikombinasi dengan mobilisasi dini guna meningkatkan timbulnya bising usus post-laparatomi. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi ini adalah tiga orang pasien post-laparatomi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebelum pengambilan data, setiap subjek telah memberikan persetujuan dengan informed consent. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa intervensi keperawatan terapi kombinasi chewing gum dan mobilisasi dini sangat efektif dalam mempercepat kembalinya bising usus pasien post-laparatomi dengan waktu pulih bising usus 90-120 menit setelah pemberian intervensi. Kombinasi intervensi ini dapat menjadi pilihan intervensi mandiri bagi perawat karena aman, mudah diaplikasikan, serta efektif untuk mencegah risiko komplikasi post-operative ileus, dan memperpendek lama rawat inap di rumah sakit.
Title: Aplikasi Chewing Gum Dalam Meningkatkan Bising Usus Post-Laparatomi: Studi Kasus
Description:
Pasien yang menjalani general anestesi sering kali mengalami penurunan gerak peristaltik usus, sehingga dapat menghentikan peristaltik usus sementara.
Salah satu masalah yang umum terjadi setelah pembedahan mayor dengan general anestesi adalah Post-Operative Ileus (POI), yaitu kondisi hilangnya aktivitas daya dorong saluran cerna untuk sementara waktu yang ditandai dengan tidak terdengarnya bisng usus, rasa tidak nyaman, serta distensi abdomen.
Salah satu intervensi non-farmakologi yang dapat digunakan adalah terapi chewing gum, terapi ini pada periode post-operatif dapat mempercepat pemulihan motilitas gastrointestinal dan mencegah ileus post operasi.
Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan terapi chewing gum yang dikombinasi dengan mobilisasi dini guna meningkatkan timbulnya bising usus post-laparatomi.
Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan.
Subjek studi ini adalah tiga orang pasien post-laparatomi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi.
Sebelum pengambilan data, setiap subjek telah memberikan persetujuan dengan informed consent.
Hasil studi kasus menunjukkan bahwa intervensi keperawatan terapi kombinasi chewing gum dan mobilisasi dini sangat efektif dalam mempercepat kembalinya bising usus pasien post-laparatomi dengan waktu pulih bising usus 90-120 menit setelah pemberian intervensi.
Kombinasi intervensi ini dapat menjadi pilihan intervensi mandiri bagi perawat karena aman, mudah diaplikasikan, serta efektif untuk mencegah risiko komplikasi post-operative ileus, dan memperpendek lama rawat inap di rumah sakit.
Related Results
Review on Medicated Chewing Gum of Diasulfiram
Review on Medicated Chewing Gum of Diasulfiram
Since ancient times, chewing gum has been used to refresh breath and clean the mouth. In 1869, the first chewing gum patent was submitted, and in 1928, the first medicated chewing ...
DESAIN MOTIF TEKSTIL DENGAN INSPIRASI SULAM USUS
DESAIN MOTIF TEKSTIL DENGAN INSPIRASI SULAM USUS
Seiring berkembangnya jaman, kain tradisional Indonesia mulai banyak dikembangkan dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat dikenakan masyarakat luas. Salah satu teknik kai...
Effects of regular and mastic chewing gum on alertness, mood, heart rate and EEG activity in adolescents: a pilot study
Effects of regular and mastic chewing gum on alertness, mood, heart rate and EEG activity in adolescents: a pilot study
Chewing gum has been associated with changes in alertness, mood, and cognitive performance. Natural mastic gum (Pistacia lentiscus resin) differs from commercial chewing gum in com...
EFEK PERMEN KARET, MADU, DAN MOBILISASI DINI TERHADAP PEMULIHAN PERISTALTIK USUS DAN WAKTU FLATUS PADA PASIEN POST SEKSIO SESAREA
EFEK PERMEN KARET, MADU, DAN MOBILISASI DINI TERHADAP PEMULIHAN PERISTALTIK USUS DAN WAKTU FLATUS PADA PASIEN POST SEKSIO SESAREA
Seksio sesarea menjadi salah satu operasi besar pada abdomen yang berhubungan langsung dengan perubahan post operatif dalam sistem saraf otonom yang menyebabkan penurunan pergeraka...
Chewing gum, stress and health
Chewing gum, stress and health
AbstractHollingworth described chewing gum as ‘a technique of relaxation’. Recent research has examined this issue and there is evidence that chewing gum can prevent the adverse ef...
Peningkatan Kemandirian Siswa dalam Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat untuk Mencegah dan Mengurangi Protozoa Usus pada Anak SDN Ngingas
Peningkatan Kemandirian Siswa dalam Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat untuk Mencegah dan Mengurangi Protozoa Usus pada Anak SDN Ngingas
Infeksi protozoa usus masih menjadi salah satu permasalahan di dunia, terutama di negara-negara berkembang dan beriklim tropis. Angka insidensi kasus protozoa usus di Indonesia men...
KINERJA CT DALAM MENDETEKSI TRAUMA USUS BESAR
KINERJA CT DALAM MENDETEKSI TRAUMA USUS BESAR
Relevansi dan reliabilitas gambaran CT pada trauma usus besar, sangat menentukan kemampuan CT dalam mendeteksi trauma usus dan mencari pengaruh tingkat pendidikan ahli radiologi te...

