Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Studi Literatur: Hubungan Lama Kerja dengan Gangguan Pendengaran Akibat Bising pada Karyawan Bandara

View through CrossRef
Abstract. Noise induced hearing loss (NIHL) is the most common occupational disease worldwide. Length of service is a risk factor that can affect the severity of hearing loss. Airports are places that generate noise that exceeds the threshold and can cause noise-induced hearing loss in workers who are exposed to noise for a long time. This study aims to determine the relationship between work duration and noise-induced hearing loss in airport employees. This research uses a type of research in the form of a literature study by collecting various references consisting of previous research which will draw a conclusion. The results of this previous study will be used to conclude the relationship between length of work and noise-induced hearing loss in airport employees. The results of previous studies show that most respondents have a length of work > 5 years (92.7%). The results of previous studies also showed no relationship between length of work and noise-induced hearing loss in airport employees. Factors that influence the meaninglessness of the relationship are because there are other factors that are not studied, such as the use of ear protective equipment (APT) and the duration of worker exposure. Abstrak. Noise Induced Hearing Loss (NIHL) atau gangguan akibat bising merupakan penyakit akibat kerja paling umum di seluruh dunia. Lama kerja menjadi faktor risiko yang dapat mempengaruhi tingkat keparahan dari gangguan pendengaran. Bandar udara merupakan tempat yang menimbulkan suara bising melebihi ambang batas dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran akibat bising pada pekerja yang lama terpapar bising. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama kerja dengan gangguan pendengaran akibat bising karyawan bandara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian berupa studi literatur dengan cara mengumpulkan berbagai referensi yang terdiri atas penelitian terdahulu yang nantinya akan menarik sebuah kesimpulan. Hasil penelitian terdahulu ini nantinya digunakan untuk menyimpulkan hubungan lama kerja dengan gangguan pendengaran akibat bising pada karyawan bandara. Hasil penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa sebagian besar responden memiliki lama kerja >5 tahun (92,7%). Hasil penelitian sebelumnya juga menunjukkan tidak adanya hubungan antara lama kerja dengan gangguan pendengaran akibat bising pada karyawan bandara. Faktor yang mempengaruhi terjadinya ketidakbermaknaan hubungan adalah karena ada faktor-faktor lain yang tidak diteliti, seperti penggunaan alat pelindung telinga (APT) dan durasi paparan pekerja.
Title: Studi Literatur: Hubungan Lama Kerja dengan Gangguan Pendengaran Akibat Bising pada Karyawan Bandara
Description:
Abstract.
Noise induced hearing loss (NIHL) is the most common occupational disease worldwide.
Length of service is a risk factor that can affect the severity of hearing loss.
Airports are places that generate noise that exceeds the threshold and can cause noise-induced hearing loss in workers who are exposed to noise for a long time.
This study aims to determine the relationship between work duration and noise-induced hearing loss in airport employees.
This research uses a type of research in the form of a literature study by collecting various references consisting of previous research which will draw a conclusion.
The results of this previous study will be used to conclude the relationship between length of work and noise-induced hearing loss in airport employees.
The results of previous studies show that most respondents have a length of work > 5 years (92.
7%).
The results of previous studies also showed no relationship between length of work and noise-induced hearing loss in airport employees.
Factors that influence the meaninglessness of the relationship are because there are other factors that are not studied, such as the use of ear protective equipment (APT) and the duration of worker exposure.
Abstrak.
Noise Induced Hearing Loss (NIHL) atau gangguan akibat bising merupakan penyakit akibat kerja paling umum di seluruh dunia.
Lama kerja menjadi faktor risiko yang dapat mempengaruhi tingkat keparahan dari gangguan pendengaran.
Bandar udara merupakan tempat yang menimbulkan suara bising melebihi ambang batas dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran akibat bising pada pekerja yang lama terpapar bising.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama kerja dengan gangguan pendengaran akibat bising karyawan bandara.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian berupa studi literatur dengan cara mengumpulkan berbagai referensi yang terdiri atas penelitian terdahulu yang nantinya akan menarik sebuah kesimpulan.
Hasil penelitian terdahulu ini nantinya digunakan untuk menyimpulkan hubungan lama kerja dengan gangguan pendengaran akibat bising pada karyawan bandara.
Hasil penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa sebagian besar responden memiliki lama kerja >5 tahun (92,7%).
Hasil penelitian sebelumnya juga menunjukkan tidak adanya hubungan antara lama kerja dengan gangguan pendengaran akibat bising pada karyawan bandara.
Faktor yang mempengaruhi terjadinya ketidakbermaknaan hubungan adalah karena ada faktor-faktor lain yang tidak diteliti, seperti penggunaan alat pelindung telinga (APT) dan durasi paparan pekerja.

Related Results

Hubungan Kebisingan dengan Gangguan Pendengaran pada Karyawan PT. Industri Kapal Indonesia Makassar
Hubungan Kebisingan dengan Gangguan Pendengaran pada Karyawan PT. Industri Kapal Indonesia Makassar
Kebisingan merupakan bunyi yang dapat menurunkan daya dengar  yang berkaitan dengan frekuensi, intensitas, lama paparan dan pola waktu paparan. Survei pendahuluan di PT. Industrial...
PROFIL GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEMUSIK DI KOTA MANADO
PROFIL GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEMUSIK DI KOTA MANADO
Abstract: Hearing loss due to noise (Noise Induced Hearing Loss - NIHL) is hearing impairment, either part or all, loss, irreversible, occur in one or both ears, can be mild, moder...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Noise Induced Hearing Loss (NIHL) pada Nelayan Pengguna Kapal Penangkap Ikan
Noise Induced Hearing Loss (NIHL) pada Nelayan Pengguna Kapal Penangkap Ikan
Latar Belakang: Kemajuan teknologi transportasi saat ini telah memicu pemakaian mesin penggerak pada kapal nelayan yang menyebabkan suara bising di lingkungan kerja. Kebisingan dap...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
SEJARAH BANDARA MATAHORA DI PULAU WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI (2007-2017)
SEJARAH BANDARA MATAHORA DI PULAU WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI (2007-2017)
ABSTRAK: Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah: (1) Apa latar belakang pembangunan Bandara Matahora di Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, (2) Apa kendala yang dihadapi ...
HUBUNGAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN DENGAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. ANYAR PUTRA CIAMIS
HUBUNGAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN DENGAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. ANYAR PUTRA CIAMIS
   Pengamatan awal menunjukan bahwa efektivitas kerja karyawan CV. Anyar Putra Ciamis belum optimal, indikator yang terlihat meliputi ; masih adanya karyawan yang belum mempunyai k...

Back to Top