Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sintesis Carbon Nanodots dari Molase Menggunakan Metode Pemanasan Terbantukan Gelombang Mikro

View through CrossRef
<p><strong>ABSTRAK.</strong> <em>Carbon nanodots</em> (CNDs) merupakan nanomaterial yang berukuran dibawah 10 nm. CNDs memiliki keunggulan diantaranya yaitu fotostabilitas tinggi, biokompatibilitas baik, toksisitas yang rendah, mudah dibuat, dan ramah lingkungan. Sumber karbon yang digunakan berasal dari molase karena murah dan mudah didapat serta merupakan hasil samping dari pengolahan tebu. Pada penelitian ini digunakan metode pemanasan terbantukan gelombang mikro atau <em>Microwave Assisted Extraction</em> (MAE) yang memberikan hasil suspensi yang homogen, pemanasan efisien, dan waktu yang singkat. Waktu iradiasi mempengaruhi energi gap CNDs dari molase yang dihasilkan. Waktu yang optimum untuk sintesis CNDs dari molase menggunakan metode MAE yaitu selama 3 menit. Efek fluoresensi telah diamati untuk suspensi CNDs yang mengubah warna kuning menjadi warna biru dibawah sinar UV 366 nm. Karakterisasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukan serapan maksimum CNDs dari molase pada panjang gelombang 255 nm dengan energi gap sebesar 4,55 eV.</p><p><strong>Kata kunci:</strong></p><p align="left"><em>carbon nanodots</em>, <em>microwave, </em>molase</p><p><strong><br /></strong></p><p><strong>ABSTRACT. </strong>Carbon nanodots (CNDs) are nanomaterials with a size below 10 nm. CNDs have advantages such as high photostability, good biocompatibility, low toxicity, easy to manufacture, and environmentally friendly. The carbon source used comes from molasses because it is cheap and easy to obtain and is a by-product of sugarcane processing. In this study, the Microwave Assisted Extraction (MAE) method was used which gave homogeneous suspension results, efficient heating, and short time. The irradiation time affects the energy gap of the CNDs of the molasses produced. The optimum time for the synthesis of CNDs from molasses using the MAE method is 3 minutes. Fluorescence effects have been observed for suspensions of CNDs which turn yellow to blue under 366 nm UV light. Characterization using UV-Vis spectrophotometry showed the maximum absorption of CNDs from molasses at a wavelength of 255 nm with an energy gap of 4.55 eV.</p><p><strong>Keywords:</strong></p><p align="left">carbon nanodots, microwave, molasses</p><p> </p>
Title: Sintesis Carbon Nanodots dari Molase Menggunakan Metode Pemanasan Terbantukan Gelombang Mikro
Description:
<p><strong>ABSTRAK.
</strong> <em>Carbon nanodots</em> (CNDs) merupakan nanomaterial yang berukuran dibawah 10 nm.
CNDs memiliki keunggulan diantaranya yaitu fotostabilitas tinggi, biokompatibilitas baik, toksisitas yang rendah, mudah dibuat, dan ramah lingkungan.
Sumber karbon yang digunakan berasal dari molase karena murah dan mudah didapat serta merupakan hasil samping dari pengolahan tebu.
Pada penelitian ini digunakan metode pemanasan terbantukan gelombang mikro atau <em>Microwave Assisted Extraction</em> (MAE) yang memberikan hasil suspensi yang homogen, pemanasan efisien, dan waktu yang singkat.
Waktu iradiasi mempengaruhi energi gap CNDs dari molase yang dihasilkan.
Waktu yang optimum untuk sintesis CNDs dari molase menggunakan metode MAE yaitu selama 3 menit.
Efek fluoresensi telah diamati untuk suspensi CNDs yang mengubah warna kuning menjadi warna biru dibawah sinar UV 366 nm.
Karakterisasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukan serapan maksimum CNDs dari molase pada panjang gelombang 255 nm dengan energi gap sebesar 4,55 eV.
</p><p><strong>Kata kunci:</strong></p><p align="left"><em>carbon nanodots</em>, <em>microwave, </em>molase</p><p><strong><br /></strong></p><p><strong>ABSTRACT.
</strong>Carbon nanodots (CNDs) are nanomaterials with a size below 10 nm.
CNDs have advantages such as high photostability, good biocompatibility, low toxicity, easy to manufacture, and environmentally friendly.
The carbon source used comes from molasses because it is cheap and easy to obtain and is a by-product of sugarcane processing.
In this study, the Microwave Assisted Extraction (MAE) method was used which gave homogeneous suspension results, efficient heating, and short time.
The irradiation time affects the energy gap of the CNDs of the molasses produced.
The optimum time for the synthesis of CNDs from molasses using the MAE method is 3 minutes.
Fluorescence effects have been observed for suspensions of CNDs which turn yellow to blue under 366 nm UV light.
Characterization using UV-Vis spectrophotometry showed the maximum absorption of CNDs from molasses at a wavelength of 255 nm with an energy gap of 4.
55 eV.
</p><p><strong>Keywords:</strong></p><p align="left">carbon nanodots, microwave, molasses</p><p> </p>.

Related Results

RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR GELOMBANG PERMUKAAN LAUT PRESISI TINGGI (A PROTOTYPE DESIGN)
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR GELOMBANG PERMUKAAN LAUT PRESISI TINGGI (A PROTOTYPE DESIGN)
Gelombang permukaan laut adalah salah satu fenomena yang sangat kompleks dan mudah berubah dibandingkan dengan arus dan pasang surut, sehingga untuk memahami secara menyeluruh tent...
Transformasi Gelombang Swell dan Gelombang Angin di Perairan Selatan Bali (Hal. 28-39)
Transformasi Gelombang Swell dan Gelombang Angin di Perairan Selatan Bali (Hal. 28-39)
ABSTRAKGelombang swell dengan energi yang besar dan dapat menjalar hingga ratusan kilometer dari daerah pembangkitannya diketahui berpotensi merusak struktur pantai dan juga dapat ...
KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PERAIRAN TIMUR KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA
KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PERAIRAN TIMUR KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA
Kecamatan Kulisusu Utara merupakan salah satu Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Buton Utara yang memiliki luas wilayah 339,64 km2  yang terdiri dari empat belas desa yang mana w...
AIE Nanodots Obtained from a Pyrene Schiff Base and Their Applications
AIE Nanodots Obtained from a Pyrene Schiff Base and Their Applications
Abstract Developing the aggregation indcued emission (AIE) nanodots as alternates to the conventional inorganic quantum dots is a contemporar...
PENGGUNAAN LIMBAH MOLASE SEBAGAI SUBSTITUSI ASPAL PADA BETON ASPAL AC-BC
PENGGUNAAN LIMBAH MOLASE SEBAGAI SUBSTITUSI ASPAL PADA BETON ASPAL AC-BC
Abstract   This research aims to utilize molasses waste as a partial replacement material for asphalt in AC-BC asphalt mixtures. Molasses is the final product of making sugar, wh...
Sintesis dan Karakterisasi Penyerapan Gelombang Mikro pada Komposit PANi - Barium Heksaferrit Tersubstitusi Mn dan Ti - CFO
Sintesis dan Karakterisasi Penyerapan Gelombang Mikro pada Komposit PANi - Barium Heksaferrit Tersubstitusi Mn dan Ti - CFO
Dalam pembuatan material penyerap gelombang mikro diperlukan pengembangan material yang memiliki sifat dielektrik dan sifat magnetik agar material mampu berinteraksi dengan kedua m...
PENGARUH LUBANG PERFORASI DINDING CAISSON TERHADAP GAYA GELOMBANG
PENGARUH LUBANG PERFORASI DINDING CAISSON TERHADAP GAYA GELOMBANG
Sebagai struktur pantai yang dipengaruhi oleh faktor internal struktur dan kondisi eksternal yang mengikutinya, maka model Caisson diharapkan dapat mengurangi tinggi gelombang data...
Pembuatan Simulasi Gelombang Berjalan Untuk Pembelajaran Fisika Menggunakan Software Geogebra
Pembuatan Simulasi Gelombang Berjalan Untuk Pembelajaran Fisika Menggunakan Software Geogebra
Penelitian ini memiliki tujuan menghasilkan simulasi gelombang berjalan untuk pembelajaran Fisika menggunakan software GeoGebra. Subjek pada penelitian ini adalah perangkat lunak G...

Back to Top