Javascript must be enabled to continue!
Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membangun Karakter Nasionalisme Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Pucuk Lamongan
View through CrossRef
Interaksi sosial di dalam masyarakat terbentuk karena adanya pola – pola perilaku, entah itu pola perilaku yang baik maupun pola perilaku yang tidak baik. Perilaku yang tidak baik atau biasa disebut dengan perilaku menyimpang disebabkan oleh banyaknya masyarakat khususnya para generasi muda yang tidak dapat memahami betul tentang pentingnya mempelajari pendidikan kewarganegaraan khususnya mengenai karakter nasionalisme. Peran guru disinilah yang sangat dibutuhkan yakni guru diharapkan mampu dalam mengatasi atau mengontrol para siswanya dalam memperbaiki perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru pendidikan kewarganegaraan dalam membangun karakter nasionalisme siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pucuk. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori Peran oleh Biddle dan Thomas. Penelitian ini bertempat di SMP Negeri 1 Pucuk dengan populasi berjumlah 639 siswa dan penelitian ini mengambil sampel sejumlah 6 siswa dari siswa kelas VIII (delapan) tahun ajaran 2021/2022 serta satu guru pendidikan kewarganegaraan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru yang paling dominan dalam membentuk karakter nasionalisme di sekolah yakni sebagai motivator, sebagai korektor, dan sebagai pembimbing. Sebagai motivator, guru menggunakan cara verbal dengan penguatan dibanding hukuman. Sebagai korektor, guru mempersiapkan siswa sebagai individu yang cakap. Sedangkan sebagai pembimbing, guru memberikan bimbingan kepada siswa untuk memenuhi kebutuhan belajarnya.
Kata Kunci: Peran, Guru Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter Nasionalisme
Title: Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membangun Karakter Nasionalisme Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Pucuk Lamongan
Description:
Interaksi sosial di dalam masyarakat terbentuk karena adanya pola – pola perilaku, entah itu pola perilaku yang baik maupun pola perilaku yang tidak baik.
Perilaku yang tidak baik atau biasa disebut dengan perilaku menyimpang disebabkan oleh banyaknya masyarakat khususnya para generasi muda yang tidak dapat memahami betul tentang pentingnya mempelajari pendidikan kewarganegaraan khususnya mengenai karakter nasionalisme.
Peran guru disinilah yang sangat dibutuhkan yakni guru diharapkan mampu dalam mengatasi atau mengontrol para siswanya dalam memperbaiki perilaku.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru pendidikan kewarganegaraan dalam membangun karakter nasionalisme siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pucuk.
Adapun metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori Peran oleh Biddle dan Thomas.
Penelitian ini bertempat di SMP Negeri 1 Pucuk dengan populasi berjumlah 639 siswa dan penelitian ini mengambil sampel sejumlah 6 siswa dari siswa kelas VIII (delapan) tahun ajaran 2021/2022 serta satu guru pendidikan kewarganegaraan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru yang paling dominan dalam membentuk karakter nasionalisme di sekolah yakni sebagai motivator, sebagai korektor, dan sebagai pembimbing.
Sebagai motivator, guru menggunakan cara verbal dengan penguatan dibanding hukuman.
Sebagai korektor, guru mempersiapkan siswa sebagai individu yang cakap.
Sedangkan sebagai pembimbing, guru memberikan bimbingan kepada siswa untuk memenuhi kebutuhan belajarnya.
Kata Kunci: Peran, Guru Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter Nasionalisme.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Motivasi belajar matematika merupakan elemen penting dalam pembelajaran matematika. Motivasi belajar matematika siswa berbeda-beda dalam hal tingkat motivasi dan jenis motivasinya....
PERAN GURU PPKn DALAM MEMBINA KARAKTER SISWA SMP NEGERI 1 LASALEPA DESA BONEA KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA
PERAN GURU PPKn DALAM MEMBINA KARAKTER SISWA SMP NEGERI 1 LASALEPA DESA BONEA KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1. Bagaimana peran guru PPKn dalam membina karakter siswa di SMP Negeri 1 Lasalepa Desa Bonea Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna, ...
Sumber politik pendidikan pancasila
Sumber politik pendidikan pancasila
Sistem politik Indonesia dewasa ini sedang mengalami proses demokratisasi yang membawa berbagai konsekuensi tidak hanya terhadap dinamika kehidupan politik nasional, melainkan juga...
Pengaruh Konsep diri dan Kepercayaan diri Terhadap Hasil Belajar Matematika
Pengaruh Konsep diri dan Kepercayaan diri Terhadap Hasil Belajar Matematika
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Deskripsi konsep diri, kepercayaan diri, dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wundulako; (...
MEMUPUK JIWA NASIONALISME MELALUI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PPKN
MEMUPUK JIWA NASIONALISME MELALUI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PPKN
Students are the younger generation as the nation's successors, should have a good spirit of nationalism, who can uphold the dignity of the Indonesian nation. The development of gl...
Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia
Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia
Tujuan dibentuknya UU Kewarganegaraan adalah melaksanakan kewajiban negara untuk memberikan perlindungan terhadap warga negaranya, baik di dalam maupun di luar negeri. Karena warga...
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DAN JENIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DAN JENIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menjelaskan perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah dengan siswa...

