Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Terapi Okupasi Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Pada Lansia Dengan Gangguan Jiwa
View through CrossRef
Latar Belakang: Penurunan kualitas hidup pada lansia terjadi sebagai dampak dari bertambahnya usia. Berbagai upaya yang dilakukan untuk menangani masalah penurunan kualitas hidup pada lansia, salah satunya dengan menggunakan terapi okupasi. Tujuan: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi terhadap peningkatan kualitas hidup pada lansia dengan gangguan jiwa. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experiment dengan menggunakan pendekatan pretest-posttest design. Sampel yang digunakan adalah pasien lansia skizofrenia yang dirawat di Ruang Graha Nisadha RSJ Provinsi Bali yang berjumlah 22 orang, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner European Quality of Life 5 Dimensions (EQ5D) untuk mengukur kualitas hidup pada lansia. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan wilcoxon signed rank test. Hasil: terdapat perubahan kualitas hidup lansia sebelum dan setelah pemberian terapi okupasi yaitu dengan kategori buruk 18,2 % menjadi 13,6%, normal 50% menjadi 31,8%, baik 31,8% menjadi 50%, dan yang sangat baik menjadi 4,6%. Analisis data dengan niali p = 0,002. Kesimpulan: ada pengaruh terapi okupasi terhadap peningkatan kualitas hidup pada lansia dengan gangguan jiwa di Ruang Graha Nisadha RSJ Provinsi Bali.
Title: Pengaruh Terapi Okupasi Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Pada Lansia Dengan Gangguan Jiwa
Description:
Latar Belakang: Penurunan kualitas hidup pada lansia terjadi sebagai dampak dari bertambahnya usia.
Berbagai upaya yang dilakukan untuk menangani masalah penurunan kualitas hidup pada lansia, salah satunya dengan menggunakan terapi okupasi.
Tujuan: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi terhadap peningkatan kualitas hidup pada lansia dengan gangguan jiwa.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experiment dengan menggunakan pendekatan pretest-posttest design.
Sampel yang digunakan adalah pasien lansia skizofrenia yang dirawat di Ruang Graha Nisadha RSJ Provinsi Bali yang berjumlah 22 orang, dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner European Quality of Life 5 Dimensions (EQ5D) untuk mengukur kualitas hidup pada lansia.
Data yang didapat kemudian dianalisis dengan wilcoxon signed rank test.
Hasil: terdapat perubahan kualitas hidup lansia sebelum dan setelah pemberian terapi okupasi yaitu dengan kategori buruk 18,2 % menjadi 13,6%, normal 50% menjadi 31,8%, baik 31,8% menjadi 50%, dan yang sangat baik menjadi 4,6%.
Analisis data dengan niali p = 0,002.
Kesimpulan: ada pengaruh terapi okupasi terhadap peningkatan kualitas hidup pada lansia dengan gangguan jiwa di Ruang Graha Nisadha RSJ Provinsi Bali.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PENERIMAAN MASYARAKAT PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA
PENERIMAAN MASYARAKAT PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA
Abstract : Patients with mental disorders until now still in view as a strange and frightening public, the lack of understanding of the public about mental disorders cause people w...
Penerapan Program Terapi Komplementer Secara Holistik Dengan Pemberdayaan Lanjut Usia (Lansia) dan Keluarga Dalam Self-Management Kualitas Hidup
Penerapan Program Terapi Komplementer Secara Holistik Dengan Pemberdayaan Lanjut Usia (Lansia) dan Keluarga Dalam Self-Management Kualitas Hidup
Lanjut usia (Lansia) merupakan seseorang yang telah mencapai usia diatas 60 tahun. Menurut WHO, di wilayah Asia Tenggara terdapat populasi lansia sebesar 8 % atau sekitar 142 juta ...
Literature Review : Gambaran Pengaruh Terapi Okupasi Terhadap Penurunan Tingkat Stres Pada Lansia
Literature Review : Gambaran Pengaruh Terapi Okupasi Terhadap Penurunan Tingkat Stres Pada Lansia
AbstractElderly is a condition in which a person due to his age undergoes biological, physical and behavioural changes. Psychological problems frequently occur at this age are stre...
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA UNTUK MENCEGAH STROKE PADA LANSIA HIPERTENSI
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA UNTUK MENCEGAH STROKE PADA LANSIA HIPERTENSI
Proses menua dimulai sejak permulaan kehidupan dan merupakan proses sepanjang daur kehidupan. Proses menua tetap menimbulkan permasalahan baik secara biologis, mental maupun sosial...
Terapi Okupasi Menggambar dalam Meningkatkan Harga Diri Pasien dengan Harga Diri Rendah
Terapi Okupasi Menggambar dalam Meningkatkan Harga Diri Pasien dengan Harga Diri Rendah
Penganiayaan fisik, kehilangan orang yang dicinta, penolakaan oleh keluarga serta kegagalan berulang merupakan fenomena yang dapat memungkinkan timbulnya masalah kejiwaan berupa ha...

