Javascript must be enabled to continue!
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA UNTUK MENCEGAH STROKE PADA LANSIA HIPERTENSI
View through CrossRef
Proses menua dimulai sejak permulaan kehidupan dan merupakan proses sepanjang daur kehidupan. Proses menua tetap menimbulkan permasalahan baik secara biologis, mental maupun sosial dan ekonomi. Proses alamiah ini secara perlahan menempatkan lansia cenderung rentan mengalami masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia adalah penyakit hipertensi, kejadian prevalensi hipertensi pada populasi lansia diperkirakan mencapai dua pertiga atau sekitar 60% - 80% di dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesia menempati urutan pertama jenis penyakit kronis tidak menular. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu timbulnya serangan stroke, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Keluarga sebagai orang yang paling dekat dengan pasien riwayat hipertensi memiliki peran yang sangat besar dalam upaya pencegahan terjadinya keparahan akibat penyakit stroke. Oleh karenanya, pengenalan deteksi dini penyakit stroke pada keluarga serta pemberdayaan keluarga yang merawat pasien dengan hipertensi penting untuk dilakukan sehingga kualitas hidup lansia tetap terjaga dengan baik. Keluarga mempunyai peran yang penting didalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat khususnya memberdayakan keluarga dalam upaya peningkatan kualitas hidup lansia untuk mencegah stroke pada lansia dengan hipertensi di Kota Tegal. Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan (ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan screening WHOQOL- BREF) dan pendampingan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia. Sasaran kegiatan adalah pada kader lanjut usia, keluarga lansia dan lansia yang ada di wilayah Kelurahan Bandung Kota Tegal sejumlah 15 peserta. Hasil kegiatan berupa meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta tentang kesehatan lansia, peningkatan kemandirian lansia dan terjadi peningkatan kualitas hidup lansia baik dari domain kesehatan fisik, psikologis, sosial dan lingkungan (dengan nilai rata-rata dari sebelumnya 50,48 / kategori cukup menjadi 58,40 / kategori baik). Disarankan untuk masyarakat dan keluarga untuk mendampingi dan mendorong lansia agar dapat melakukan aktivitas fisik, psikologis, sosial dan lingkungan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia.
Title: PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA UNTUK MENCEGAH STROKE PADA LANSIA HIPERTENSI
Description:
Proses menua dimulai sejak permulaan kehidupan dan merupakan proses sepanjang daur kehidupan.
Proses menua tetap menimbulkan permasalahan baik secara biologis, mental maupun sosial dan ekonomi.
Proses alamiah ini secara perlahan menempatkan lansia cenderung rentan mengalami masalah kesehatan.
Masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia adalah penyakit hipertensi, kejadian prevalensi hipertensi pada populasi lansia diperkirakan mencapai dua pertiga atau sekitar 60% - 80% di dunia.
Prevalensi hipertensi di Indonesia menempati urutan pertama jenis penyakit kronis tidak menular.
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu timbulnya serangan stroke, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Keluarga sebagai orang yang paling dekat dengan pasien riwayat hipertensi memiliki peran yang sangat besar dalam upaya pencegahan terjadinya keparahan akibat penyakit stroke.
Oleh karenanya, pengenalan deteksi dini penyakit stroke pada keluarga serta pemberdayaan keluarga yang merawat pasien dengan hipertensi penting untuk dilakukan sehingga kualitas hidup lansia tetap terjaga dengan baik.
Keluarga mempunyai peran yang penting didalam meningkatkan kualitas hidup lansia.
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat khususnya memberdayakan keluarga dalam upaya peningkatan kualitas hidup lansia untuk mencegah stroke pada lansia dengan hipertensi di Kota Tegal.
Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan (ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan screening WHOQOL- BREF) dan pendampingan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia.
Sasaran kegiatan adalah pada kader lanjut usia, keluarga lansia dan lansia yang ada di wilayah Kelurahan Bandung Kota Tegal sejumlah 15 peserta.
Hasil kegiatan berupa meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta tentang kesehatan lansia, peningkatan kemandirian lansia dan terjadi peningkatan kualitas hidup lansia baik dari domain kesehatan fisik, psikologis, sosial dan lingkungan (dengan nilai rata-rata dari sebelumnya 50,48 / kategori cukup menjadi 58,40 / kategori baik).
Disarankan untuk masyarakat dan keluarga untuk mendampingi dan mendorong lansia agar dapat melakukan aktivitas fisik, psikologis, sosial dan lingkungan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENDAMPINGAN LANSIA DALAM PENCEGAHAN KOMPLIKASI HIPERTENSI
PENDAMPINGAN LANSIA DALAM PENCEGAHAN KOMPLIKASI HIPERTENSI
ABSTRAKHipertensi adalah penyakit kronis yang umum di seluruh dunia dan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Penyebab utama penyakit ini yaitu faktor genetika, perilaku dan...
Hubungan Kepatuhan Diet Hipertensi dan Senam Lansia dengan Penurunan Tekanan Darah pada Lansia
Hubungan Kepatuhan Diet Hipertensi dan Senam Lansia dengan Penurunan Tekanan Darah pada Lansia
Abstrak Permasalahan yang sering dihadapi lansia yaitu terjadi penurunan berbagai fungsi organ tubuh, lansia yang mengalami aterosklerosis, sehingga beresiko hipertensi. Hipertens...
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN DIET LANSIA DENGAN HIPERTENSI
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN DIET LANSIA DENGAN HIPERTENSI
ABSTRAKHipertensi adalah penyakit kronis yang umum di seluruh dunia dan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Desa Sumber Harta Kabupaten Musi Rawas merupakan salah satu des...
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
Salah satu terapi pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu dengan pemberian seduhan daun sungkai. Daun sungkai (Peronema Canescens Jack) merupakan etnobotani Indonesia da...
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Hypertension, Age, Sex, and Stroke Incidence In Stroke Installation Room RSUD dr. M. Yunus BengkuluABSTRAKStroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatka...
Implementasi Pemanfaatan Buah-Buahan Lokal Tinggi Kalium dan Antioksidan sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular Hipertensi di Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
Implementasi Pemanfaatan Buah-Buahan Lokal Tinggi Kalium dan Antioksidan sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular Hipertensi di Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Studi pendahuluan tentang permasalahan yang ada di Desa Wonojati yaitu belum optimaln...

