Javascript must be enabled to continue!
KEBIJAKAN TURKI DALAM MENDIRIKAN BUFFER ZONE PADA KONFLIK TURKI-KURDI DI SURIAH TAHUN 2019
View through CrossRef
Penelitian ini berisikan tentang analisis kebijakan Turki dalam mendirikan buffer zone atau zona penyangga di Suriah Utara dalam isu konflik Turki-Kurdi. Penelitian ini memiliki urgensi yaitu pasca penarikan pasukan AS pada Oktober 2019, terjadi kekosongan militer di perbatasan Suriah. Pemerintah Turki memutuskan melanjutkan kebijakan buffer zone di Suriah dengan bekerja sama dengan Rusia. Kebijakan ini menuai pro-kontra karena memakan biaya yang besar di tengah resesi ekonomi yang dialami oleh Turki. Di samping itu ancaman militer dari perbatasan Suriah utara dinilai tidak signifikan dan mulai melemah. Penelitian ini menggunakan konsep threat perception (persepsi ancaman) dan turunannya yaitu ontological security (keamanan ontologis). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan eksplanatif analitis serta memakai data primer beserta sekunder. Temuan dari penelitian ini adalah kebijakan buffer zone yang diberlakukan oleh pemerintah Turki dipengaruhi oleh material forces yang berada pada kondisi keterbatasan pilihan kebijakan atau single policy option, di mana adanya pelemahan pengaruh kekuatan Turki di Suriah. Sementara itu, pada ideational forces ditemukan bahwa kondisi identitas Turki yang fluid melibatkan Turki sebagai identitas yang berbeda dalam menghadapi penanganan konflik dengan Kurdi. Pada sisi keamanan ontologis, temuan tersebut mencakup terhadap empat indikator yaitu tidak koherennya tindakan narasi Neo-Ottoman dalam kebijakannya di perbatasan Suriah; pemerintah Turki yang tidak ingin kembali pada identitas sebelumnya; status inferior Turki dan keinginan untuk mencegah status tersebut dalam konflik di Suriah utara; serta Sevres syndrome dan Lausanne syndrome yang menyebabkan ketidakpercayaan Turki dalam melaksanakan kerja sama dengan Amerika Serikat maupun Rusia terkait kebijakannya dalam mendirikan buffer zone.
Title: KEBIJAKAN TURKI DALAM MENDIRIKAN BUFFER ZONE PADA KONFLIK TURKI-KURDI DI SURIAH TAHUN 2019
Description:
Penelitian ini berisikan tentang analisis kebijakan Turki dalam mendirikan buffer zone atau zona penyangga di Suriah Utara dalam isu konflik Turki-Kurdi.
Penelitian ini memiliki urgensi yaitu pasca penarikan pasukan AS pada Oktober 2019, terjadi kekosongan militer di perbatasan Suriah.
Pemerintah Turki memutuskan melanjutkan kebijakan buffer zone di Suriah dengan bekerja sama dengan Rusia.
Kebijakan ini menuai pro-kontra karena memakan biaya yang besar di tengah resesi ekonomi yang dialami oleh Turki.
Di samping itu ancaman militer dari perbatasan Suriah utara dinilai tidak signifikan dan mulai melemah.
Penelitian ini menggunakan konsep threat perception (persepsi ancaman) dan turunannya yaitu ontological security (keamanan ontologis).
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan eksplanatif analitis serta memakai data primer beserta sekunder.
Temuan dari penelitian ini adalah kebijakan buffer zone yang diberlakukan oleh pemerintah Turki dipengaruhi oleh material forces yang berada pada kondisi keterbatasan pilihan kebijakan atau single policy option, di mana adanya pelemahan pengaruh kekuatan Turki di Suriah.
Sementara itu, pada ideational forces ditemukan bahwa kondisi identitas Turki yang fluid melibatkan Turki sebagai identitas yang berbeda dalam menghadapi penanganan konflik dengan Kurdi.
Pada sisi keamanan ontologis, temuan tersebut mencakup terhadap empat indikator yaitu tidak koherennya tindakan narasi Neo-Ottoman dalam kebijakannya di perbatasan Suriah; pemerintah Turki yang tidak ingin kembali pada identitas sebelumnya; status inferior Turki dan keinginan untuk mencegah status tersebut dalam konflik di Suriah utara; serta Sevres syndrome dan Lausanne syndrome yang menyebabkan ketidakpercayaan Turki dalam melaksanakan kerja sama dengan Amerika Serikat maupun Rusia terkait kebijakannya dalam mendirikan buffer zone.
Related Results
Intervensi Rusia terhadap Konflik Suriah
Intervensi Rusia terhadap Konflik Suriah
Hingga saat ini Rusia masih menjadi salah satu negara terbesar di dunia, karena merupakan negara penerus dari Uni Soviet (USSR). Setiap kebijakan yang diambil oleh Rusia selalu men...
Keterlibatan Amerika Serikat dalam Konflik Suriah sebagai Konsekuensi dari Politik Engtangling Alliance
Keterlibatan Amerika Serikat dalam Konflik Suriah sebagai Konsekuensi dari Politik Engtangling Alliance
Banyak negara-negara di dunia yang membangun hubungan melalui berbagai perjanjian, baik dalam bidang ekonomi, politik maupun militer. Hal ini kemudian menyebabkan adanya hubungan a...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Konflik para Rasul: konflik Paulus dan Barnabas (Kisah Para Rasul 15:35-41) serta implementasinya dengan Perpecahan Gereja
Konflik para Rasul: konflik Paulus dan Barnabas (Kisah Para Rasul 15:35-41) serta implementasinya dengan Perpecahan Gereja
Abstrak: konflik adalah suatu hal yang kerap kali terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Konflik tidak hanya terjadi dalam kemasyarakatan tetapi juga terjadi dalam kehidupan berjem...
Dinamika Penanganan Pengungsi Suriah di Lebanon
Dinamika Penanganan Pengungsi Suriah di Lebanon
<p>Penanganan Pengungsi Suriah di Lebanon menjadi masalah yang sangat kompleks. Posisi Lebanon yang berada diantara negara-negara yang berkonflik seperti Suriah dan Israel me...
TELAAH KONFLIK DALAM NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH KARYA TERE LIYE
TELAAH KONFLIK DALAM NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH KARYA TERE LIYE
AbstrakRumusan masalah adalah bagaimanakah konflik-konflik, faktor penyebab konflik, dan penyelesaian konflik yang terdapat dalam novel Moga Bunda Disayang Allah karya Tere Liye be...
KAJIAN TEOLOGIS: KETELADANAN RASUL PAULUS TERKAIT DENGAN PENYELESAIAN KONFLIK DI JEMAAT KORINTUS DITINJAU DARI 1 KORINTUS 3:1-9:18 - 21 SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PERANAN GEREJA TERHADAP PENYELESAIAN KONFLIK DALAM JEMAAT
KAJIAN TEOLOGIS: KETELADANAN RASUL PAULUS TERKAIT DENGAN PENYELESAIAN KONFLIK DI JEMAAT KORINTUS DITINJAU DARI 1 KORINTUS 3:1-9:18 - 21 SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PERANAN GEREJA TERHADAP PENYELESAIAN KONFLIK DALAM JEMAAT
Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk melihat bagaimana seharusnya menyelesaikan dan menghadapi konflik yang terjadi di tengah – tengah jemaat berdasarkan keteladanan rasul Pa...

