Javascript must be enabled to continue!
PROFIL FITOKIMIA BERBAGAI EKSTRAK DAUN DALU-DALU (Salix Tetrasperma Roxb.) DAN POTENSI NYA SEBAGAI ANTIBAKTERI
View through CrossRef
Telah diteliti tentang kandungan senyawa ekstrak daun dalu-dalu (Salix tetrasperma Roxb.) serta potensi sebagai antibakteri. Pada penelitian ini, daun dalu-dalu dikeringanginkan kemudian diekstraksi dengan pelarut dengan n-heksana, etil asetat dan metanol. Pengujian fitokimia dan aktivitas antibakteri dilakukan pada setiap ekstrak. Berdasarkan hasil, di dalam seluruh ekstrak mengandung senyawa fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid dan saponin. Senyawa-senyawa metabolit sekunder tersebut diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadapĀ bakteri E. coli dan S. aureus. Hal ini terbukti dengan hasil uji aktivitas antibakterinya dimana, ekstrak daun dalu-dalu mempunyai daya hambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. Aureus yang baik. Ekstrak etil asetat menunjukkan daya hambat paling baik di antara ekstrak n-heksana dan methanol, zona hambat sebesar 13,8 mm untuk E. coli dan 14,8 mm untuk S. aureus. Perbedaan jumlah kandungan senyawa metabolit sekunder diperkirakan menjadi penyebab adanya variasi daya hambat pertumbuhan bakteri dari masing-masing ekstrak tersebut.
Title: PROFIL FITOKIMIA BERBAGAI EKSTRAK DAUN DALU-DALU (Salix Tetrasperma Roxb.) DAN POTENSI NYA SEBAGAI ANTIBAKTERI
Description:
Telah diteliti tentang kandungan senyawa ekstrak daun dalu-dalu (Salix tetrasperma Roxb.
) serta potensi sebagai antibakteri.
Pada penelitian ini, daun dalu-dalu dikeringanginkan kemudian diekstraksi dengan pelarut dengan n-heksana, etil asetat dan metanol.
Pengujian fitokimia dan aktivitas antibakteri dilakukan pada setiap ekstrak.
Berdasarkan hasil, di dalam seluruh ekstrak mengandung senyawa fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid dan saponin.
Senyawa-senyawa metabolit sekunder tersebut diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadapĀ bakteri E.
coli dan S.
aureus.
Hal ini terbukti dengan hasil uji aktivitas antibakterinya dimana, ekstrak daun dalu-dalu mempunyai daya hambat pertumbuhan bakteri E.
coli dan S.
Aureus yang baik.
Ekstrak etil asetat menunjukkan daya hambat paling baik di antara ekstrak n-heksana dan methanol, zona hambat sebesar 13,8 mm untuk E.
coli dan 14,8 mm untuk S.
aureus.
Perbedaan jumlah kandungan senyawa metabolit sekunder diperkirakan menjadi penyebab adanya variasi daya hambat pertumbuhan bakteri dari masing-masing ekstrak tersebut.
Related Results
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
Kandungan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun lemon balm (Melissa officinalis) dan daun sage (Salvia officinalis) terhadap bakteri Streptococcus pyogenes penyebab tonsilitis
Kandungan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun lemon balm (Melissa officinalis) dan daun sage (Salvia officinalis) terhadap bakteri Streptococcus pyogenes penyebab tonsilitis
Background: Chronic tonsillitis is a common infectious disease often treated with antibiotics, which can lead to resistance and other side effects. The use of medicinal plants such...
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides (Benth.) S. Moore) SEBAGAI ANTIBAKTERI
FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides (Benth.) S. Moore) SEBAGAI ANTIBAKTERI
SabunĀ merupakan sediaan yang bermanfaat sebagai agen pembersih dari kotoran. Penambahan ekstrak dari suatu tanaman yang berkhasiat antibakteri diharapkan dapat menambah daya guna ...
Potensi Ekstrak Daun Tin (Ficus carica L.) Sebagai Antibakteri
Potensi Ekstrak Daun Tin (Ficus carica L.) Sebagai Antibakteri
Abstract:
The most common infection in humans is a bacterial infection that can potentially cause severe disease, septic shock, and multiorgan dysfunction. Disease-causing ba...
ANALISIS FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA (L.) URB.) DAN EVALUASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS
ANALISIS FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA (L.) URB.) DAN EVALUASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS
Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) mengandung berbagai metabolit sekunder berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ekst...
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI DAUN MATOA (Pometia pinnata) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN BERBAGAI PELARUT
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI DAUN MATOA (Pometia pinnata) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN BERBAGAI PELARUT
Penggunaan obat herbal dinilai lebih aman daripada penggunaan obat modern. Hal ini disebabkan karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit daripada obat...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRAM POSITIF KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb.) DAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.)
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRAM POSITIF KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb.) DAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.)
Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) dan daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan unt...
Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleiferea Lam. L)
Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleiferea Lam. L)
Daun kelor (Moringa oleifera L.) banyak ditanam di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia. Daun kelor mengandung senyawa fitokimia aktif yang bersifat antibakteri seperti fl...

