Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP Pseudomonas auroginosa

View through CrossRef
Daun kelor merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat dibidang kesehatan. Beberapa diantaranya menyebutkan bahwa daun kelor memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) terhadap bakteri P. aeruginosa. Kelompok uji terdiri dari 5 kelompok perlakukan variasi konsentrasi ekstrak daun kelor 2%, 4%, 6%, 8% dan 10%, kelompok kontrol positif, dan kontrol negatif. Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara metode difusi sumuran. Inkubasi dilakukan pada suhu 37˚C selama 24 jam. Pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter zona hambat. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak daun kelor terhadap bakteri P. aeruginosa menunjukkan adanya zona hambat pada konsentrasi ≥4%. Nilai zona hambat tertinggi diperoleh pada konsentrasi 10% dengan rata-rata diameter zona hambat 19,60±0,67 mm. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor mengandung flavonoid, saponin, terpenoid dan tanin. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kelor memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri P. aeruginosa. Zona hambat yang terbentuk semakin besar seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Kata kunci: Antibakteri, Moringa oleifera, Pseudomonas aeruginosa
Title: AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP Pseudomonas auroginosa
Description:
Daun kelor merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat dibidang kesehatan.
Beberapa diantaranya menyebutkan bahwa daun kelor memiliki aktivitas sebagai antibakteri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) terhadap bakteri P.
aeruginosa.
Kelompok uji terdiri dari 5 kelompok perlakukan variasi konsentrasi ekstrak daun kelor 2%, 4%, 6%, 8% dan 10%, kelompok kontrol positif, dan kontrol negatif.
Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara metode difusi sumuran.
Inkubasi dilakukan pada suhu 37ËšC selama 24 jam.
Pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter zona hambat.
Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak daun kelor terhadap bakteri P.
aeruginosa menunjukkan adanya zona hambat pada konsentrasi ≥4%.
Nilai zona hambat tertinggi diperoleh pada konsentrasi 10% dengan rata-rata diameter zona hambat 19,60±0,67 mm.
Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor mengandung flavonoid, saponin, terpenoid dan tanin.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kelor memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri P.
aeruginosa.
Zona hambat yang terbentuk semakin besar seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak.
Kata kunci: Antibakteri, Moringa oleifera, Pseudomonas aeruginosa.

Related Results

Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleiferea Lam. L)
Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleiferea Lam. L)
Daun kelor (Moringa oleifera L.) banyak ditanam di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia. Daun kelor mengandung senyawa fitokimia aktif yang bersifat antibakteri seperti fl...
Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.)
Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.)
Kelor dikenal di seluruh dunia sebagai tanaman bergizi dan WHO telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi masalah gizi (malnutrisi) (Broin, 201...
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Abstract. The gastrointestinal tract infection is a disease that often occurs in Indonesia. This disease caused by pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus, Escherichia co...
Skrinning fitokimia ekstrak daun kelor kombinasi sari bunga mawar
Skrinning fitokimia ekstrak daun kelor kombinasi sari bunga mawar
Indonesia memiliki banyak bahan alami seperti tumbuhan yang mengandung senyawa antioksidan yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan membantu merawat kulit. Banyak berbagai ba...
Potensi Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Antibakteri Pada Sediaan Gel Untuk Mengatasi Jerawat
Potensi Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Antibakteri Pada Sediaan Gel Untuk Mengatasi Jerawat
Jerawat merupakan salah satu permasalahan kulit wajah yang paling sering terjadi terutama dikalangan remaja, jerawat umumnya disebabkan karena adanya infeksi bakteri. Pengobatan de...

Back to Top