Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PIODERMA GANGRENOSUM MULTIPEL DAN BERULANG

View through CrossRef
Pioderma gangrenosum termasuk dalam penyakit inflamasi kulit noninfeksi yang jarang ditemukan. Sampai saat ini, belum ada kriteria diagnosis yang spesifik maupun pedoman tatalaksana untuk kasus pioderma gangrenosum. Kasus seorang laki-laki 73 tahun, dikonsul dari Bedah dengan luka borok di tungkai bawah kiri dan lengan kanan atas yang sangat nyeri dan meluas dengan cepat. Diagnosis awal adalah ulkus bakterial sehingga dilakukan debridement dan diberi antibiotik. Setelah debridement, ulkus bertambah luas dan semakin nyeri. Pada pemeriksaan histopatologi ditemukan sebukan sel radang padat yang terdiri atas PMN (dominan), limfosit, dan sel plasma sampai ke jaringan subkutis, sesuai dengan gambaran pioderma gangrenosum. Pasien mendapat terapi metilprednisolon 1 x 31.25 mg intravena dan krim mometason furoat 0.1%. Perbaikan klinis mulai tampak 2 minggu setelah terapi. Dua tahun kemudian, muncul lesi serupa di tungkai kanan, diawali trauma, dan juga memberi respon yang baik dengan kortikosteroid. Diagnosis pioderma gangrenosum perlu dipertimbangkan bila menemukan lesi nekrotik dengan progresivitas cepat, sangat nyeri, dan tidak merespons dengan antibiotik. Pemeriksaan histopatologi dapat digunakan untuk menyingkirkan penyebab ulkus yang lainnya. Prinsip tatalaksana adalah menekan proses inflamasi. Keterlambatan dalam diagnosis, pemilihan terapi yang tidak tepat, serta kekambuhan lesi merupakan masalah yang sering dijumpai.
Title: PIODERMA GANGRENOSUM MULTIPEL DAN BERULANG
Description:
Pioderma gangrenosum termasuk dalam penyakit inflamasi kulit noninfeksi yang jarang ditemukan.
 Sampai saat ini, belum ada kriteria diagnosis yang spesifik maupun pedoman tatalaksana untuk kasus pioderma gangrenosum.
 Kasus seorang laki-laki 73 tahun, dikonsul dari Bedah dengan luka borok di tungkai bawah kiri dan lengan kanan atas yang sangat nyeri dan meluas dengan cepat.
 Diagnosis awal adalah ulkus bakterial sehingga dilakukan debridement dan diberi antibiotik.
 Setelah debridement, ulkus bertambah luas dan semakin nyeri.
 Pada pemeriksaan histopatologi ditemukan sebukan sel radang padat yang terdiri atas PMN (dominan), limfosit, dan sel plasma sampai ke jaringan subkutis, sesuai dengan gambaran pioderma gangrenosum.
 Pasien mendapat terapi metilprednisolon 1 x 31.
25 mg intravena dan krim mometason furoat 0.
1%.
 Perbaikan klinis mulai tampak 2 minggu setelah terapi.
 Dua tahun kemudian, muncul lesi serupa di tungkai kanan, diawali trauma, dan juga memberi respon yang baik dengan kortikosteroid.
 Diagnosis pioderma gangrenosum perlu dipertimbangkan bila menemukan lesi nekrotik dengan progresivitas cepat, sangat nyeri, dan tidak merespons dengan antibiotik.
 Pemeriksaan histopatologi dapat digunakan untuk menyingkirkan penyebab ulkus yang lainnya.
 Prinsip tatalaksana adalah menekan proses inflamasi.
 Keterlambatan dalam diagnosis, pemilihan terapi yang tidak tepat, serta kekambuhan lesi merupakan masalah yang sering dijumpai.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pioderma Gangrenoso Associado a Doenças Mieloproliferativas
Pioderma Gangrenoso Associado a Doenças Mieloproliferativas
O pioderma gangrenoso (PG) é uma dermatose neutrofílica inflamatória, rara e potencialmente grave, caracterizada clinicamente pelo surgimento de úlceras dolorosas, de expansão rápi...
Hubungan Status Gravida dan Kehamilan Multipel dengan Derajat Keparahan Preeklampsia
Hubungan Status Gravida dan Kehamilan Multipel dengan Derajat Keparahan Preeklampsia
Latar belakang: Preeklampsia adalah penyakit hipertensi yang terjadi selama kehamilan. Salah satu faktor risiko terjadinya preeklampsia pada ibu hamil adalah status gravida dan keh...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Pioderma gangrenoso bolhoso e síndrome mielodisplásica
Pioderma gangrenoso bolhoso e síndrome mielodisplásica
O pioderma gangrenoso pode apresentar-se como manifestação paraneoplásica. Relata-se um caso de pioderma gangrenoso, da variante bolhosa, acompanhado de bicitopenia, em que foi evi...
Pyoderma Gangrenosum Complicating Bilateral Total Knee Arthroplasty
Pyoderma Gangrenosum Complicating Bilateral Total Knee Arthroplasty
Pyoderma gangrenosum is an ulcerative, necrotic dermatosis of unknown etiology. It is frequently associated with inflammatory, hematologic, or neoplastic disease. Clinical and phys...
LITERARY FOLKTALES PROMOTING CHILDREN'S MULTIPLE INTELLIGENCES/KARYA SASTRA YANG MENINGKATKAN KECERDASAN MULTIPEL ANAK-ANAK
LITERARY FOLKTALES PROMOTING CHILDREN'S MULTIPLE INTELLIGENCES/KARYA SASTRA YANG MENINGKATKAN KECERDASAN MULTIPEL ANAK-ANAK
AbstractThe objective of this study wasto investigate how literary folktale narrations promoting children's multiple intelligences. In this study qualitative design was adopted. Th...
Pioderma gangrenoso refractario y Talidomida
Pioderma gangrenoso refractario y Talidomida
El pioderma gangrenoso es una dermatosis neutrofílica que presenta seis variantes clínicas. Reportamos el caso de una mujer de 31 años, quien cursa con la forma clásica o ulcerosa ...

Back to Top