Javascript must be enabled to continue!
Yunus, Labu, dan Kisah Pelariannya!: Melihat Yunus dalam Alkitab dan Surah Yunus dalam Al-Qur’an (Kitab Yunus, QS Yunus: 1-109, QS As-Saffat: 139-148, QS Al-Anbiyaa’: 87-88)
View through CrossRef
AbstractJonah in the Bible and in the Qur’an is the same character, namely a prophet who was sent by Allah to remind and rebuke the Nineveh people to turn and praise Allah. However, through comparative reading of these texts we will find different narratives about Yunus. But this paper will read both texts in the Bible and the Qur’an so that we can see the richness of the two texts by reading communitarian cross-text over the holy books. There are many things that give us these two texts either from who the Nineveh were in the Qur’an or also Allah’s rebuke to Jonah when he was swallowed by the big fish and how Allah taught through the Pumpkin tree.This article is of course not to prove right or wrong, the main idea of this artile is looking at the appreciative differences in each text and then the main idea is to find broader and deeper meanings related to Yunus and his story. The interpretations of Christian theologians as well as Muslim commentators will offer further explanations about the figure of Yunus in the Bible and in the Qur’an.
AbstrakYunus dalam Alkitab dan dalam Al-Qur’an adalah tokoh yang sama yaitu seorang nabi yang diutus Allah untuk mengingatkan dan menegur orang-orang Niniwe supaya berpaling dan kembali kepada Allah dan memuji Allah. Namun di beberapa bagian ada poin-poin yang berbeda yang disampaikan Alkitab dan juga Al-Qur’an. Tulisan ini akan memperlihatkan dan menyandingkan kedua teks tersebut baik dalam Alkitab dan Al-Qur’an sehingga kita bisa melihat kekayaan dari kedua teks tersebut dengan pembacaan komunitarian lintas teks atas Kitab-kitab suci. Ada hal yang memperkaya kita melalui dua teks ini baik dari siapa itu bangsa Niniwe dalam Al-Qur’an atau juga proses teguran Allah kepada Yunus ketika di telan ikan besar dan bagaimana Allah memberi pengajaran kepadanya melalui pohon Labu. Tulisan ini tentunya bukan bicara benar salah tapi lebih melihat kepada perbedaan apresiatif dalam masing-masing teks dan kemudian penulis menemukan makna yang lebih luas dan lebih mendalam lagi terkait Yunus dan kisahnya. Adapun tafsiran dari teolog Kristen dan juga dari para mufasir Islam akan lebih menjelaskan sosok Yunus dalam Alkitab dan dalam Al-Qur’an.
Duta Wacana Christian University
Title: Yunus, Labu, dan Kisah Pelariannya!: Melihat Yunus dalam Alkitab dan Surah Yunus dalam Al-Qur’an (Kitab Yunus, QS Yunus: 1-109, QS As-Saffat: 139-148, QS Al-Anbiyaa’: 87-88)
Description:
AbstractJonah in the Bible and in the Qur’an is the same character, namely a prophet who was sent by Allah to remind and rebuke the Nineveh people to turn and praise Allah.
However, through comparative reading of these texts we will find different narratives about Yunus.
But this paper will read both texts in the Bible and the Qur’an so that we can see the richness of the two texts by reading communitarian cross-text over the holy books.
There are many things that give us these two texts either from who the Nineveh were in the Qur’an or also Allah’s rebuke to Jonah when he was swallowed by the big fish and how Allah taught through the Pumpkin tree.
This article is of course not to prove right or wrong, the main idea of this artile is looking at the appreciative differences in each text and then the main idea is to find broader and deeper meanings related to Yunus and his story.
The interpretations of Christian theologians as well as Muslim commentators will offer further explanations about the figure of Yunus in the Bible and in the Qur’an.
AbstrakYunus dalam Alkitab dan dalam Al-Qur’an adalah tokoh yang sama yaitu seorang nabi yang diutus Allah untuk mengingatkan dan menegur orang-orang Niniwe supaya berpaling dan kembali kepada Allah dan memuji Allah.
Namun di beberapa bagian ada poin-poin yang berbeda yang disampaikan Alkitab dan juga Al-Qur’an.
Tulisan ini akan memperlihatkan dan menyandingkan kedua teks tersebut baik dalam Alkitab dan Al-Qur’an sehingga kita bisa melihat kekayaan dari kedua teks tersebut dengan pembacaan komunitarian lintas teks atas Kitab-kitab suci.
Ada hal yang memperkaya kita melalui dua teks ini baik dari siapa itu bangsa Niniwe dalam Al-Qur’an atau juga proses teguran Allah kepada Yunus ketika di telan ikan besar dan bagaimana Allah memberi pengajaran kepadanya melalui pohon Labu.
Tulisan ini tentunya bukan bicara benar salah tapi lebih melihat kepada perbedaan apresiatif dalam masing-masing teks dan kemudian penulis menemukan makna yang lebih luas dan lebih mendalam lagi terkait Yunus dan kisahnya.
Adapun tafsiran dari teolog Kristen dan juga dari para mufasir Islam akan lebih menjelaskan sosok Yunus dalam Alkitab dan dalam Al-Qur’an.
Related Results
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
MATEMATIKA DALAM AL-QUR’AN
MATEMATIKA DALAM AL-QUR’AN
Al-Qur’an merupakan kitab suci bagi umat Islam yang di dalamnya tidak hanya memuat tentang amaliah keagamaan saja tapi juga memuat tentang sains dan ilmu pengetahuan tak terkecual...
KARAKTERISTIK DAN NILAI-NILAI MORAL DALAM QASHASHUL QUR’AN : PERSFEKTIF ETIKA ISLAM
KARAKTERISTIK DAN NILAI-NILAI MORAL DALAM QASHASHUL QUR’AN : PERSFEKTIF ETIKA ISLAM
Abstrak
Kisah-kisah dalam Al-Qur'an menarik perhatian karena mengandung hubungan sebab-akibat yang logis dan memberikan pesan serta pelajaran sejarah yang mendalam. Al-Qur'an memu...
STUDI PENCAMPURAN LABU KUNING (Cucurbita Moschata) DENGAN TEPUNG BERAS TERHADAP KARAKTERISTIK BISKUIT YANG DIHASILKAN
STUDI PENCAMPURAN LABU KUNING (Cucurbita Moschata) DENGAN TEPUNG BERAS TERHADAP KARAKTERISTIK BISKUIT YANG DIHASILKAN
Tujuan dari penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui penambahan labu kuning tingkat pencampuran dan penambahan labu kuning terhadap perubahankomposisi kimia (kadar air, kad...
Tafsir Maqashidi dalam Tafsir Nazm Al-Durar Fi Tanasub Al-Ayat Wa Al-Suwar Karya Burhanuddin Al-Biqa’i
Tafsir Maqashidi dalam Tafsir Nazm Al-Durar Fi Tanasub Al-Ayat Wa Al-Suwar Karya Burhanuddin Al-Biqa’i
Al-Biqa’i merupakan seorang mufasir abad pertengahan yang banyak berkontribusi dalam dunia intelektual dan telah menghasilkan sebuah karya fenomenal yakni kitab Nazm al-Durar fi Ta...
Konsekuensi Menolak Ineransi Alkitab
Konsekuensi Menolak Ineransi Alkitab
The inerrancy of the Bible relates to the Bible as the Word of God which is free from error in its entirety. The Bible is a life guide for Christians that is useful for teaching, r...
Kisah Maryam binti Imran dalam QS. Maryam: 16-30 Perspektif Hermeneutika Wilhelm Dilthey
Kisah Maryam binti Imran dalam QS. Maryam: 16-30 Perspektif Hermeneutika Wilhelm Dilthey
Qaṣaṣ al-Qur’an merupakan satu kajian khusus yang dihadirkan oleh ulama ahli tafsir dalam memahami kisah yang ada dalam al-Qur’an. Qaṣaṣ al-Qur’an ini banyak mengandung keterangan ...
HISTORIOGRAFI DALAM TAFSIR AL-QUR’AN
HISTORIOGRAFI DALAM TAFSIR AL-QUR’AN
Tulisan ini bertujuan untuk meneliti kajian historigrafi dalam tafsir Al-Qur’an yang dilakukan oleh mufasir dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode...


