Javascript must be enabled to continue!
Autokorelasi Spasial Kepadatan Bangunan dan Sebaran Genangan Banjir Kawasan Pesisir Kota Palu
View through CrossRef
Kota Palu, sebagai salah satu pusat perkotaan di Indonesia, mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa dekade terakhir. Pertumbuhan ini disertai dengan peningkatan kepadatan penduduk dan pembangunan bangunan. Peningkatan kepadatan bangunan memiliki dampak yang signifikan pada dinamika perkotaan, termasuk mobilitas penduduk, pemanfaatan lahan, dan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih mendalam tentang pola distribusi spasial kepadatan bangunan di Kota Palu sangat penting. Banjir merupakan ancaman serius bagi keselamatan warga, lingkungan, dan aset kota. Untuk mengurangi risiko banjir, pemahaman yang mendalam tentang pola sebaran banjir dalam wilayah kota sangat penting. Autokorelasi spasial adalah alat analisis yang dapat membantu kita memahami apakah pola sebaran banjir dalam kota memiliki keterkaitan spasial yang signifikan. Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi spasial dengan Moran’s I pada aspek kepadatan bangunan menunjukkan nilai moran’s I sebesar 0,847 dan pada aspek genangan banjir menunjukkan nilai moran’s I 0,067 hal ini memperlihatkan terdapat autokorelasi spasial pada aspek kepadatan bangunan dan genangan banjir di kawasan Pesisir Kota Palu. Hasil pengujian indeks LISA Kepadatan Bangunan Wilayah dengan P-value < α = 5% yaitu Tanamodindi, Besusu Tengah, Lolu Selatan, Siranindi yang berarti bahwa kelurahan tersebut terdapat keterkaitan kepadatan bangunan antar wilayah di setiap kelurahan Kawasan Pesisir Kota Palu.. Hasil pengujian indeks LISA Genangan Banjir Wilayah dengan P-value < α = 5% yaitu Tondo.
Title: Autokorelasi Spasial Kepadatan Bangunan dan Sebaran Genangan Banjir Kawasan Pesisir Kota Palu
Description:
Kota Palu, sebagai salah satu pusat perkotaan di Indonesia, mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa dekade terakhir.
Pertumbuhan ini disertai dengan peningkatan kepadatan penduduk dan pembangunan bangunan.
Peningkatan kepadatan bangunan memiliki dampak yang signifikan pada dinamika perkotaan, termasuk mobilitas penduduk, pemanfaatan lahan, dan kualitas lingkungan.
Oleh karena itu, pemahaman yang lebih mendalam tentang pola distribusi spasial kepadatan bangunan di Kota Palu sangat penting.
Banjir merupakan ancaman serius bagi keselamatan warga, lingkungan, dan aset kota.
Untuk mengurangi risiko banjir, pemahaman yang mendalam tentang pola sebaran banjir dalam wilayah kota sangat penting.
Autokorelasi spasial adalah alat analisis yang dapat membantu kita memahami apakah pola sebaran banjir dalam kota memiliki keterkaitan spasial yang signifikan.
Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi spasial dengan Moran’s I pada aspek kepadatan bangunan menunjukkan nilai moran’s I sebesar 0,847 dan pada aspek genangan banjir menunjukkan nilai moran’s I 0,067 hal ini memperlihatkan terdapat autokorelasi spasial pada aspek kepadatan bangunan dan genangan banjir di kawasan Pesisir Kota Palu.
Hasil pengujian indeks LISA Kepadatan Bangunan Wilayah dengan P-value < α = 5% yaitu Tanamodindi, Besusu Tengah, Lolu Selatan, Siranindi yang berarti bahwa kelurahan tersebut terdapat keterkaitan kepadatan bangunan antar wilayah di setiap kelurahan Kawasan Pesisir Kota Palu.
Hasil pengujian indeks LISA Genangan Banjir Wilayah dengan P-value < α = 5% yaitu Tondo.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
<span style="color: #444444; font-family: HelveticaNeue, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 11.9px; line-height: 21px;">Kawasan Tembalang diperuntukka...
RELOKASI PENDUDUK TERDAMPAK BANJIR/ROB DI KOTA SEMARANG
RELOKASI PENDUDUK TERDAMPAK BANJIR/ROB DI KOTA SEMARANG
<p class="JudulABSInd"><strong>ABSTRAK</strong></p><p class="abstrak">Kota Semarang sering dilanda banjir, baik banjir harian akibat rob ataupun banji...
PENGARUH FAKTOR CURAH HUJAN DAN ALIRAN PERMUKAAN UNTUK PROGNOSA DEBIT DAN INDEK BANJIR DALAM MENGURANGI RESIKO BENCANA BAHAYA BANJIR PADA DAERAH DATARAN BANJIR ALIRAN SUNGAI
PENGARUH FAKTOR CURAH HUJAN DAN ALIRAN PERMUKAAN UNTUK PROGNOSA DEBIT DAN INDEK BANJIR DALAM MENGURANGI RESIKO BENCANA BAHAYA BANJIR PADA DAERAH DATARAN BANJIR ALIRAN SUNGAI
Batang Kuranji merupakan salah satu sungai yang melintasi Kota padang dan bermuara di wilayah bagian utara kota yang merupakan bagian dari wilayah Kota Padang. Topografi di ba...
Analisis Struktur Bangunan Rumah Tinggal di Desa Jumoyo yang Berisiko Terhadap Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi
Analisis Struktur Bangunan Rumah Tinggal di Desa Jumoyo yang Berisiko Terhadap Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi
Desa Jumoyo merupakan daerah rawan bencana yang salah satunya disebabkan oleh banjir lahar dingin. Banjir lahar dingin dari erupsi Gunung Merapi telah menyebabkan kerusakan banguna...
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang ...
Kajian Penelusuran Banjir Batang Tambuo
Kajian Penelusuran Banjir Batang Tambuo
Batang Tambuo adalah sebuah sungai yang mengalir melewati di Kecamatan Aur Birugo, Kota Bukittinggi. Daerah Aliran Sungai Batang (DAS) Tambuo ini sering kali mengalami banjir. Musi...
DESAIN TANGGUL SEBAGAI SOLUSI BANJIR DENGAN MODEL HIDRODINAMIK NUFSAW2D PADA DESA MAEN, SULAWESI UTARA
DESAIN TANGGUL SEBAGAI SOLUSI BANJIR DENGAN MODEL HIDRODINAMIK NUFSAW2D PADA DESA MAEN, SULAWESI UTARA
ABSTRACT The Maen Village, Minahasa Utara Regency, Province of North Sulawesi, is located adjacent to the sea and on the confluence of three rivers namely Maen Besar River, Maen Ke...

