Javascript must be enabled to continue!
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
View through CrossRef
ABSTRAKSalah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum dengan berbagai alasan seperti kenyamanan, waktu tempuh perjalanan lebih cepat, kapasitas angkutan umum tidak dioperasikan sebagaimana mestinya dan lain sebagainya. Kajian ini merupakan studi preferensi untuk menjajaki persepsi transformasi pengguna angkutan pribadi (roda empat dan roda dua) berbasis karakteristik perjalanan komuter. Rancangan pendekatan analisis terdiri dari metode statistik deskriptif untuk mendapatkan karakteristik perjalanan komuter angkutan pribadi dalam hal biaya perjalanan, biaya operasi kendaraan, jarak tempuh dan waktu tempuh, serta pemodelan SEM Partial Least Square (PLS) untuk mendapatkan pengaruh karakteristik perjalanan komuter angkutan pribadi terhadap transformasi moda angkutan. Hasil penelitian berdasarkan analisa data diketahui yakni Preferensi Angkutan Pribadi perjalanan komuter yang tertinggi adalah indikator kenyamanan dalam hal keempukan tempat duduk sebesar 97.1%, fasilitas tempat duduk dengan kesesuaian kondisi tubuh sebesar 97.0%, sirkulasi udara sebesar 91.2%, perilaku mengemudi sebesar 90.5%, tingkat keamanan dari gangguan alam sangat aman sebesar 88.2%, jaminan keamanan dari tindakan kriminal sebesar 85.9%, kelengkapan kendaraan dalam hal alat keselamatan sebesar 84.6%, jaminan keselamatan dari kecelakaan lalulintas sebesar 74.8%, kenyamanan dalam hal kesesuaian umur kendaraan sebesar 55.5%, Budaya (Image) dalam hal kedisiplinan berlalulintas sebesar 53.3% dan yang terendah adalah indikator Budaya (Image) dalam hal fakor gengsi sebesar 38.6%.Kemudian persepsi responden terhadap Transformasi moda yang di dimanifestasikan dengan variabel indikator dalam hal kesediaan berpindah menggunakan moda angkutan umum responden yang menyatakan sangat setuju sebesar 18.3%, setuju sebesar 20.6%, kurang setuju sebesar 22.2%, tidak setuju sebesar 28.1% dan yang menyatakan sangat tidak setuju sebesar 10.8%. Indikator dalam hal faktor prioritas utama yang memepengaruhi bersedia pindah ke angkutan umum, responden yang menyatakan faktor waktu perjalanan sebesar 38.2%, faktor waktu tunggu sebesar 16.7%, faktor total tariff perjalanan sebesar 12.7%, faktor keamanan sebesar 9.8%, faktor keselamatan sebesar 7.8%, faktor kenyamanan sebesar 6.5%, faktor transfer moda sebesar 4,2%, faktor waktu akses 3.6% dan yang menyatakan faktor budaya (image) sebesar 0.3%.Berdasarkan hasil uji hipotesis ditemukan bahwa karakteristik Preferensi Angkutan Pribadi (PAP) signifikan berpengaruh langsung terhadap variabel endogen Transformasi (TRF) sebesar 8.230.
Title: STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
Description:
ABSTRAKSalah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pertambahan volume jalan.
Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum dengan berbagai alasan seperti kenyamanan, waktu tempuh perjalanan lebih cepat, kapasitas angkutan umum tidak dioperasikan sebagaimana mestinya dan lain sebagainya.
Kajian ini merupakan studi preferensi untuk menjajaki persepsi transformasi pengguna angkutan pribadi (roda empat dan roda dua) berbasis karakteristik perjalanan komuter.
Rancangan pendekatan analisis terdiri dari metode statistik deskriptif untuk mendapatkan karakteristik perjalanan komuter angkutan pribadi dalam hal biaya perjalanan, biaya operasi kendaraan, jarak tempuh dan waktu tempuh, serta pemodelan SEM Partial Least Square (PLS) untuk mendapatkan pengaruh karakteristik perjalanan komuter angkutan pribadi terhadap transformasi moda angkutan.
Hasil penelitian berdasarkan analisa data diketahui yakni Preferensi Angkutan Pribadi perjalanan komuter yang tertinggi adalah indikator kenyamanan dalam hal keempukan tempat duduk sebesar 97.
1%, fasilitas tempat duduk dengan kesesuaian kondisi tubuh sebesar 97.
0%, sirkulasi udara sebesar 91.
2%, perilaku mengemudi sebesar 90.
5%, tingkat keamanan dari gangguan alam sangat aman sebesar 88.
2%, jaminan keamanan dari tindakan kriminal sebesar 85.
9%, kelengkapan kendaraan dalam hal alat keselamatan sebesar 84.
6%, jaminan keselamatan dari kecelakaan lalulintas sebesar 74.
8%, kenyamanan dalam hal kesesuaian umur kendaraan sebesar 55.
5%, Budaya (Image) dalam hal kedisiplinan berlalulintas sebesar 53.
3% dan yang terendah adalah indikator Budaya (Image) dalam hal fakor gengsi sebesar 38.
6%.
Kemudian persepsi responden terhadap Transformasi moda yang di dimanifestasikan dengan variabel indikator dalam hal kesediaan berpindah menggunakan moda angkutan umum responden yang menyatakan sangat setuju sebesar 18.
3%, setuju sebesar 20.
6%, kurang setuju sebesar 22.
2%, tidak setuju sebesar 28.
1% dan yang menyatakan sangat tidak setuju sebesar 10.
8%.
Indikator dalam hal faktor prioritas utama yang memepengaruhi bersedia pindah ke angkutan umum, responden yang menyatakan faktor waktu perjalanan sebesar 38.
2%, faktor waktu tunggu sebesar 16.
7%, faktor total tariff perjalanan sebesar 12.
7%, faktor keamanan sebesar 9.
8%, faktor keselamatan sebesar 7.
8%, faktor kenyamanan sebesar 6.
5%, faktor transfer moda sebesar 4,2%, faktor waktu akses 3.
6% dan yang menyatakan faktor budaya (image) sebesar 0.
3%.
Berdasarkan hasil uji hipotesis ditemukan bahwa karakteristik Preferensi Angkutan Pribadi (PAP) signifikan berpengaruh langsung terhadap variabel endogen Transformasi (TRF) sebesar 8.
230.
Related Results
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding denganpertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memilih...
STUDI PREFERENCE TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERBASIS BIAYA PERJALANAN DAN WAKTU PERJALANAN
STUDI PREFERENCE TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERBASIS BIAYA PERJALANAN DAN WAKTU PERJALANAN
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memili...
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional ...
STUDI PREFERENCE TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERJALANAN DAN PERILAKU PENGGUNA
STUDI PREFERENCE TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERJALANAN DAN PERILAKU PENGGUNA
Persoalan transportasi di kota-kota besar seperti Kota Jakarta,Bandung,Surabaya, Medan dan Makassar,merupakan suatu persoalan yang cukup memprihatinkan khususnya dalam memecahkan m...
ANALISIS TARIF ANGKUTAN UMUM BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (TRAYEK CIANJUR-CIPANAS)
ANALISIS TARIF ANGKUTAN UMUM BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (TRAYEK CIANJUR-CIPANAS)
Perkembangan transportasi di Indonesia saat ini sangat pesat. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi dan taraf hidup masyarakat yang semakin meningkat, peningkatan ini dipicu k...
ANALISIS FUNGSI PENGAWASAN UJI BERKALA OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA BATAM TERHADAP ANGKUTAN KOTA
ANALISIS FUNGSI PENGAWASAN UJI BERKALA OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA BATAM TERHADAP ANGKUTAN KOTA
Dalam rangka penertiban angkutan umum, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 5 ayat 2 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjelaskan bahwa “Pembina...
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
Salah satu faktor yang menyebabkan kemacetan bahwa jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan peningkatan volume jalan. Pendekatan desain analisis terdiri dari metode statistik d...
IDENTIFICATION AND CHARACTERISTICS OF URBAN TRANSPORT NEEDS KRAKSAAN IN PROBOLINGGO DISTRICT
IDENTIFICATION AND CHARACTERISTICS OF URBAN TRANSPORT NEEDS KRAKSAAN IN PROBOLINGGO DISTRICT
Angkutan umum perkotaan merupakan bagian dari sistem transportasi perkotaan yang memegang peranan sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Peranan tersebut menjadikan a...

