Javascript must be enabled to continue!
Produksi Etanol dari Tetes Tebu oleh Saccharomyces cerevisiae Pembentuk Flok (NRRL – Y 265)
View through CrossRef
The potential use of sugar cane molasses by flocculant Saccharomyces cerevisiae in ethanol production was investigated. In order to minimize the negative effect of calcium on yeast growth, pretreated sugar cane molasses with dilute acid was performed. The influence of process parameters such as sugar concentration and inoculum concentration were evaluated for enhancing bioethanol production. Result showed that maximum ethanol concentration of 8,792% (b/v) was obtained at the best condition of inoculum concentration 10% (v/v) and sugar concentration 15% (b/v). Based on the experimental data, maximum yield of ethanol production of 65% was obtained. This result demonstrated the potential of molasses as promising biomass resources for ethanol production.ABSTRAKEfisiensi produksi bioetanol diperoleh melalui ketepatan pemilihan jenis mikroorganisme, bahan baku, dan kontrol proses fermentasi. Alternatif proses untuk meminimalisasi biaya produksi etanol adalah dengan mengeliminasi tahap pemisahan sentrifugasi sel dari produk karena memerlukan biaya instalasi dan biaya perawatan yang tinggi. Proses sentrifugasi merupakan tahapan penting untuk memisahkan sel mikroba dari medium fermentasi pada produksi bioetanol. Untuk meminimalisir biaya produksi akibat proses tersebut digunakan inokulum Saccharomyces cerevisiae pembentuk flok dan tetes tebu sebagai sumber gula. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi penambahan inokulum Saccharomyces cerevisiae pembentuk flok dan konsentrasi sumber gula dalam tetes tebu yang tepat dalam produksi etanol yang maksimum. Saccharomyces cerevisiae sebanyak 5%, 10%, dan 15% (v/v) diinokulasikan pada medium tetes tebu hasil pretreatment dengan kandungan gula 15%, 20%, dan 25% (b/v) pada pH 5. Fermentasi dilakukan pada suhu 30°C dan agitasi 100 rpm selama 72 jam. Etanol tertinggi didapat pada kondisi konsentrasi inokulum 10% (v/v) dan konsentrasi sumber gula 15% (b/v) yaitu sebesar 8, 792% (b/v) dengan yield etanol sebesar 65%.
Title: Produksi Etanol dari Tetes Tebu oleh Saccharomyces cerevisiae Pembentuk Flok (NRRL – Y 265)
Description:
The potential use of sugar cane molasses by flocculant Saccharomyces cerevisiae in ethanol production was investigated.
In order to minimize the negative effect of calcium on yeast growth, pretreated sugar cane molasses with dilute acid was performed.
The influence of process parameters such as sugar concentration and inoculum concentration were evaluated for enhancing bioethanol production.
Result showed that maximum ethanol concentration of 8,792% (b/v) was obtained at the best condition of inoculum concentration 10% (v/v) and sugar concentration 15% (b/v).
Based on the experimental data, maximum yield of ethanol production of 65% was obtained.
This result demonstrated the potential of molasses as promising biomass resources for ethanol production.
ABSTRAKEfisiensi produksi bioetanol diperoleh melalui ketepatan pemilihan jenis mikroorganisme, bahan baku, dan kontrol proses fermentasi.
Alternatif proses untuk meminimalisasi biaya produksi etanol adalah dengan mengeliminasi tahap pemisahan sentrifugasi sel dari produk karena memerlukan biaya instalasi dan biaya perawatan yang tinggi.
Proses sentrifugasi merupakan tahapan penting untuk memisahkan sel mikroba dari medium fermentasi pada produksi bioetanol.
Untuk meminimalisir biaya produksi akibat proses tersebut digunakan inokulum Saccharomyces cerevisiae pembentuk flok dan tetes tebu sebagai sumber gula.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi penambahan inokulum Saccharomyces cerevisiae pembentuk flok dan konsentrasi sumber gula dalam tetes tebu yang tepat dalam produksi etanol yang maksimum.
Saccharomyces cerevisiae sebanyak 5%, 10%, dan 15% (v/v) diinokulasikan pada medium tetes tebu hasil pretreatment dengan kandungan gula 15%, 20%, dan 25% (b/v) pada pH 5.
Fermentasi dilakukan pada suhu 30°C dan agitasi 100 rpm selama 72 jam.
Etanol tertinggi didapat pada kondisi konsentrasi inokulum 10% (v/v) dan konsentrasi sumber gula 15% (b/v) yaitu sebesar 8, 792% (b/v) dengan yield etanol sebesar 65%.
Related Results
BELA NEGARA UNTUK MEWUJUDKAN USATANI TEBU BERKELANJUTAN
BELA NEGARA UNTUK MEWUJUDKAN USATANI TEBU BERKELANJUTAN
Artikel Bela Negara Untuk Mewujudkan Usahatani Tebu Berkelanjutan ditulis sebagai aktualisasi diri, mencurahkan bakti kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menunjukkan kepedul...
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
Populasi manusia saat ini yang semakin meningkat tiap tahunnya mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan pangan dan papan. Dua kebutuhan tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan de...
TRADISI TABU MANTEN
TRADISI TABU MANTEN
Tradisi Tebu Manten merupakan salah satu bentuk keariafan lokal yang berkembang di masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki indutrsi gula. Pabrik Gula memiliki tradisi unik sa...
Profil Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Obat Tetes Mata pada Mahasiswa Kota Surabaya
Profil Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Obat Tetes Mata pada Mahasiswa Kota Surabaya
Penggunaan obat tetes mata saat ini semakin meningkat untuk mengatasi gangguan mata seperti mata kering. Kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang cara penggunaan obat tetes mata yan...
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Ampas tebu merupakan salah satu produk samping yang dihasilkan oleh industri gula dan belum dimanfaatkan secara optimal. Ampas tebu yang dihasilkan oleh proses produksi gula mencap...
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Potensi Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
Ampas tebu merupakan salah satu produk samping yang dihasilkan oleh industri gula dan belum dimanfaatkan secara optimal. Ampas tebu yang dihasilkan oleh proses produksi gula mencap...
PENGARUH PYRACLOSTROBIN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SINGLE BUD PLANTING (BUDCHIP) TANAMAN TEBU (Saccharum Officinarum L.)
PENGARUH PYRACLOSTROBIN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SINGLE BUD PLANTING (BUDCHIP) TANAMAN TEBU (Saccharum Officinarum L.)
Tebu merupakan salah satu penghasil gula utama di Indonesia. Gula sebagai salah satu kebutuhan pokok dan Tebu merupakan salah satu komoditi yang berperan dalam pemeliharaan ketahan...
Genomic potential of Streptomyces roseochromogenes NRRL 3504 for the production of specialized metabolites: analysis in silico
Genomic potential of Streptomyces roseochromogenes NRRL 3504 for the production of specialized metabolites: analysis in silico
Streptomyces roseochromogenes NRRL 3504 is the only known producer of aminocoumarin antibiotic clorobiocin – an inhibitor of bacterial DNA-gyrase and topoisomerase IV. Sequencing o...

