Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN ANTAR UMAT BERAGAMA (Studi Tafsir Tematik Muhammadiyah)

View through CrossRef
Abstract Inter-religious relations have always been an interesting issue to study. On 1 November 2022 Religion Twenty (R20) was held in Bali involving religious leaders from around the world. This religious forum is a new step for all religious communities to establish good relations between religious communities so as to avoid divisions. This article aims to further explore the principles of inter-religious relations in the book of thematic interpretations by Muhammadiyah. This research is a type of library research. The results of this study indicate that there are three principles of inter- religious relations in the book of thematic interpretations by Muhammadiyah: 1) recognition of plurality and competition in goodness, 2) peaceful coexistence in inter-religious relations, and 3) justice and equality. Abstrak : Hubungan Antar Umat Beragama senantiasa menjadi isu yang menarik untuk dikaji. Pada 1 November 2022 telah diselenggarakan Religion Twenty (R20) di Bali dengan melibatkan para tokoh agama dari berbagai dunia. Forum agama ini menjadi langkah baru bagi semua masyarakat beragama untuk menjalin hubungan baik antar umat beragama sehingga terhindar dari perpecahan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplor lebih jauh prinsip-prinsip hubungan antar umat beragama dalam kitab tafsir tematik karya Muhammadiyah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa terdapat tiga prinsip hubungan antar umat beragama dalam kitab tafsir tematik karya Muhammadiyah: 1) pengakuan adanya pluralitas dan berlomba dalam kebaikan, 2) koeksistensi damai dalam hubungan antar umat beragama, dan 3) keadilan dan persamaan.
Title: HUBUNGAN ANTAR UMAT BERAGAMA (Studi Tafsir Tematik Muhammadiyah)
Description:
Abstract Inter-religious relations have always been an interesting issue to study.
On 1 November 2022 Religion Twenty (R20) was held in Bali involving religious leaders from around the world.
This religious forum is a new step for all religious communities to establish good relations between religious communities so as to avoid divisions.
This article aims to further explore the principles of inter-religious relations in the book of thematic interpretations by Muhammadiyah.
This research is a type of library research.
The results of this study indicate that there are three principles of inter- religious relations in the book of thematic interpretations by Muhammadiyah: 1) recognition of plurality and competition in goodness, 2) peaceful coexistence in inter-religious relations, and 3) justice and equality.
Abstrak : Hubungan Antar Umat Beragama senantiasa menjadi isu yang menarik untuk dikaji.
Pada 1 November 2022 telah diselenggarakan Religion Twenty (R20) di Bali dengan melibatkan para tokoh agama dari berbagai dunia.
Forum agama ini menjadi langkah baru bagi semua masyarakat beragama untuk menjalin hubungan baik antar umat beragama sehingga terhindar dari perpecahan.
Artikel ini bertujuan untuk mengeksplor lebih jauh prinsip-prinsip hubungan antar umat beragama dalam kitab tafsir tematik karya Muhammadiyah.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan.
Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa terdapat tiga prinsip hubungan antar umat beragama dalam kitab tafsir tematik karya Muhammadiyah: 1) pengakuan adanya pluralitas dan berlomba dalam kebaikan, 2) koeksistensi damai dalam hubungan antar umat beragama, dan 3) keadilan dan persamaan.

Related Results

Interaksi Sosial antar Umat Beragama di Kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah
Interaksi Sosial antar Umat Beragama di Kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah
This article aims to discuss the views of in Lut Tawar Subdistrict regarding religious life that occurs within society, especially the relationship between religious people. Also t...
Moderasi Beragama dalam Konteks Pluralisme Terhadap Qs. Al Kafirun: Studi Komparatif Tafsir Ibnu Katsir dan Al Misbah
Moderasi Beragama dalam Konteks Pluralisme Terhadap Qs. Al Kafirun: Studi Komparatif Tafsir Ibnu Katsir dan Al Misbah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis moderasi beragama dalam konteks pluralisme terhadap Qs. Al Kafirun studi komparatif tafsir Ibn Katsir dan Tafsir Al Misbah, dengan mengg...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Dayah Ummul Ayman is one of the largest dayah in Aceh. The teaching of tafsir in this dayah is carried out through dayah curriculum and adapted to the abilities of students. Standa...
PERANAN MEDITASI EMPAT APPAMANNA DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA
PERANAN MEDITASI EMPAT APPAMANNA DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA
Pada hakekatnya setiap manusia mempunyai sifat fanatik namun pada setiap individu satu dengan yang lain tidak sama dalam tingkat fanatiknya. Begitu juga sebagai umat Buddha yang me...

Back to Top