Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Konfigurasi Batang Pada Perancangan Rangka Atap Bambu

View through CrossRef
ABSTRACT  This study discusses the system design roof truss on a wide span which spans 15 m using bamboo materials, it is deemed necessary because of the material bamboo is a material that is readily available and can be used as themporary shelter as a temporary shelter disaster victims, therefore it needs to be done a review of some particular configuration rod placement diagonal rods. The purpose of the configuration of the rod is to obtain an optimal and efficient structure and implement connection system Moriscos on bamboo construction. On the pedestal roof frame is at the point of the column, so that in this condition is considered the foundation of the joints with horizontal movement of the pedestal reason restrained by anchor bolts and added restrained also by friction contact area of the pedestal. In this modeling study using bamboo material strap (Gigantochloa lear kurz) diameter of 6 cm, as a truss, and use the program SAP 2000 version 14 as a tool in calculating the truss. from reviewing several models from the rafters with bamboo material shows that the stiffness criterion for diagonal rod configuration on the model B which show the predicted vertical deflection z direction is small. As for the efficiency criteria in terms of style rod rod press (compression) due to the effect of buckling (buckling), various models have the smallest is the model A.  Keywords: bamboo, design, roof truss. ABSTRAK Kajian ini membahas perancangan sistem rangka atap pada bentang yang lebar yaitu bentang  15 m dengan menggunakan material bambu, hal ini dirasa perlu karena material bambu merupakan material yang mudah didapat dan dapat digunakan sebagai themporary shelter sebagai tempat tinggal sementara  korban bencana, oleh karena itu perlu dilakukan peninjauan terhadap beberapa konfigurasi penempatan batang khususnya batang diagonal. Tujuan dari konfigurasi batang tersebut adalah untuk mendapatkan struktur yang optimal dan efisien serta menerapkan sistem sambungan morisco pada konstruksi bambu. Pada tumpuan rangka atap berada pada titik kolom, sehingga dalam kondisi ini tumpuan dianggap sendi-sendi dengan alasan pergerakan horizontal tumpuan tertahan oleh angkur baut serta ditambahkan tertahan juga oleh gesekan bidang kontak tumpuan. Kajian permodelan ini menggunakan material bambu tali (gigantochloa apus kurz) berdiameter 6 cm, sebagai bahan rangka batang, dan menggunakan program SAP 2000 versi 14 sebagai alat bantu dalam menghitung struktur rangka batang dari peninjauan beberapa model dari rangka atap dengan material bambu menunjukkan bahwa untuk kriteria kekakuan maka konfigurasi batang diagonal pada model B yang menunjukkan prediksi defleksi vertikal arah z yang kecil. Sedangkan untuk kriteria efisiensi batang ditinjau dari gaya batang tekan  (compression) karena pengaruh tekuk (buckling), dari berbagai model dipilih yang terkecil adalah model A. Kata Kunci: bambu, perancangan, rangka atap.
Title: Konfigurasi Batang Pada Perancangan Rangka Atap Bambu
Description:
ABSTRACT  This study discusses the system design roof truss on a wide span which spans 15 m using bamboo materials, it is deemed necessary because of the material bamboo is a material that is readily available and can be used as themporary shelter as a temporary shelter disaster victims, therefore it needs to be done a review of some particular configuration rod placement diagonal rods.
The purpose of the configuration of the rod is to obtain an optimal and efficient structure and implement connection system Moriscos on bamboo construction.
On the pedestal roof frame is at the point of the column, so that in this condition is considered the foundation of the joints with horizontal movement of the pedestal reason restrained by anchor bolts and added restrained also by friction contact area of the pedestal.
In this modeling study using bamboo material strap (Gigantochloa lear kurz) diameter of 6 cm, as a truss, and use the program SAP 2000 version 14 as a tool in calculating the truss.
from reviewing several models from the rafters with bamboo material shows that the stiffness criterion for diagonal rod configuration on the model B which show the predicted vertical deflection z direction is small.
As for the efficiency criteria in terms of style rod rod press (compression) due to the effect of buckling (buckling), various models have the smallest is the model A.
 Keywords: bamboo, design, roof truss.
 ABSTRAK Kajian ini membahas perancangan sistem rangka atap pada bentang yang lebar yaitu bentang  15 m dengan menggunakan material bambu, hal ini dirasa perlu karena material bambu merupakan material yang mudah didapat dan dapat digunakan sebagai themporary shelter sebagai tempat tinggal sementara  korban bencana, oleh karena itu perlu dilakukan peninjauan terhadap beberapa konfigurasi penempatan batang khususnya batang diagonal.
Tujuan dari konfigurasi batang tersebut adalah untuk mendapatkan struktur yang optimal dan efisien serta menerapkan sistem sambungan morisco pada konstruksi bambu.
Pada tumpuan rangka atap berada pada titik kolom, sehingga dalam kondisi ini tumpuan dianggap sendi-sendi dengan alasan pergerakan horizontal tumpuan tertahan oleh angkur baut serta ditambahkan tertahan juga oleh gesekan bidang kontak tumpuan.
Kajian permodelan ini menggunakan material bambu tali (gigantochloa apus kurz) berdiameter 6 cm, sebagai bahan rangka batang, dan menggunakan program SAP 2000 versi 14 sebagai alat bantu dalam menghitung struktur rangka batang dari peninjauan beberapa model dari rangka atap dengan material bambu menunjukkan bahwa untuk kriteria kekakuan maka konfigurasi batang diagonal pada model B yang menunjukkan prediksi defleksi vertikal arah z yang kecil.
Sedangkan untuk kriteria efisiensi batang ditinjau dari gaya batang tekan  (compression) karena pengaruh tekuk (buckling), dari berbagai model dipilih yang terkecil adalah model A.
 Kata Kunci: bambu, perancangan, rangka atap.

Related Results

KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
Dalam ilmu statika benda didalam bidang dapat dibedakan menjadi konstruksi batang dan konstruksi rangka batang. Konstruksi rangka batang merupakan konstruksi yang terdiri dari elem...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
Analisa Perbandingan Biaya Pada Kuda Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu (Gedung Dengan Desain Atap Pelana Dan Luas Atap 554 M2)
Analisa Perbandingan Biaya Pada Kuda Kuda Baja Ringan Dengan Kuda-Kuda Kayu (Gedung Dengan Desain Atap Pelana Dan Luas Atap 554 M2)
Atap adalah salah satu bagian yang penting pada suatu bangunan. Salah satu bagian dari konstruksi atap adalah kuda-kuda. Material kuda-kuda yang paling sering dijumpai di kalangan ...
Pusat Pengelolahan Bambu Di Kabupaten Nagekeo Dengan Tema Eko Arsitektur
Pusat Pengelolahan Bambu Di Kabupaten Nagekeo Dengan Tema Eko Arsitektur
Sejalan dengan perkembangan jaman, kebutuhan kayu untuk konstruksi dan mebel semakin langka dan mahal. Maka dari itu muncul ide-ide dasar untuk mencari alternatif pengganti kayu un...
PERENCANAAN MESIN SERUT BAMBU KAPASITAS 500 BATANG/JAM
PERENCANAAN MESIN SERUT BAMBU KAPASITAS 500 BATANG/JAM
Bambu merupakan tumbuhan berbunga menahun hijau abadi dari subfamili bambusoideae yang termasuk famili poaceae. Bambu digunakan untuk membuat sumpit dan alat memasak lainnya sepert...
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
Stabilitas lereng memerlukan perkuatan untuk meningkatkan kuat geser. Perkuatan dari material bambu dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengganti peran geotekstil yang biasa d...
PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT PADA SAMBUNGAN BAMBU GOMBONG (GIGANTOCHLOA PSEUDOARUNDINASEA) BERDASARKAN KUAT GESER DAN KUAT TUMPU BAMBU
PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT PADA SAMBUNGAN BAMBU GOMBONG (GIGANTOCHLOA PSEUDOARUNDINASEA) BERDASARKAN KUAT GESER DAN KUAT TUMPU BAMBU
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan yang mempunyai peluang besar untuk dikembangkan pada bangunan hijau. Kondisi ini dikarenakan bambu memiliki kharakteristik meka...

Back to Top