Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

BELIS PERKAWINAN SIKKA KROWE: PRAKTIK AKUNTANSI DAN NILAI KEARIFAN LOKAL

View through CrossRef
Penelitian ini mengeksplorasi praktik akuntansi dalam tradisi belis perkawinan masyarakat Sikka Krowe, dengan tujuan untuk menggali bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan ke dalam konsep akuntansi modern. Belis, sebagai bentuk pemberian yang mencakup barang-barang seperti kuda, sapi, ayam, perhiasan, dan uang, memiliki nilai sosial dan budaya yang dalam. Metode penelitian kualitatif digunakan, dengan pendekatan studi kasus untuk memahami pengidentifikasian, pengukuran, dan pengkomunikasian belis dalam konteks akuntansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengidentifikasian barang-barang belis dilakukan melalui kesepakatan antara kedua belah pihak, di mana nilai-nilai budaya berperan penting. Pengukuran nilai belis dilakukan dengan menilai komponen-komponen tersebut dalam satuan uang, menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam transaksi. Pengkomunikasian belis tercermin dalam laporan keuangan yang disusun oleh pihak-pihak terkait, yang tidak hanya mencatat nilai ekonomis tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam praktik akuntansi memberikan wawasan baru mengenai hubungan antara tradisi dan ekonomi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan pendidikan akuntansi yang relevan, serta mendukung pelestarian nilai-nilai budaya dalam masyarakat.
Title: BELIS PERKAWINAN SIKKA KROWE: PRAKTIK AKUNTANSI DAN NILAI KEARIFAN LOKAL
Description:
Penelitian ini mengeksplorasi praktik akuntansi dalam tradisi belis perkawinan masyarakat Sikka Krowe, dengan tujuan untuk menggali bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan ke dalam konsep akuntansi modern.
Belis, sebagai bentuk pemberian yang mencakup barang-barang seperti kuda, sapi, ayam, perhiasan, dan uang, memiliki nilai sosial dan budaya yang dalam.
Metode penelitian kualitatif digunakan, dengan pendekatan studi kasus untuk memahami pengidentifikasian, pengukuran, dan pengkomunikasian belis dalam konteks akuntansi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengidentifikasian barang-barang belis dilakukan melalui kesepakatan antara kedua belah pihak, di mana nilai-nilai budaya berperan penting.
Pengukuran nilai belis dilakukan dengan menilai komponen-komponen tersebut dalam satuan uang, menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam transaksi.
Pengkomunikasian belis tercermin dalam laporan keuangan yang disusun oleh pihak-pihak terkait, yang tidak hanya mencatat nilai ekonomis tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam praktik akuntansi memberikan wawasan baru mengenai hubungan antara tradisi dan ekonomi.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan pendidikan akuntansi yang relevan, serta mendukung pelestarian nilai-nilai budaya dalam masyarakat.

Related Results

Nilai-nilai karakter budaya Belis dalam perkawinan adat masyarakat Desa Benteng Tado Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur
Nilai-nilai karakter budaya Belis dalam perkawinan adat masyarakat Desa Benteng Tado Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur
Penelitian ini dilatarbelakang oleh perubahan sistem perkawinan adat yang menggunakan belis di desa Benteng Tado. Budaya belis menjadi beban ekonomi bagi masyarakat karena sudah be...
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...
KAJIAN TEOLOGIS TERHADAP BUDAYA BELIS DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT SUMBA
KAJIAN TEOLOGIS TERHADAP BUDAYA BELIS DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT SUMBA
Penelitian ini membahas tentang kajian teologis terhadap praktik pemberian belis dalam perkawinan masyarakat Sumba. Budaya atau kebiasaan ini sudah dilakukan secara turun-temurun d...
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui keterkaitan antara kearifan lokal dengan identitas nasional, tantangan kearifan lokal di era disrupsi, dan strategi menjaga eksistens...
PENCATATAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA
PENCATATAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA
Pencatatan perkawinan merupakan proses yang sangat penting untuk kepastian hukum pada suatu pasangan yang melakukan perkawinan. Hal ini sesuai dengan Pasal 2 ayat 2 Undang-Undang P...
Tinjauan Etis-Teologis Terhadap Tradisi Belis Di Pulau Sumba Berdasarkan Konsep Mahar Dalam Alkitab
Tinjauan Etis-Teologis Terhadap Tradisi Belis Di Pulau Sumba Berdasarkan Konsep Mahar Dalam Alkitab
This paper is aimed to determine the appropriate Christian attitude towards the practice of belis (dowry) in Sumba Island. The biblical, anthropological, and sociological concepts ...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...

Back to Top