Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA PINOSTROBIN (5-hidroksi-7-metoksiflavanon) DARI EKSTRAK TEMU KUNCI (Boesenbergia rotunda) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli ATCC 11229 DAN Staphylococcus aureus ATCC 25923

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi optimal pada variasi konsentrasi senyawa pinostrobin dari ekstrak temu kunci (Boesenbergia rotunda) terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 11229 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Jenis penelitian adalah eksperimen. Penelitian dilaksanakan bulan Maret – Juli 2017 di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA UNY. Variabel bebas penelitian adalah konsentrasi pinostrobin dari ekstrak temu kunci sebesar 0,5 ppm; 5 ppm; 50 ppm; 250 ppm; dan 500 ppm. Parameter yang diukur adalah nilai zona hambat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro menggunakan metode difusi agar (Kirby Bauer). Penelitian ini menggunakan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan DMSO (dimethylsulfoxide) sebagai kontrol negatif. Pengamatan dilakukan setiap 6 jam sekali selama 24 jam dengan tiga pengulangan pada setiap konsentrasinya. Data dianalisis menggunakan two way ANOVA, menunjukkan bahwa senyawa pinostrobin ekstrak temu kunci dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli ATCC 11229 maupun S. aureus ATCC 25923. Konsentrasi yang menunjukkan aktivitas antibakteri terbesar pada bakteri E. coli ATCC 11229 sebesar 250 ppm sedangkan pada bakteri S. aureus ATCC 25923 sebesar 500 ppm.Kata kunci : antibakteri, pinostrobin, ekstrak temu kunci, Escherichia coli,  Staphylococcus aureus
Title: UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA PINOSTROBIN (5-hidroksi-7-metoksiflavanon) DARI EKSTRAK TEMU KUNCI (Boesenbergia rotunda) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli ATCC 11229 DAN Staphylococcus aureus ATCC 25923
Description:
Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi optimal pada variasi konsentrasi senyawa pinostrobin dari ekstrak temu kunci (Boesenbergia rotunda) terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 11229 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923.
Jenis penelitian adalah eksperimen.
Penelitian dilaksanakan bulan Maret – Juli 2017 di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA UNY.
Variabel bebas penelitian adalah konsentrasi pinostrobin dari ekstrak temu kunci sebesar 0,5 ppm; 5 ppm; 50 ppm; 250 ppm; dan 500 ppm.
Parameter yang diukur adalah nilai zona hambat.
Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro menggunakan metode difusi agar (Kirby Bauer).
Penelitian ini menggunakan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan DMSO (dimethylsulfoxide) sebagai kontrol negatif.
Pengamatan dilakukan setiap 6 jam sekali selama 24 jam dengan tiga pengulangan pada setiap konsentrasinya.
Data dianalisis menggunakan two way ANOVA, menunjukkan bahwa senyawa pinostrobin ekstrak temu kunci dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.
coli ATCC 11229 maupun S.
aureus ATCC 25923.
Konsentrasi yang menunjukkan aktivitas antibakteri terbesar pada bakteri E.
coli ATCC 11229 sebesar 250 ppm sedangkan pada bakteri S.
aureus ATCC 25923 sebesar 500 ppm.
Kata kunci : antibakteri, pinostrobin, ekstrak temu kunci, Escherichia coli,  Staphylococcus aureus.

Related Results

UJI POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK BATANG GAHARU (Gyrinops versteegii) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
UJI POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK BATANG GAHARU (Gyrinops versteegii) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling utama di Indonesia maupun di negara-negara berkembang lainnya. Kontaminasi mikroba berkaitan dengan penyebab inf...
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Widuri Terhadap Escherichia Coli Dan Staphylococcus Aureus
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Widuri Terhadap Escherichia Coli Dan Staphylococcus Aureus
Antibiotics have a very important role in fighting bacterial infections in the body. However, the results given so far have not been optimal in overcoming the problem of bacterial ...
Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri
Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri
ABSTRACT Skin infections are a common health problem caused by pathogenic bacteria. Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis are two common causes. Staphylococcus aureu...
Studi Literatur Pemanfaatan Jarak Cina (Jatropha multifida L.) sebagai Antibakteri
Studi Literatur Pemanfaatan Jarak Cina (Jatropha multifida L.) sebagai Antibakteri
Abstract. The plants used were leaves and sap of Jatropha (Jatropha multifida L.). Jatropha contains flavonoids, alkaloids, tannins, saponins and phenolic acids, the compound conte...
Potensi Ekstrak Daun Tin (Ficus carica L.) Sebagai Antibakteri
Potensi Ekstrak Daun Tin (Ficus carica L.) Sebagai Antibakteri
Abstract: The most common infection in humans is a bacterial infection that can potentially cause severe disease, septic shock, and multiorgan dysfunction. Disease-causing ba...
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ANGUR LAUT (Caulerpa racemosa) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus PENYEBAB JERAWAT
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ANGUR LAUT (Caulerpa racemosa) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus PENYEBAB JERAWAT
ABSTRAK Ekstrak etanol anggur laut memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Oleh karena itu, untuk me...

Back to Top