Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH PENAMBAHAN VIRGIN COCONUT OIL DAN VITAMIN C DALAM PENGENCER SARI BUAH SEMANGKA KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan menemukan kombinasi terbaik penambahan virgin coconut oil (VCO) dan vitamin C dalam pengencer sari buah semangka dan kuning telur untuk mempertahankan kualitas spermatozoa babi landrace. Semen ditampung dua kali seminggu dari satu ekor ternak babi landrace jantan yang berumur dua tahun. Metode penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan tersebut terdiri atas P0= sari buah semangka (SBS) 80%+ kuning telur (KT ) 20%, P1= SBS 80%+KT 20%+VCO 1,5%, VIT C 0,1 mg/mL, P2= SBS 80%+KT 20%+VCO 3,0%, VIT C 0,2 mg/mL, P3= SBS 80%+KT 20%+VCO 4,5%, VIT C 0,3 mg/mL, P4= SBS 80%+KT 20%+VCO 6,0%, VIT C 0,4 mg/mL. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam coolbox pada suhu 15-20ºC, kemudian diamati setiap 8 jam sampai persentase motilitas spermatozoa 40%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semen yang diencerkan menggunakan sari buah semangka pada perlakuan P1 (VCO 1,5% dan vitamin C 0,1%) mempunyai kualitas yang berpegaruh nyata (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan lainnya, yaitu motilitas mencapai motilitas (53,75±4,79%), viabilitas (59,75±5,56%), abnormalitas (3,75±0,29%) dan daya tahan hidup (29,50±0,82 jam). Disimpulkan bahwa penambahan VCO 1,5% dan vitamin C 0,1% ke dalam pengencer sari buah semangka efektif dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi landrace.
Universitas Islam Malang
Title: PENGARUH PENAMBAHAN VIRGIN COCONUT OIL DAN VITAMIN C DALAM PENGENCER SARI BUAH SEMANGKA KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE
Description:
Penelitian ini bertujuan menemukan kombinasi terbaik penambahan virgin coconut oil (VCO) dan vitamin C dalam pengencer sari buah semangka dan kuning telur untuk mempertahankan kualitas spermatozoa babi landrace.
Semen ditampung dua kali seminggu dari satu ekor ternak babi landrace jantan yang berumur dua tahun.
Metode penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan.
Perlakuan tersebut terdiri atas P0= sari buah semangka (SBS) 80%+ kuning telur (KT ) 20%, P1= SBS 80%+KT 20%+VCO 1,5%, VIT C 0,1 mg/mL, P2= SBS 80%+KT 20%+VCO 3,0%, VIT C 0,2 mg/mL, P3= SBS 80%+KT 20%+VCO 4,5%, VIT C 0,3 mg/mL, P4= SBS 80%+KT 20%+VCO 6,0%, VIT C 0,4 mg/mL.
Semen yang telah diencerkan disimpan dalam coolbox pada suhu 15-20ºC, kemudian diamati setiap 8 jam sampai persentase motilitas spermatozoa 40%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semen yang diencerkan menggunakan sari buah semangka pada perlakuan P1 (VCO 1,5% dan vitamin C 0,1%) mempunyai kualitas yang berpegaruh nyata (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan lainnya, yaitu motilitas mencapai motilitas (53,75±4,79%), viabilitas (59,75±5,56%), abnormalitas (3,75±0,29%) dan daya tahan hidup (29,50±0,82 jam).
Disimpulkan bahwa penambahan VCO 1,5% dan vitamin C 0,1% ke dalam pengencer sari buah semangka efektif dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi landrace.
Related Results
EFEK PENAMBAHAN KUNING TELUR OMEGA-3 PADA PENGENCER AIR KELAPA MUDA TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE
EFEK PENAMBAHAN KUNING TELUR OMEGA-3 PADA PENGENCER AIR KELAPA MUDA TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kuning telur omega-3 dalam pengencer air kelapa muda terhadap kualitas spermatozoa babi Landrace. Bahan yang digun...
Kualitas Semen Cair dan Semen Beku Kambing Peranakan Etawa (PE) pada Berbagai Jenis Pengencer
Kualitas Semen Cair dan Semen Beku Kambing Peranakan Etawa (PE) pada Berbagai Jenis Pengencer
Penggunaan pengencer komersial pada pembuatan semen beku kambing PE umum digunakan di Indonesia. Namun penggunaan pengencer komersial ini memiliki kelemahan, yaitu masa simpan yan...
PENGGUNAAN LEVEL GLISEROL DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR GUNA MEMPERTAHANKAN KUALITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE PADA SUHU PENYIMPANAN 18-20OC
PENGGUNAAN LEVEL GLISEROL DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR GUNA MEMPERTAHANKAN KUALITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE PADA SUHU PENYIMPANAN 18-20OC
Tujuan dari penelitian ini untuk menguji penggunaan level gliserol (GLY) dalam pengencer sitrat-kuning telur (S-KT) guna mempertahankan kualitas spermatozoa babi Landrace pada suhu...
Pengaruh Lama Penyimpanan terhadap Viabilitas dan pH Semen Babi Landrace yang di Encerkan Menggunakan Bahan Pengencer Sitrat Kuning Telur
Pengaruh Lama Penyimpanan terhadap Viabilitas dan pH Semen Babi Landrace yang di Encerkan Menggunakan Bahan Pengencer Sitrat Kuning Telur
Masalah pengenceran semen segar yaitu adanya pengaruh lama penyimpanan. Kelemahan ini dapat diatasi dengan perlakuan waktu pada semen segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetah...
PENGARUH PENAMBAHAN FRUKTOSA DAN LAKTOSA DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE
PENGARUH PENAMBAHAN FRUKTOSA DAN LAKTOSA DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan fruktosa dan laktosa dalam pengencer sitrat kuning telur (S-KT) terhadap kualitas semen cair babi Landrace. Penelitian in...
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP KANDUNGAN GIZI DAN pH TELUR ITIK TALANG BENIH
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP KANDUNGAN GIZI DAN pH TELUR ITIK TALANG BENIH
ABSTRAKTelur merupakan salah satu bahan makanan yang hampir sempurna karena mengandung zat gizi lengkap antara lain protein, lemak, vitamin dan mineral. Telur memiliki kelemahan ya...
STUDI KUALITAS ORGANOLEPTIK KULIT BABI GULING DARI BAHAN BAKU BABI BALI DAN BABI LANDRACE
STUDI KUALITAS ORGANOLEPTIK KULIT BABI GULING DARI BAHAN BAKU BABI BALI DAN BABI LANDRACE
Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas organoleptik kulit babi guling yang berasal daribabi bali dan babi landrace. Kulit babi guling ini adalah salah satu bag...
VITAMIN D INSUFFICIENCY IN FOUR MAJOR HOSPITALS OF PUNJAB
VITAMIN D INSUFFICIENCY IN FOUR MAJOR HOSPITALS OF PUNJAB
Objective: To demonstrate vitamin D deficiency in the general population of Punjab
Study Design: Observational, Cross-Sectional
Place and Duration: Multicentre study co...

