Javascript must be enabled to continue!
Penerapan metode eksperimen untuk mengurangi miskonsepsi siswa kelas XI SMAN 15 Samarinda tentang larutan penyangga
View through CrossRef
Metode eksperimen adalah metode pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan percobaan untuk membuktikan sendiri suatu pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari. Fokus penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode eksperimen untuk mengurangi miskonsepsi siswa tentang materi larutan penyangga. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas XI IPA SMAN 15 Samarinda. Sampel yang digunakan 30 siswa tersebut yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Penelitian ini menggunakan pre experimental dengan one group pretest posttest design. Sampel diajar dengan metode ceramah, kemudian dianalisis miskonsepsinya dan dianjutkan dengan pembelajaran ulang menggunakan metode eksperimen. Pada pembelajaran dengan metode ceramah dilakukan 2 kali pertemuan dan 1 kali ulangan harian. Pada pembelajaran dengan metode ekperimen dilakukan 1 kali pertemuan dan 1 kali ulangan harian. Teknik analisis data menggunakan three–tier diagnostic test. Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi rata-rata siswa kelas XI IPA sebelum pembelajaran menggunakan metode eksperimen adalah 45,3% dan setelah pembelajaran menggunakan metode eksperimen adalah 19,5%. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan adanya penurunan miskonsepsi yaitu sebesar 56,95% pada materi larutan penyangga di kelas XI IPA SMAN 15 Samarinda tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode eksperimen yang diterapan dalam pembelajaran larutan penyanga dapat menurunkan miskonsepsi siswa kelas XI IPA SMAN 15 Samarinda
Universitas Mulawarman
Title: Penerapan metode eksperimen untuk mengurangi miskonsepsi siswa kelas XI SMAN 15 Samarinda tentang larutan penyangga
Description:
Metode eksperimen adalah metode pembelajaran yang memungkinkan peserta didik melakukan percobaan untuk membuktikan sendiri suatu pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari.
Fokus penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode eksperimen untuk mengurangi miskonsepsi siswa tentang materi larutan penyangga.
Populasi dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas XI IPA SMAN 15 Samarinda.
Sampel yang digunakan 30 siswa tersebut yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh.
Penelitian ini menggunakan pre experimental dengan one group pretest posttest design.
Sampel diajar dengan metode ceramah, kemudian dianalisis miskonsepsinya dan dianjutkan dengan pembelajaran ulang menggunakan metode eksperimen.
Pada pembelajaran dengan metode ceramah dilakukan 2 kali pertemuan dan 1 kali ulangan harian.
Pada pembelajaran dengan metode ekperimen dilakukan 1 kali pertemuan dan 1 kali ulangan harian.
Teknik analisis data menggunakan three–tier diagnostic test.
Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi rata-rata siswa kelas XI IPA sebelum pembelajaran menggunakan metode eksperimen adalah 45,3% dan setelah pembelajaran menggunakan metode eksperimen adalah 19,5%.
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan adanya penurunan miskonsepsi yaitu sebesar 56,95% pada materi larutan penyangga di kelas XI IPA SMAN 15 Samarinda tahun ajaran 2018/2019.
Penelitian ini menunjukkan bahwa metode eksperimen yang diterapan dalam pembelajaran larutan penyanga dapat menurunkan miskonsepsi siswa kelas XI IPA SMAN 15 Samarinda.
Related Results
Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan gambaran hasil pre-test siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya, (2) mendeskrips...
Miskonsepsi Stoikiometri pada Siswa SMA
Miskonsepsi Stoikiometri pada Siswa SMA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik TDS (Tes Diagnostdk Stoikiometri) yang dikembangkan dalam penelitian ini, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan penyebab...
Pengaruh penggunaan video eksperimen terhadap hasil belajar siswa SMA pada pokok bahasan larutan penyangga
Pengaruh penggunaan video eksperimen terhadap hasil belajar siswa SMA pada pokok bahasan larutan penyangga
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan video eksperimen terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan larutan penyangga. Populasi pada penelitian ini adala...
Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning Terhadap Kesadaran Metakognisi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Larutan Penyangga
Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning Terhadap Kesadaran Metakognisi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Larutan Penyangga
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model Contextual Teaching and Learning terhadap kesadaran metakognisi dan hasil belajar siswa pada materi larutan penyangga. ...
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Dalam Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Pada Siswa Kelas X Di SMAN 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025)
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Dalam Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Pada Siswa Kelas X Di SMAN 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025)
Rendahnya tingkat kemampuan siswa SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 dalam menulis teks laporan hasil observasi, serta keterbatasan guru dalam menerapkan metode pembela...
INTERAKSI INSTRUCTIONAL MODEL DAN ENTRY LEVEL TERHADAP MISKONSEPSI MAHASISWA
INTERAKSI INSTRUCTIONAL MODEL DAN ENTRY LEVEL TERHADAP MISKONSEPSI MAHASISWA
AbstractLearners have different entry level and have varying misconception. Misconception of learners tend to be resistant and difficult to change. Alternative instructional model ...
Meta Analisis Miskonsepsi Buku Teks Biologi SMA Kelas XI
Meta Analisis Miskonsepsi Buku Teks Biologi SMA Kelas XI
Miskonsepsi adalah perbedaan antara konsep yang dipahami dengan penjelasan para ahli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali miskonsepsi pada buku teks Biologi SMA kel...
Miskonsepsi dalam IPA: Kesalahpahaman Siswa SMP tentang Ciri-ciri Makhluk Hidup
Miskonsepsi dalam IPA: Kesalahpahaman Siswa SMP tentang Ciri-ciri Makhluk Hidup
Miskonsepsi menjadi salah satu hambatan siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya pada materi ciri-ciri makhluk hidup di tingkatan Sekolah Menengah Pertama (S...

