Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

INTERAKSI INSTRUCTIONAL MODEL DAN ENTRY LEVEL TERHADAP MISKONSEPSI MAHASISWA

View through CrossRef
AbstractLearners have different entry level and have varying misconception. Misconception of learners tend to be resistant and difficult to change. Alternative instructional model need to be developed to reduce students’ misconception. The purposes of this study are: (1) to describe of students’ misconception profile in accounting subjects, (2) to describe the stages of reducing students’ misconception, and (3) to analyze the interaction effect between instructional model and entry level to the students’ misconception. This quasi experimental study uses two-factor measurement with a factorial version of nonequivalent pretest-postest control group design. The Variables in this study are: students’ misconception, instructional model, and entry level. The total samples are 203 students and each treatment decided 29 subjects as analysis unit. Base on the analysis, the results of the study are: (1) The students’ misconception profile varies and occur in the cost concept, entity business concept, and matching concept. (2) The stages of reducing students’ misconception starting from orientation, elicitation, restructuration, application, and review. (3) There is a significant interaction effect between instructional model and entry level to students’ misconceptions. It is suggested that, cooperative instructional model based on entry level can be applied to reduce students’ misconception.Keywords: entry level, misconception, conventional, elicitation, cooperativeAbstrakPeserta didik memiliki entry level yang berbeda dan memiliki miskonsepsi yang bervariasi. Miskonsepsi peserta didik cenderung resisten dan sulit berubah. Model pembelajaran alternatif perlu dikembangkan untuk mereduksi miskonsepsi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan profil miskonsepsi mahasiswa dalam pembelajaran akuntansi, (2) mendeskripsikan tahapan mereduksi miskonsepsi mahasiswa, dan (3) menganalisis pengaruh interaktif antara instructional model dan entry level terhadap miskonsepsi mahasiswa. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan pengukuran dua faktor dengan versi faktorial nonequivalent pretest-posttest control group design. Variabel dalam penelitian ini adalah: miskonsepsi, instructional model, dan entry level. Total sampel yang digunakan sebanyak 203 orang mahasiswa dan masing-masing perlakuan ditetapkan 29 subjek sebagai unit analisis. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil-hasil penelitian sebagai berikut: (1) Profil miskonsepsi mahasiswa bervariasi dan terjadi pada konsep harga perolehan, konsep kesatuan usaha, dan konsep mempertemukan. (2) Tahapan mereduksi miskonsepsi mahasiswa mulai dari tahapan orientasi, elicitasi, restrukturisasi, aplikasi, dan review. (3) Terdapat pengaruh interaktif antara instructional model dan entry level terhadap miskonsepsi mahasiswa. Disarankan, model pembelajaran kooperatif berbasis entry level bisa diterapkan untuk mereduksi miskonsepsi peserta didik..Kata kunci: entry level, miskonsepsi, konvensional, elicitasi, kooperatif
Title: INTERAKSI INSTRUCTIONAL MODEL DAN ENTRY LEVEL TERHADAP MISKONSEPSI MAHASISWA
Description:
AbstractLearners have different entry level and have varying misconception.
Misconception of learners tend to be resistant and difficult to change.
Alternative instructional model need to be developed to reduce students’ misconception.
The purposes of this study are: (1) to describe of students’ misconception profile in accounting subjects, (2) to describe the stages of reducing students’ misconception, and (3) to analyze the interaction effect between instructional model and entry level to the students’ misconception.
This quasi experimental study uses two-factor measurement with a factorial version of nonequivalent pretest-postest control group design.
The Variables in this study are: students’ misconception, instructional model, and entry level.
The total samples are 203 students and each treatment decided 29 subjects as analysis unit.
Base on the analysis, the results of the study are: (1) The students’ misconception profile varies and occur in the cost concept, entity business concept, and matching concept.
(2) The stages of reducing students’ misconception starting from orientation, elicitation, restructuration, application, and review.
(3) There is a significant interaction effect between instructional model and entry level to students’ misconceptions.
It is suggested that, cooperative instructional model based on entry level can be applied to reduce students’ misconception.
Keywords: entry level, misconception, conventional, elicitation, cooperativeAbstrakPeserta didik memiliki entry level yang berbeda dan memiliki miskonsepsi yang bervariasi.
Miskonsepsi peserta didik cenderung resisten dan sulit berubah.
Model pembelajaran alternatif perlu dikembangkan untuk mereduksi miskonsepsi mahasiswa.
Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan profil miskonsepsi mahasiswa dalam pembelajaran akuntansi, (2) mendeskripsikan tahapan mereduksi miskonsepsi mahasiswa, dan (3) menganalisis pengaruh interaktif antara instructional model dan entry level terhadap miskonsepsi mahasiswa.
Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan pengukuran dua faktor dengan versi faktorial nonequivalent pretest-posttest control group design.
Variabel dalam penelitian ini adalah: miskonsepsi, instructional model, dan entry level.
Total sampel yang digunakan sebanyak 203 orang mahasiswa dan masing-masing perlakuan ditetapkan 29 subjek sebagai unit analisis.
Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil-hasil penelitian sebagai berikut: (1) Profil miskonsepsi mahasiswa bervariasi dan terjadi pada konsep harga perolehan, konsep kesatuan usaha, dan konsep mempertemukan.
(2) Tahapan mereduksi miskonsepsi mahasiswa mulai dari tahapan orientasi, elicitasi, restrukturisasi, aplikasi, dan review.
(3) Terdapat pengaruh interaktif antara instructional model dan entry level terhadap miskonsepsi mahasiswa.
Disarankan, model pembelajaran kooperatif berbasis entry level bisa diterapkan untuk mereduksi miskonsepsi peserta didik.
Kata kunci: entry level, miskonsepsi, konvensional, elicitasi, kooperatif.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Meta Analisis Miskonsepsi Buku Teks Biologi SMA Kelas XI
Meta Analisis Miskonsepsi Buku Teks Biologi SMA Kelas XI
Miskonsepsi adalah perbedaan antara konsep yang dipahami dengan penjelasan para ahli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali miskonsepsi pada buku teks Biologi SMA kel...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Miskonsepsi Stoikiometri pada Siswa SMA
Miskonsepsi Stoikiometri pada Siswa SMA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik TDS (Tes Diagnostdk Stoikiometri) yang dikembangkan dalam penelitian ini, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan penyebab...
Model Pembelajaran Konstruktivisme dalam Pembelajaran Matematika Teknik
Model Pembelajaran Konstruktivisme dalam Pembelajaran Matematika Teknik
Tujuan Penelitian ini untuk mengungkapkan keefektifan model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika teknik. Dalam penelitian ini, penulis menerapkan metode quasi ...
Miskonsepsi dalam IPA: Kesalahpahaman Siswa SMP tentang Ciri-ciri Makhluk Hidup
Miskonsepsi dalam IPA: Kesalahpahaman Siswa SMP tentang Ciri-ciri Makhluk Hidup
Miskonsepsi menjadi salah satu hambatan siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya pada materi ciri-ciri makhluk hidup di tingkatan Sekolah Menengah Pertama (S...
PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN REDUKSI MISKONSEPSI DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU NEARPOD DAN LIVE WORKSHEET
PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN REDUKSI MISKONSEPSI DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU NEARPOD DAN LIVE WORKSHEET
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan reduksi miskonsepsi dengan penerapan model problem based learning (PBL) berbantu media terintegra...

Back to Top