Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Sumbayang Ampek Puluah Hari Dalam Tarekat Syattariyah di Nagari Sintuak (Studi Etnografi)

View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikkan terhadap tradisi sumbayang ampek puluah hari dalam tarekat Syattariyah. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah: pertama, sejarah tradisi sumbayang ampek puluah hari. Kedua, pelaksanaan tradisi sumbayang ampek puluah hari. Ketiga, nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi sumbayang ampek puluah hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif serta menggunakan studi etnografi. Penelitian dilakukan di Nagari Sintuak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, setelah itu digunakan beberapa teknik untuk menguji keabsahan data diantaranya perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, sejarah tradisi sumbayang ampek puluah hari dalam tarekat Syattariyah dimulai pada tahun 1111 Hijriyah. Kedua, adapun pelaksanaan tradisi sumbayang ampek puluah hari dilaksanakan seperti shalat berjama’ah pada umumnya serta ada penambahan shalat Qadha. Ketiga, nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi sumbayang ampek puluah hari yaitu terdapat nilai spiritual,nilai integritas, nilai sosial serta nilai kedisiplinan
Universitas Negeri Padang (UNP)
Title: Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Sumbayang Ampek Puluah Hari Dalam Tarekat Syattariyah di Nagari Sintuak (Studi Etnografi)
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikkan terhadap tradisi sumbayang ampek puluah hari dalam tarekat Syattariyah.
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah: pertama, sejarah tradisi sumbayang ampek puluah hari.
Kedua, pelaksanaan tradisi sumbayang ampek puluah hari.
Ketiga, nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi sumbayang ampek puluah hari.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif serta menggunakan studi etnografi.
Penelitian dilakukan di Nagari Sintuak.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, setelah itu digunakan beberapa teknik untuk menguji keabsahan data diantaranya perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, sejarah tradisi sumbayang ampek puluah hari dalam tarekat Syattariyah dimulai pada tahun 1111 Hijriyah.
Kedua, adapun pelaksanaan tradisi sumbayang ampek puluah hari dilaksanakan seperti shalat berjama’ah pada umumnya serta ada penambahan shalat Qadha.
Ketiga, nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi sumbayang ampek puluah hari yaitu terdapat nilai spiritual,nilai integritas, nilai sosial serta nilai kedisiplinan.

Related Results

Living Hadith in Sumbayang Ampek Puluah Tradition at Pandai Sikek, West Sumatra
Living Hadith in Sumbayang Ampek Puluah Tradition at Pandai Sikek, West Sumatra
<p class="abstrak"><em>Sumbayang Ampek Puluah</em> or Forty Days Prayer is an annual tradition carried out by the congregation of Surau Gadang Haji Miskin, Koto T...
Perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah Di Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 1984-2014
Perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah Di Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 1984-2014
Artikel ini berupaya mengurai masalah tentang perkembangan sejarah Islam yang berkaitan dengan Tarekat Naqsyabandiyah di Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Ko...
“Dang-dang Tawoe Bak Tuhan”: Suluk, Tawajuh dan “Rural Sufism” dalam Masyarakat Aceh
“Dang-dang Tawoe Bak Tuhan”: Suluk, Tawajuh dan “Rural Sufism” dalam Masyarakat Aceh
AbstrakArtikel ini bertujuan menegaskan kembali eksistensi praktik tarekat dalam masyarakat Islam di pedesaan yang telah menjadi bagian dari kebudayaan. Seiring dengan perkembangan...
Nagari Berprestasi : Strategi Kepemimpinan Wali Nagari dan Peran Masyarakat di Nagari Pandai Sikek
Nagari Berprestasi : Strategi Kepemimpinan Wali Nagari dan Peran Masyarakat di Nagari Pandai Sikek
This article aims to describe the leadership strategies of village guardian at PandaiSikek village and society’s participation in achieving village achievement at national l...
Konsep Pembentukan Akhlakul Mahmudah Melalui Dzikir Menurut Komunitas Tarekat Syattariyah Jamaah Surau Al-Izzah Jalan Bromo Medan
Konsep Pembentukan Akhlakul Mahmudah Melalui Dzikir Menurut Komunitas Tarekat Syattariyah Jamaah Surau Al-Izzah Jalan Bromo Medan
Penelitian ini mengkaji tentang  konsep pembentukan akhlakul mahmudah memalui zikir menurut komunitas tarekat syattariyah surau al-izzah jalan bromo medan  untuk mengetahui tata ca...
Perbedaan Perilaku Masyarakat dalam Pelaksanaan Nagari Siaga di Nagari Padang Laweh dan Nagari Kubang Putiah Kabupaten Agam
Perbedaan Perilaku Masyarakat dalam Pelaksanaan Nagari Siaga di Nagari Padang Laweh dan Nagari Kubang Putiah Kabupaten Agam
The number of Nagari Siaga in West Sumatera Province at the end of the year 2008 is 2.125. However this number has not been reached the target yet that are 3.317 Nagari Siaga. The ...
MODEL EKONOMI SUFI: STUDI ATAS BUDAYA EKONOMI TAREKAT SHIDDIQIYYAH
MODEL EKONOMI SUFI: STUDI ATAS BUDAYA EKONOMI TAREKAT SHIDDIQIYYAH
Tarekat and Sufism are often used as scapegoats for the Islam declining issue. The concepts of zuhud, fakir, and tawakal are considered to alienate the activities of tarekat from w...

Back to Top