Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KESAN AJARAN TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH TERHADAP MASYARAKAT DESA MENGKIRAU

View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi kesan ajaran Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang terletak di Desa Mengkirau Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesan ajaran tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Desa Mengkirau, Kabupaten Kepulauan Meranti Indonesia. Informan penelitian ini berjumlah Sembilan orang, seorang khalifah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, dua badal, dan enam jama’ah atau pengikut ajaran Tarekat Qadiriyah waNaqsyabandiyah. Data dikumpulkan melalui pemerhatian, temu bual, dokumentasi serta analisis dengan menggunakan kaedah deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahawa terdapat kesan ajaran Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah terhadap masyarakat yangmengikuti ajaran tarekat ini. Jama’ah tarekat memandang bahawa ibadah zikir sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Setelah ramai masyarakat yang mengikuti ajaran tarekat ini, maka banyak perubahan yang berlaku di masyarakat Desa Mengkirau yang lebih memahami ketaqwaan kepada Allah Swt. Maka boleh dikatakan bahawa ajaran tarekat ini telah memberi kesan positif kepada ketaqwaan dalam hati jama’ah dan masyarakat Desa Mengkirau dan sekiranya ketaqwaan tersemat di dalam hati maka akan terbentuklah akhlak seseorang muslim sejati.
Title: KESAN AJARAN TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH TERHADAP MASYARAKAT DESA MENGKIRAU
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi kesan ajaran Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang terletak di Desa Mengkirau Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesan ajaran tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Desa Mengkirau, Kabupaten Kepulauan Meranti Indonesia.
Informan penelitian ini berjumlah Sembilan orang, seorang khalifah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, dua badal, dan enam jama’ah atau pengikut ajaran Tarekat Qadiriyah waNaqsyabandiyah.
Data dikumpulkan melalui pemerhatian, temu bual, dokumentasi serta analisis dengan menggunakan kaedah deskriptif kualitatif.
Hasil kajian menunjukkan bahawa terdapat kesan ajaran Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah terhadap masyarakat yangmengikuti ajaran tarekat ini.
Jama’ah tarekat memandang bahawa ibadah zikir sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Setelah ramai masyarakat yang mengikuti ajaran tarekat ini, maka banyak perubahan yang berlaku di masyarakat Desa Mengkirau yang lebih memahami ketaqwaan kepada Allah Swt.
Maka boleh dikatakan bahawa ajaran tarekat ini telah memberi kesan positif kepada ketaqwaan dalam hati jama’ah dan masyarakat Desa Mengkirau dan sekiranya ketaqwaan tersemat di dalam hati maka akan terbentuklah akhlak seseorang muslim sejati.

Related Results

“Dang-dang Tawoe Bak Tuhan”: Suluk, Tawajuh dan “Rural Sufism” dalam Masyarakat Aceh
“Dang-dang Tawoe Bak Tuhan”: Suluk, Tawajuh dan “Rural Sufism” dalam Masyarakat Aceh
AbstrakArtikel ini bertujuan menegaskan kembali eksistensi praktik tarekat dalam masyarakat Islam di pedesaan yang telah menjadi bagian dari kebudayaan. Seiring dengan perkembangan...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Implementasi diri sebagai hamba dalam aktivitas suluk tarekat naqsyabandiyah
Implementasi diri sebagai hamba dalam aktivitas suluk tarekat naqsyabandiyah
Tarekat Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat yang paling berpengaruh di dunia Islam, dikenal luas karena pendekatannya yang mendalam dalam mengajarkan spiritualitas dan mora...
Strengthening Faith Education Through Naqsyabandiyah Tarekat Dhikr Practices
Strengthening Faith Education Through Naqsyabandiyah Tarekat Dhikr Practices
General Background: Faith education is fundamental in shaping the character and personality of Muslims, serving as a moral foundation and guide in daily life. Specific Background: ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
Implementasi Kebijakan Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Nagari Andaleh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
Implementasi Kebijakan Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Nagari Andaleh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
Artikel ini berfokus pada pembahasan tentang Minimnya kesadaran, pengetahuan, pengalaman dan konsep diri masyarakat dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan. Tujuan Dalam ...

Back to Top