Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KAPASITAS ASIMILASI DI PERAIRAN TELUK WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH

View through CrossRef
Teluk Weda merupakan Teluk yang luas di Kabupaten Halmahera Tengah dengan kondisi sumberdaya alam yang melimpah sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui daya dukung lingkungan guna menjaga kelestarian sumberdaya alam tersebut. Adapun daya dukung didefinisikan sebagai intensitas penggunaan maksimum terhadap sumberdaya alam yang berlangsung secara terus menerus tanpa merusak alam. Daya dukung lingkungan (kapasitas asimilasi) adalah satu hak milik dari lingkungan dan kemampuan untuk mengakomodasi satu aktivitas tertentu tanpa mengakibatkan dampak yang tidak dapat diterima. Kapasitas asimilasi nitrit di Teluk Weda menghasilkan nilai kapasitas asimilasi sebesar 1,66 ton/tahun, sementara beban nitrit yang masuk ke perairan rata-rata sebesar 152,49 ton/tahun. Selanjutnya kapasitas asimilasi nitrat di Teluk Weda menghasilkan nilai kapasitas asimilasi sebesar 48,79 ton/tahun, sementara beban nitrat yang masuk ke perairan rata-rata sebesar 44.357,84 ton/tahun. Kemudian kapasitas asimilasi fosfat di Teluk Weda menghasilkan nilai kapasitas asimilasi sebear 5,53 ton/tahun, sementara beban fosfat yang masuk ke perairan rata-rata sebesar 493,72 ton/tahun. Dengan demikian hasil analisis kapasitas asimilasi menunjukkan bahwa kontrasi nitrit, nitrat dan fosfat (mg/liter) dengan beban pencemaran nitrit, nitrat dan fosfat (ton/tahun) masih berada di bawah baku mutu biota laut
Title: KAPASITAS ASIMILASI DI PERAIRAN TELUK WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH
Description:
Teluk Weda merupakan Teluk yang luas di Kabupaten Halmahera Tengah dengan kondisi sumberdaya alam yang melimpah sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui daya dukung lingkungan guna menjaga kelestarian sumberdaya alam tersebut.
Adapun daya dukung didefinisikan sebagai intensitas penggunaan maksimum terhadap sumberdaya alam yang berlangsung secara terus menerus tanpa merusak alam.
Daya dukung lingkungan (kapasitas asimilasi) adalah satu hak milik dari lingkungan dan kemampuan untuk mengakomodasi satu aktivitas tertentu tanpa mengakibatkan dampak yang tidak dapat diterima.
Kapasitas asimilasi nitrit di Teluk Weda menghasilkan nilai kapasitas asimilasi sebesar 1,66 ton/tahun, sementara beban nitrit yang masuk ke perairan rata-rata sebesar 152,49 ton/tahun.
Selanjutnya kapasitas asimilasi nitrat di Teluk Weda menghasilkan nilai kapasitas asimilasi sebesar 48,79 ton/tahun, sementara beban nitrat yang masuk ke perairan rata-rata sebesar 44.
357,84 ton/tahun.
Kemudian kapasitas asimilasi fosfat di Teluk Weda menghasilkan nilai kapasitas asimilasi sebear 5,53 ton/tahun, sementara beban fosfat yang masuk ke perairan rata-rata sebesar 493,72 ton/tahun.
Dengan demikian hasil analisis kapasitas asimilasi menunjukkan bahwa kontrasi nitrit, nitrat dan fosfat (mg/liter) dengan beban pencemaran nitrit, nitrat dan fosfat (ton/tahun) masih berada di bawah baku mutu biota laut.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Abstract. Teluk Bakau Village is one of the largest conservation areas of seagrass ecosystem located in Bintan Island. This research aim to study the distribution of species, seagr...
Perencanaan Kawasan untuk Pengembangan Ekowisata Perairan di Teluk Weda Maluku Utara
Perencanaan Kawasan untuk Pengembangan Ekowisata Perairan di Teluk Weda Maluku Utara
Weda Bay is a bay area which several resources likes renewable resources and unrenewable resources. This condition makes to develop Weda Bay as potential area, need zonation to arr...
BIOTA DASAR PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH
BIOTA DASAR PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH
Biota dasar perairan merupakan fauna yang hidup di dasar perairan, baik di kawasan tawar, payau, maupun di perairan asin terutama di perairan  ekosistem mangrove. Tujuan penelitian...
Kandungan Arsen (As), Berbentuk Suspensi dan Terlarut, di Perairan Teluk Manado
Kandungan Arsen (As), Berbentuk Suspensi dan Terlarut, di Perairan Teluk Manado
Penelitian tentang kandungan arsen (As) di Perairan Teluk Manado dan sekitarnya telah dilakukan dengan tujuan untuk: 1) mengukur kandungan As yang terdapat dalam kolom air Teluk Ma...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...
KARAKTERISTIK PENURUNAN DASAR LAUT PERAIRAN TELUK JAKARTA
KARAKTERISTIK PENURUNAN DASAR LAUT PERAIRAN TELUK JAKARTA
Penurunan permukaan tanah wilayah pesisir Teluk Jakarta diyakini sebagai dampak dari pembangungan. Dari tahun 1974 sampai dengan 2010 telah terjadi penurunan permukaan tanah di sej...
IDENTIFIKASI ABRASI PANTAI PERAIRAN TELUK LASOLO KENDARI SULAWESI TENGGARA
IDENTIFIKASI ABRASI PANTAI PERAIRAN TELUK LASOLO KENDARI SULAWESI TENGGARA
Berdasarkan hasil pengamatan, abrasi pantai yang terjadi di perairan Teluk Lasolo disebabkan oleh aksi gelombang laut yang menjalar dari laut dalam disebelah timur daerah telitian ...

Back to Top