Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DINAMIKA COPING STRESS PASCA BENCANA ALAM LIKUIFAKSI DI KOTA PALU

View through CrossRef
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dinamika coping stress pasca bencana alam likuifaksi di Palu. Kejadian ini baru pertama kali terjadi di pemukiman penduduk di Indonesia khususnya Palu pada 28 September 2018 yang banyak menelan korban jiwa, sehingga korban yang selamat mengalami stres dan coping stress yang dilakukan juga berbeda-beda. Tulisan ini disusun secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi psikologis, teknik analisisnya dengan beberapa tahapan, yaitu; reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Temuan dari tulisan ini menunjukkan bahwa dinamika coping stress yang dialami korban yang selamat dari bencana alam Likuifaksi di Palu pada 29 September 2018, ialah berbeda-beda atau beragam. Tetapi pada tahapannya bahwa individu mengarah pada usaha bertahap untuk mengurangi stres yang dialami. Pada coping negatif, individu yang terlibat langsung dengan bencana alam Likuifaksi mengalami tekanan, bingung, kaget, dan rasa ingin mati dan setelah bencana masih ada trauma. Pada coping positif, individu yang terlibat langsung dengan bencana alam Likuifaksi tampak ada usaha menyelamatkan diri dengan cara berlari dan mencari jalan keluar hingga akhirnya selamat serta setelah bencana alam Likuifasi-pun individu berusaha mengurangi stres meraka denan cara bekerja, menghibur diri dengan cara beribadah kepada Tuhan, selalu berkumpul dengan keluarga sebagai bentuk kekuatan yang menambah semangat, dan selalu bersyukur
Title: DINAMIKA COPING STRESS PASCA BENCANA ALAM LIKUIFAKSI DI KOTA PALU
Description:
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dinamika coping stress pasca bencana alam likuifaksi di Palu.
Kejadian ini baru pertama kali terjadi di pemukiman penduduk di Indonesia khususnya Palu pada 28 September 2018 yang banyak menelan korban jiwa, sehingga korban yang selamat mengalami stres dan coping stress yang dilakukan juga berbeda-beda.
Tulisan ini disusun secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi psikologis, teknik analisisnya dengan beberapa tahapan, yaitu; reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Temuan dari tulisan ini menunjukkan bahwa dinamika coping stress yang dialami korban yang selamat dari bencana alam Likuifaksi di Palu pada 29 September 2018, ialah berbeda-beda atau beragam.
Tetapi pada tahapannya bahwa individu mengarah pada usaha bertahap untuk mengurangi stres yang dialami.
Pada coping negatif, individu yang terlibat langsung dengan bencana alam Likuifaksi mengalami tekanan, bingung, kaget, dan rasa ingin mati dan setelah bencana masih ada trauma.
Pada coping positif, individu yang terlibat langsung dengan bencana alam Likuifaksi tampak ada usaha menyelamatkan diri dengan cara berlari dan mencari jalan keluar hingga akhirnya selamat serta setelah bencana alam Likuifasi-pun individu berusaha mengurangi stres meraka denan cara bekerja, menghibur diri dengan cara beribadah kepada Tuhan, selalu berkumpul dengan keluarga sebagai bentuk kekuatan yang menambah semangat, dan selalu bersyukur.

Related Results

Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
Manajemen Mitigasi Bencana Kota Palu Palu City Disaster Mitigation Management
Manajemen Mitigasi Bencana Kota Palu Palu City Disaster Mitigation Management
Kota Palu merupakan salah satu kota dengan tingkat rawan bencana yang tinggi. Tidak hanya menimbulkan gempa bumi, namun juga tsunami dan fenomena likuifaksi. Salah satu cara untuk ...
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
<em><span lang="EN-US">Kabupaten </span><span>Karanganyar</span><span lang="EN-US">, Provinsi </span><span>Jawa Tengah</span>&...
EDUKASI KONSEP TAGANA (TANGGAP SIAP BENCANA) UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH RAWAN BENCANA KABUPATEN SOLOK SELATAN SUMATERA BARAT
EDUKASI KONSEP TAGANA (TANGGAP SIAP BENCANA) UNTUK ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH RAWAN BENCANA KABUPATEN SOLOK SELATAN SUMATERA BARAT
Kesiapan dan pencegahan terhadap bencana alam merupakan salah satu faktor dalam mengurangi dampak kerugian serta korban. Bencana adalah suatu rangkaian peristiwa mengganggu, merusa...
Kebijakan Pemimpin Kota Surabaya Terhadap Penanggulangan Bencana
Kebijakan Pemimpin Kota Surabaya Terhadap Penanggulangan Bencana
Kota Surabaya menghadapi risiko bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan tsunami, sehingga kebijakan penanggulangan bencana yang efektif memerlukan peran aktif pemimpin daerah....
Social Survival Skill Masyarakat Rentan Bencana (Pasca Gempa Bumi Sulawesi Tengah Tahun 2018)
Social Survival Skill Masyarakat Rentan Bencana (Pasca Gempa Bumi Sulawesi Tengah Tahun 2018)
AbstractIndonesian territory is vulnerable to disasters, especially earthquakes. This is due to its position in the meeting of the three main plates of the world. This disaster haz...
Analisis Peluang Pemasaran Produk Kerajinan Daun Silar pada Industri Kecil Menengah Lanu Nagaya Liku Kota Palu
Analisis Peluang Pemasaran Produk Kerajinan Daun Silar pada Industri Kecil Menengah Lanu Nagaya Liku Kota Palu
Penelitian ini bertujuan : Untuk mengetahui dan menganalisis peluang pemasaran produk kerajinan daun silar pada Industri Kecil Menengah Lanu Nagaya Liku Kota Palu. Hasil penelitian...
Sosialisasi Mitigasi Bencana Alam pada Anak usia Dini di Kota Ternate
Sosialisasi Mitigasi Bencana Alam pada Anak usia Dini di Kota Ternate
Kerap terjadinya bencana alam yang terjadi di Indonesia tidak terlepas dari posisi geografisnya yang diapit oleh tiga lempeng utama. Bencana alam yang berpotensi terjadi meliputi e...

Back to Top