Javascript must be enabled to continue!
Pendekatan Ekologi Lanskap dalam Pemanfaatan Ruang Kawasan Wisata Alam Desa Cikole
View through CrossRef
Abstract. The Natural Tourism Area of Cikole Village plays a vital ecological role as a mountainous forest, a water catchment area, and a nature-based tourism destination. However, expanding tourism and land-use changes have pressured the landscape’s ecological structure, leading to forest fragmentation and inconsistencies with the existing spatial planning framework. These challenges necessitate a spatial planning approach that prioritizes environmental sustainability. This study aims to identify the landscape ecological characteristics of Cikole and examine the application of a landscape ecology approach in local land-use practices. The research utilizes spatial analysis methods, including map interpretation, land-use overlay, vegetation cover analysis, and suitability assessments relative to the West Bandung Regency Regional Spatial Plan (RTRW). Results show the landscape is characterized by pine forests, mountainous topography, and strategic hydrological functions, though it remains vulnerable to fragmentation from tourism activities. Applying a landscape ecology approach directs the functional zoning of the area into conservation, cultivation, recreation, and potential scenic zones. This framework offers a sustainable model for natural resource management, ensuring that ecological integrity is maintained alongside tourism development. Integrating this concept into formal spatial planning is essential for the long-term environmental health of the Cikole Village Natural Tourism Area.
Abstrak. Kawasan Wisata Alam Desa Cikole memiliki fungsi ekologis penting sebagai hutan pegunungan, daerah tangkapan air, dan kawasan wisata alam. Perkembangan aktivitas pariwisata dan perubahan penggunaan lahan telah menimbulkan tekanan terhadap struktur ekologi lanskap, yang ditandai oleh fragmentasi kawasan hutan dan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan perencanaan ruang yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ekologi lanskap Kawasan Wisata Alam Desa Cikole serta mengkaji penerapan pendekatan ekologi lanskap dalam pemanfaatan ruang kawasan. Metode penelitian menggunakan analisis spasial melalui interpretasi peta dan citra, overlay penggunaan lahan, analisis tutupan vegetasi, serta kesesuaian pemanfaatan ruang dengan RTRW Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap Desa Cikole didominasi oleh hutan pinus, topografi pegunungan, dan fungsi hidrologis strategis, namun mengalami fragmentasi akibat aktivitas wisata dan budidaya. Penerapan pendekatan ekologi lanskap mengarahkan pemanfaatan ruang menjadi zonasi fungsional berupa zona konservasi, zona budidaya, zona rekreasi, dan zona scenic potensial. Diharapkan konsep ekologi lanskap dapat diterapkan dalam perencanaan tata ruang atau sebagai pengelolaan SDAL yang berkelanjutan di Kawasan Wisata Alam Desa Cikole.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Pendekatan Ekologi Lanskap dalam Pemanfaatan Ruang Kawasan Wisata Alam Desa Cikole
Description:
Abstract.
The Natural Tourism Area of Cikole Village plays a vital ecological role as a mountainous forest, a water catchment area, and a nature-based tourism destination.
However, expanding tourism and land-use changes have pressured the landscape’s ecological structure, leading to forest fragmentation and inconsistencies with the existing spatial planning framework.
These challenges necessitate a spatial planning approach that prioritizes environmental sustainability.
This study aims to identify the landscape ecological characteristics of Cikole and examine the application of a landscape ecology approach in local land-use practices.
The research utilizes spatial analysis methods, including map interpretation, land-use overlay, vegetation cover analysis, and suitability assessments relative to the West Bandung Regency Regional Spatial Plan (RTRW).
Results show the landscape is characterized by pine forests, mountainous topography, and strategic hydrological functions, though it remains vulnerable to fragmentation from tourism activities.
Applying a landscape ecology approach directs the functional zoning of the area into conservation, cultivation, recreation, and potential scenic zones.
This framework offers a sustainable model for natural resource management, ensuring that ecological integrity is maintained alongside tourism development.
Integrating this concept into formal spatial planning is essential for the long-term environmental health of the Cikole Village Natural Tourism Area.
Abstrak.
Kawasan Wisata Alam Desa Cikole memiliki fungsi ekologis penting sebagai hutan pegunungan, daerah tangkapan air, dan kawasan wisata alam.
Perkembangan aktivitas pariwisata dan perubahan penggunaan lahan telah menimbulkan tekanan terhadap struktur ekologi lanskap, yang ditandai oleh fragmentasi kawasan hutan dan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang.
Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan perencanaan ruang yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ekologi lanskap Kawasan Wisata Alam Desa Cikole serta mengkaji penerapan pendekatan ekologi lanskap dalam pemanfaatan ruang kawasan.
Metode penelitian menggunakan analisis spasial melalui interpretasi peta dan citra, overlay penggunaan lahan, analisis tutupan vegetasi, serta kesesuaian pemanfaatan ruang dengan RTRW Kabupaten Bandung Barat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap Desa Cikole didominasi oleh hutan pinus, topografi pegunungan, dan fungsi hidrologis strategis, namun mengalami fragmentasi akibat aktivitas wisata dan budidaya.
Penerapan pendekatan ekologi lanskap mengarahkan pemanfaatan ruang menjadi zonasi fungsional berupa zona konservasi, zona budidaya, zona rekreasi, dan zona scenic potensial.
Diharapkan konsep ekologi lanskap dapat diterapkan dalam perencanaan tata ruang atau sebagai pengelolaan SDAL yang berkelanjutan di Kawasan Wisata Alam Desa Cikole.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
SIKAP BAHASA MASYARAKAT DESA WISATA BREM DALAM LANSKAP LINGUISTIK
SIKAP BAHASA MASYARAKAT DESA WISATA BREM DALAM LANSKAP LINGUISTIK
Desa Kaliabu merupakan desa di Kabupaten Madiun yang dicanangkan sebagai desa wisata. Hal itu berhubungan dengan potensi desa tersebut sebagai desa penghasil brem terbesar dan tert...
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA KAWASAN HOTEL ALAM ASRI RESORT
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA KAWASAN HOTEL ALAM ASRI RESORT
Kawasan Resort merupakan tempat rekreasi yang dituju oleh masyarakat kota. Pesatnya perkembangan kota mempunyai dampak yang besar pada daerah di sekitar kota. Daerah sekitar kota m...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Modern lifestyle trends have significantly increased public interest in travel, driving a rise in tourist visits to both regional and international destinations. This growing deman...
STUDI PELIBATAN MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMASAN PRODUK DESA WISATA CATUR KINTAMANI BALI
STUDI PELIBATAN MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMASAN PRODUK DESA WISATA CATUR KINTAMANI BALI
Wisata desa adalah salah satu bentuk implementasi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Desa Catur sebagai salah satu desa wisata memiliki beberapa kendala...

