Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH LAMA PERENDAMAN SUSPENSI VITAMIN C TERHADAP PELEPASAN ION KROMIUM PADA KAWAT STAINLESS STEEL

View through CrossRef
Kawat ortodontik stainless steel (SS) mengandung unsur kromium yang memiliki sifat tahan terhadap korosi sehingga banyak digunakan dalam perawatan ortodontik. Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.Vitamin C bermanfaat dalam menjaga keutuhan kolagen. Kolagen mempunyai berbagai peran penting bagi tubuh yaitu membantu penyembuhan luka, memelihara kesehatan jaringan penghubung, dan membantu melindungi sel-sel tubuh. Salah satu pengobatan terhadap defisiensi vitamin C adalah dengan mengkonsumsi vitamin C selama 7-10 hari. Vitamin C mempunyai sifat asam yang dapat menyebabkan reaksi kimia sehingga bersifat korosif dan dapat mengoksidasi logam kawat dengan cara melepaskan ion-ion yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman kawat SS dalam larutan vitamin C terhadap pelepasan ion kromium. Metode penelitian adalah laboratorium eksperimental.. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling atau pengambilan sampel berjatah yaitu kawat SS sebanyak 10 buah. Seluruh sampel direndam di dalam larutan vitamin C sebanyak 10 ml selama satu menit dalam 7 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdeteksi pelepasan ion kromium tertinggi pada pengukuran hari keenam dalam konsentrasi rendah sebesar 0,0190 mg/l. Pelepasan ion kromium terjadi karena kawat SS mengalami oksidasi berkontak dengan vitamin C yang asam. Hasil analisis statistik uji multivariat General Linear Model-Repeated Measure (GLM-RM) menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,476 atau p>0,05 artinya tidak terdapat pengaruh yang bermakna pada lama perendaman kawat SS dalam larutan vitamin C terhadap pelepasan ion kromium sampai pada hari ketujuh. Pelepasan ion kromium kawat SS terdeteksi dalam batas aman sehingga vitamin C aman digunakan untuk pengguna ortodontik.
Title: PENGARUH LAMA PERENDAMAN SUSPENSI VITAMIN C TERHADAP PELEPASAN ION KROMIUM PADA KAWAT STAINLESS STEEL
Description:
Kawat ortodontik stainless steel (SS) mengandung unsur kromium yang memiliki sifat tahan terhadap korosi sehingga banyak digunakan dalam perawatan ortodontik.
Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.
Vitamin C bermanfaat dalam menjaga keutuhan kolagen.
Kolagen mempunyai berbagai peran penting bagi tubuh yaitu membantu penyembuhan luka, memelihara kesehatan jaringan penghubung, dan membantu melindungi sel-sel tubuh.
Salah satu pengobatan terhadap defisiensi vitamin C adalah dengan mengkonsumsi vitamin C selama 7-10 hari.
Vitamin C mempunyai sifat asam yang dapat menyebabkan reaksi kimia sehingga bersifat korosif dan dapat mengoksidasi logam kawat dengan cara melepaskan ion-ion yang terkandung di dalamnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman kawat SS dalam larutan vitamin C terhadap pelepasan ion kromium.
Metode penelitian adalah laboratorium eksperimental.
Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling atau pengambilan sampel berjatah yaitu kawat SS sebanyak 10 buah.
Seluruh sampel direndam di dalam larutan vitamin C sebanyak 10 ml selama satu menit dalam 7 hari.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdeteksi pelepasan ion kromium tertinggi pada pengukuran hari keenam dalam konsentrasi rendah sebesar 0,0190 mg/l.
Pelepasan ion kromium terjadi karena kawat SS mengalami oksidasi berkontak dengan vitamin C yang asam.
Hasil analisis statistik uji multivariat General Linear Model-Repeated Measure (GLM-RM) menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,476 atau p>0,05 artinya tidak terdapat pengaruh yang bermakna pada lama perendaman kawat SS dalam larutan vitamin C terhadap pelepasan ion kromium sampai pada hari ketujuh.
Pelepasan ion kromium kawat SS terdeteksi dalam batas aman sehingga vitamin C aman digunakan untuk pengguna ortodontik.

Related Results

VITAMIN D INSUFFICIENCY IN FOUR MAJOR HOSPITALS OF PUNJAB
VITAMIN D INSUFFICIENCY IN FOUR MAJOR HOSPITALS OF PUNJAB
Objective: To demonstrate vitamin D deficiency in the general population of Punjab Study Design: Observational, Cross-Sectional Place and Duration: Multicentre study co...
Profil Cemaran Kromium dan Akumulasinya pada Ikan di Muara Sungai Opak Kabupaten Bantul
Profil Cemaran Kromium dan Akumulasinya pada Ikan di Muara Sungai Opak Kabupaten Bantul
Sungai Opak merupakan salah satu sungai utama di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang berpotensi tercemar akibat aktivitas pembuangan limbah kegiatan pertanian dan industri pen...
A New Method for Calculating Vitamin B6 Content and Determining Appropriate Vitamin B6 Levels in Foods
A New Method for Calculating Vitamin B6 Content and Determining Appropriate Vitamin B6 Levels in Foods
Calculating the vitamin B6 (pyridoxine and related compounds) content per 100 kcal, 100 g or 100 mL, or the reference amount customarily consumed (RACC) of food shows the vitamin B...
A New Method for Calculating Vitamin B12 Content and Determining Appropriate Vitamin B12 Levels in Foods
A New Method for Calculating Vitamin B12 Content and Determining Appropriate Vitamin B12 Levels in Foods
Calculating the vitamin B12 (also known as cobalamin) content per 100 kcal, 100 g or 100 mL, or the reference amount customarily consumed (RACC) of food shows the vitamin B12 conte...
Vitamin D and periprosthetic infection: Review of literature (Preprint)
Vitamin D and periprosthetic infection: Review of literature (Preprint)
BACKGROUND Infections are rare events in arthroplasty surgeries, occurring in only 0.5% to 2% of procedures. It significantly impacts all involved parts (pa...
A New Method for Calculating Vitamin E Content and Determining Appropriate Vitamin E Levels in Foods
A New Method for Calculating Vitamin E Content and Determining Appropriate Vitamin E Levels in Foods
Calculating the vitamin E content per 100 kcal, 100 g or 100 mL, or the reference amount customarily consumed (RACC) of food shows the vitamin E content of some foods inappropriate...
Kajian Variasi Lama Perendaman Dalam Larutan Natrium Metabisulfit (Na2S2O5) Terhadap Kualitas Tepung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca)
Kajian Variasi Lama Perendaman Dalam Larutan Natrium Metabisulfit (Na2S2O5) Terhadap Kualitas Tepung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca)
Abstrak.Pisang merupakan buah yang sering dikonsumsi oleh masyarakat dibandingkan dengan buah yang lain. Buah pisang memiliki kandungan gizi yang tinggi, diantaranya mengandung vit...

Back to Top