Javascript must be enabled to continue!
Penataan Artistik Pada Festival “Gunung Kromong Palimananâ€
View through CrossRef
Festival “Gunung Kromong Palimanan†merupakan festival seni budaya sebagai wujud aksi sosial budaya dan pelestarian seni rakyat yang bermuara pada kepedulian lingkungan. Metode yang digunakan adalah metode riset pengabdian masyarakat dengan mengadakan aksi revitalisasi aset budaya, mengkoordinasi generasi muda, mengadakan festival seni budaya. Melalui metode tersebut, Festival seni budaya dapat terwujud dalam mengatasi perubahan sosial budaya masyarakat dengan berpegang pada nilai-nilai budaya yang berlaku dalam lingkungan masyarakat setempat. Konsep artistik Festival Gunung Kromong menggunakan konsep pertunjukan yang disajikan dengan menggunakan tata panggung realis dan tata pentas prosenium. Kegiatan seni pertunjukan adalah konsep pertunjukan seni tradisional kegiatan yang multi disiplin ilmu, mulai dari penata gerak (koregrafer), tata make up, tata suara (seni musik), seni dekorasi tata panggung (lighting, back droop atau backround). Hasil dari riset pengabdian kepada masyarakat ini berupa festival seni budaya yang terdiri dari arak-arakan (pawai budaya) dan sajian seni pertunjukan yang dikemas dalam ‘Gunung Kromong Performing Arts’.Kata kunci: Festival, lighting, back droop, backround, Gunung Kromong Performing art.
Title: Penataan Artistik Pada Festival “Gunung Kromong Palimananâ€
Description:
Festival “Gunung Kromong Palimanan†merupakan festival seni budaya sebagai wujud aksi sosial budaya dan pelestarian seni rakyat yang bermuara pada kepedulian lingkungan.
Metode yang digunakan adalah metode riset pengabdian masyarakat dengan mengadakan aksi revitalisasi aset budaya, mengkoordinasi generasi muda, mengadakan festival seni budaya.
Melalui metode tersebut, Festival seni budaya dapat terwujud dalam mengatasi perubahan sosial budaya masyarakat dengan berpegang pada nilai-nilai budaya yang berlaku dalam lingkungan masyarakat setempat.
Konsep artistik Festival Gunung Kromong menggunakan konsep pertunjukan yang disajikan dengan menggunakan tata panggung realis dan tata pentas prosenium.
Kegiatan seni pertunjukan adalah konsep pertunjukan seni tradisional kegiatan yang multi disiplin ilmu, mulai dari penata gerak (koregrafer), tata make up, tata suara (seni musik), seni dekorasi tata panggung (lighting, back droop atau backround).
Hasil dari riset pengabdian kepada masyarakat ini berupa festival seni budaya yang terdiri dari arak-arakan (pawai budaya) dan sajian seni pertunjukan yang dikemas dalam ‘Gunung Kromong Performing Arts’.
Kata kunci: Festival, lighting, back droop, backround, Gunung Kromong Performing art.
Related Results
Pelatihan Pengenalan Artistik Pada SMK Tritech Informatika Medan
Pelatihan Pengenalan Artistik Pada SMK Tritech Informatika Medan
Peranan sebuah tata artistik dalam sebuah program acara baik televisi maupun film sangat dibutuhkan dalam duni perindustrian, dikarenakan dengan adanya tata artistik tersebut dapat...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
Upaya Pelestarian Musik Gambang Kromong di Setu Babakan
Upaya Pelestarian Musik Gambang Kromong di Setu Babakan
Penelitian ini bertujuan untuk memastikan eksistensi musik dapat terus menjadi karakter dan identitas sebuah negara, serta lestari hingga ke generasi selanjutnya. Penelitian ini me...
Faktor Kunci Keberhasilan dalam Meningkatkan Loyalitas Pengunjung Festival: Peran Mediasi Pengalaman dan Citra Festival
Faktor Kunci Keberhasilan dalam Meningkatkan Loyalitas Pengunjung Festival: Peran Mediasi Pengalaman dan Citra Festival
Festival merupakan perayaan besar yang melibatkan partisipasi masyarakat dan berfungsi untuk meningkatkan citra destinasi wisata. Keberhasilan sebuah festival sangat dipengaruhi ol...
KONVENSI TATA ARTISTIK TEATER PANGGUNG DALAM PEMENTASAN TEATER VIRTUAL SITI SEROJA OLEH TEATER KOMA
KONVENSI TATA ARTISTIK TEATER PANGGUNG DALAM PEMENTASAN TEATER VIRTUAL SITI SEROJA OLEH TEATER KOMA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa tata artistik dari pertunjukan virtual Siti Seroja oleh Teater Koma mengacu pada hukum pementasan teater di atas panggung....
XXI festival “Zodchesvo in Siberia 2021”
XXI festival “Zodchesvo in Siberia 2021”
The Festival “Zodchestvo of Eastern Siberia” was founded at the turn of the millennium. The first Festival was held in 2001 at Irkutsk Sibexpocenter and caused a massive outcry amo...
Keterpaduan Penataan Jalur Pejalan Kaki Di Jl. Urip Sumoharjo Dan Jl. Prof. Herman Yohanes Yogyakarta
Keterpaduan Penataan Jalur Pejalan Kaki Di Jl. Urip Sumoharjo Dan Jl. Prof. Herman Yohanes Yogyakarta
Jalur pejalan kaki pada Kawasan Jl. Urip Sumoharjo dan Jl. Prof. Herman Yohanes saat ini beralih dari fungsi yang seharusnya digunakan untuk pejalan kaki akan tetapi justru menjadi...
INTEGRASI PENATAAN PERTANAHAN DALAM KERANGKA “PENATAAN WILAYAH PESISIR DAN LAHAN ATAS TERPADU”
INTEGRASI PENATAAN PERTANAHAN DALAM KERANGKA “PENATAAN WILAYAH PESISIR DAN LAHAN ATAS TERPADU”
Abstract: Indonesia has the second longest coastline in the world. This condition is considered as a potential to promote thedevelopment of the nations. Nevertheless, some issues e...

