Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Impor Gula Mentah (Raw Sugar) Versus Swasembada Gula

View through CrossRef
Gula Kristal Putih (GKP) merupakan komoditas pangan yang dibutuhkan terbanyak kedua setelah beras oleh rakyat Indonesia. Seiring dengan meningkatnya pertambahan penduduk, permintaan akan GKP juga semakin tinggi.  Kebutuhan gula nasional dibagi menjadi dua, yaitu untuk konsumsi langsung (rumah tangga) dan kebutuhan tidak langsung (industri makanan, minuman, dan farmasi). Dalam lima tahun terakhir, permintaan gula konsumsi rumah tangga relatif stabil. Sebaliknya, permintaan gula industri semakin meningkat dan secara keseluruhan jauh melampaui kapasitas produksi gula nasional Beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan GKP saat ini adalah melakukan impor gula dan menyiapkan pencapaian swasembada gula konsumsi rumah tangga dengan target pencapaian tahun 2019. Kebijakan impor gula dengan pencapaian swasembada gula sama-sama berat untuk dicapai karena luas areal tebu dan tingkat produktivitas tebu semakin menurun. Pabrik-pabrik gula peninggalan Belanda harus direvitalisasi sedangkan pembangunan Pabrik Gula (PG) baru akan membutuhkan biaya yang tinggi begitu juga dengan penelitian. Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan dengan cepat adalah impor gula dengan ketentuan hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri dan dalam bentuk gula mentah (Raw Sugar).
Title: Impor Gula Mentah (Raw Sugar) Versus Swasembada Gula
Description:
Gula Kristal Putih (GKP) merupakan komoditas pangan yang dibutuhkan terbanyak kedua setelah beras oleh rakyat Indonesia.
Seiring dengan meningkatnya pertambahan penduduk, permintaan akan GKP juga semakin tinggi.
  Kebutuhan gula nasional dibagi menjadi dua, yaitu untuk konsumsi langsung (rumah tangga) dan kebutuhan tidak langsung (industri makanan, minuman, dan farmasi).
Dalam lima tahun terakhir, permintaan gula konsumsi rumah tangga relatif stabil.
Sebaliknya, permintaan gula industri semakin meningkat dan secara keseluruhan jauh melampaui kapasitas produksi gula nasional Beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan GKP saat ini adalah melakukan impor gula dan menyiapkan pencapaian swasembada gula konsumsi rumah tangga dengan target pencapaian tahun 2019.
Kebijakan impor gula dengan pencapaian swasembada gula sama-sama berat untuk dicapai karena luas areal tebu dan tingkat produktivitas tebu semakin menurun.
Pabrik-pabrik gula peninggalan Belanda harus direvitalisasi sedangkan pembangunan Pabrik Gula (PG) baru akan membutuhkan biaya yang tinggi begitu juga dengan penelitian.
Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan dengan cepat adalah impor gula dengan ketentuan hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri dan dalam bentuk gula mentah (Raw Sugar).

Related Results

Permintaan Gula Kristal Mentah Indonesia
Permintaan Gula Kristal Mentah Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan gula kristal mentah impor dan memproyeksikan permintaan gula kristal mentah di masa yang akan d...
A New Method for Calculating Sugars Content and Determining Appropriate Sugars Levels in Foods
A New Method for Calculating Sugars Content and Determining Appropriate Sugars Levels in Foods
Calculating the sugars content per 100 g or 100 mL or the reference amount customarily consumed (RACC) of food shows the sugars content of some foods inappropriately. So, making so...
Kualitas Gula Aren Khas Buleleng, Gula Kelapa Khas Klungkung, dan Gula Lontar Khas Karangasem dalam Pembuatan Rujak Gula Bali
Kualitas Gula Aren Khas Buleleng, Gula Kelapa Khas Klungkung, dan Gula Lontar Khas Karangasem dalam Pembuatan Rujak Gula Bali
Kebiasaan masyarakat bali yang cukup gemar mengonsumsi rujak semakin membuat eksistensi rujak gula bali semakin melejit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas gula are...
Kinerja Industri dan Dinamika Kebijakan Komoditas Gula Kristal Putih Nasional
Kinerja Industri dan Dinamika Kebijakan Komoditas Gula Kristal Putih Nasional
Peranan penting gula dalam perekonomian Indonesia dan merupakan salah satu barang pangan pokok diatur dalam Perpres Nomor 71 Tahun 2015 jo.59 Tahun 2020. Kebutuhan konsumsi gula se...
DINAMIKA AGROINDUSTRI GULA INDONESIA: TINJAUAN ANALISIS SISTEM
DINAMIKA AGROINDUSTRI GULA INDONESIA: TINJAUAN ANALISIS SISTEM
AbstrakAgroindustri gula memiliki peran yang penting dan strategis bagi ekonomi masyarakat Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda sampai dengan saat ini. Produksi gula mengalami ...
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Gula tergolong karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Jenis gula yang digunakan pada penelitian ini yaitu g...
KAJIAN KEBIJAKAN DAGING SAPI DI INDONESIA UNTUK MENDUKUNG SWASEMBADA DAGING SAPI
KAJIAN KEBIJAKAN DAGING SAPI DI INDONESIA UNTUK MENDUKUNG SWASEMBADA DAGING SAPI
Pertambahan jumlah penduduk di Indonesia menjadi salah satu faktor pendorong pelaksanaan program swasembada daging sapi. Beberapa upaya dilakukan oleh pemerintah demi mencapai prog...

Back to Top