Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT CACINGAN PADA ANAK-ANAK DAN MASYARAKAT

View through CrossRef
Sekitar 60 persen orang Indonesia mengalami infeksi cacing. Kelompok umur terbanyak adalah pada usia 5-14 tahun. Angka prevalensi 60 persen itu, 21 persen di antaranya menyerang anak usia SD dan rata-rata kandungan cacing per orang enam ekor. Data tersebut diperoleh melalui survei dan penelitian yang dilakukan di beberapa provinsi pada tahun 2006. Penyebaran cacing salah satu penyebabnya adalah kebersihan perorangan yang masih buruk. Dan dapat menular diantara murid sekolah yang sering berpegangan tangan sewaktu bermain. Sampai saat ini penyakit cacingan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama daerah pedesaan. Pencegahan infeksi berulang sangat penting dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat seperti menghindari kontak dengan tanah yang kemungkinan terkontaminasi feses manusia, cuci tangan dengan sabun dan air sebelum memegang makanan, lindungi makanan dari tanah dan cuci atau panaskan makanan yang jatuh kelantai. Beberapa peneliti ternyata menunjukkan bahwa usia sekolah merupakan golongan yang sering terkena infeksi cacingan karena sering berhubungan dengan tanah (Depkes RI, 2004). Laporan dari dinas kesehatan kota Pekanbaru salah satu indicator PHBS penyakit cacing disebabkan kebanyakan anak-anak tidak membiasakan diri untuk mencuci tangan mereka dengan bersih karna pengetahuan, kesadaran ibu dan akan kepedulian orang tua terhadap anaknya masih kurang untuk mengajarkan anaknya untuk hidup sehat seperti mencuci tangan dengan air dan sabun. Oleh karena itu maka rumusan masalah pada pengabdian masyarakat ini adalah Memberitahu apa itu penyakit cacing dan cara pencegahannya. Setelah selesai melakukan penyuluhan ini diharapkan kepada orang tua dan anak-anak Puskesmas Simpang Baru dapat memahami tentang penyakit cacingan dan faktor-faktor yang mempengaruhi tentang penyakit cacingan. Pengendalian penyakit cacingan dapat menurunkan prevalensi dan intensitas penyakit cacingan sehingga dapat menunjang peningkatan mutu sumber daya manusia, guna mewujudkan manusia yang sehat. Program pemberantasan cacingan menghasilkan perbaikan besar baik bagi kesehatan perorangan maupun masyarakat, yaitu dengan bebas penyakit cacingan produktivitas meningkat, dengan berprilaku hidup bersih dan sehat, kita bebas penyakit cacingan, Penyakit cacingan hilang dan prestasi meningkat.
Title: PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT CACINGAN PADA ANAK-ANAK DAN MASYARAKAT
Description:
Sekitar 60 persen orang Indonesia mengalami infeksi cacing.
Kelompok umur terbanyak adalah pada usia 5-14 tahun.
Angka prevalensi 60 persen itu, 21 persen di antaranya menyerang anak usia SD dan rata-rata kandungan cacing per orang enam ekor.
Data tersebut diperoleh melalui survei dan penelitian yang dilakukan di beberapa provinsi pada tahun 2006.
Penyebaran cacing salah satu penyebabnya adalah kebersihan perorangan yang masih buruk.
Dan dapat menular diantara murid sekolah yang sering berpegangan tangan sewaktu bermain.
Sampai saat ini penyakit cacingan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama daerah pedesaan.
Pencegahan infeksi berulang sangat penting dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat seperti menghindari kontak dengan tanah yang kemungkinan terkontaminasi feses manusia, cuci tangan dengan sabun dan air sebelum memegang makanan, lindungi makanan dari tanah dan cuci atau panaskan makanan yang jatuh kelantai.
Beberapa peneliti ternyata menunjukkan bahwa usia sekolah merupakan golongan yang sering terkena infeksi cacingan karena sering berhubungan dengan tanah (Depkes RI, 2004).
Laporan dari dinas kesehatan kota Pekanbaru salah satu indicator PHBS penyakit cacing disebabkan kebanyakan anak-anak tidak membiasakan diri untuk mencuci tangan mereka dengan bersih karna pengetahuan, kesadaran ibu dan akan kepedulian orang tua terhadap anaknya masih kurang untuk mengajarkan anaknya untuk hidup sehat seperti mencuci tangan dengan air dan sabun.
Oleh karena itu maka rumusan masalah pada pengabdian masyarakat ini adalah Memberitahu apa itu penyakit cacing dan cara pencegahannya.
Setelah selesai melakukan penyuluhan ini diharapkan kepada orang tua dan anak-anak Puskesmas Simpang Baru dapat memahami tentang penyakit cacingan dan faktor-faktor yang mempengaruhi tentang penyakit cacingan.
Pengendalian penyakit cacingan dapat menurunkan prevalensi dan intensitas penyakit cacingan sehingga dapat menunjang peningkatan mutu sumber daya manusia, guna mewujudkan manusia yang sehat.
Program pemberantasan cacingan menghasilkan perbaikan besar baik bagi kesehatan perorangan maupun masyarakat, yaitu dengan bebas penyakit cacingan produktivitas meningkat, dengan berprilaku hidup bersih dan sehat, kita bebas penyakit cacingan, Penyakit cacingan hilang dan prestasi meningkat.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Optimalisasi perilaku hidup bersih dan sehat melalui edukasi pencegahan cacingan di SDN 1 Sembung
Optimalisasi perilaku hidup bersih dan sehat melalui edukasi pencegahan cacingan di SDN 1 Sembung
Pendahuluan: Cacingan menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap ditemukan pada anak usia sekolah dasar di Indonesia. Infeksi cacing dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, pe...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
makalah penyakit menular-vania-XMIA3
makalah penyakit menular-vania-XMIA3
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Setiap manusia pernah mengalami sakit.Penyakit yang diderita oleh setiap makhluk berbeda satu dan yang lainnya.Sakit merupakan suatu keadaan diman...
PENYULUHAN TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP MENUJU SMART ENVIRONMENT BAGI MASYARAKAT DI KECAMATAN PASAR KOTA JAMBI
PENYULUHAN TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP MENUJU SMART ENVIRONMENT BAGI MASYARAKAT DI KECAMATAN PASAR KOTA JAMBI
Kegiatan PKM berupa penyuluhan tentang pengelolaan lingkungan hidup menuju smart environment bagi masyarakat di Kec. Pasar Kota Jambi bertujuan untuk: 1) meningkatkan pemahaman dan...

Back to Top