Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN GARAM DAN LAMA SIMPAN TERHADAP MUTU TELUR BEBEK ASIN
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan garam dan lama simpan berapa telur bebek asin masih memenuhi standar mutu telur asin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan 72 butir telur bebek yang di awetkan menggunakan larutan garam dengan konsentrasi 10%,20%, 30% dan 40% dan direndam selama 10 hari, kemudian dikukus dan disimpan pada suhu ruang selama 10, 12 dan 14 hari telur bebek asin masing-masing diambil 6 butir secara acak, kemudian dilakukan uji mikrobilogi dan organoleptik untuk melihat mutu telur bebek asin. Data dianalisis secara deskriptif dengan melihat keberadaan bakteri patogen yaitu bakteri Salmonella sp. dan bakteri Staphylococcus aureus serta melihat sifat organoleptik seperti warna, bau, tekstur dan rasa pada telur bebek asin untuk menentukan kualitas mutu telur bebek asin menurut standart SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur bebek asin dengan kombinasi perlakuan konsentrasi larutan garam dan lama simpan berdasarkan uji organoleptik dan uji bakteri patogen masih memenuhi syarat mutu telur asin. Sedangkan jumlah total bakteri pada telur bebek asin melebihi batas maksimum, dan sudah tidak sesuaidengan standar yang diperbolehkan yaitu 1x105 Cfu/ml. Telur bebek asin yang memiliki mutu palingbaik dari semua parameter seperti organoleptik, ada tidaknya bakteri patogen dan jumlah total bakteri didapatkan pada kombinasi perlakuan dengan konsentrasi larutan garam 40% dan lama simpan pada hari ke 12. Kata kunci: Telur bebek asin, kualitas mikrobiologi dan organoleptik, Jumlah total bakteri
Universitas Negeri Yogyakarta
Title: PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN GARAM DAN LAMA SIMPAN TERHADAP MUTU TELUR BEBEK ASIN
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan garam dan lama simpan berapa telur bebek asin masih memenuhi standar mutu telur asin.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan 72 butir telur bebek yang di awetkan menggunakan larutan garam dengan konsentrasi 10%,20%, 30% dan 40% dan direndam selama 10 hari, kemudian dikukus dan disimpan pada suhu ruang selama 10, 12 dan 14 hari telur bebek asin masing-masing diambil 6 butir secara acak, kemudian dilakukan uji mikrobilogi dan organoleptik untuk melihat mutu telur bebek asin.
Data dianalisis secara deskriptif dengan melihat keberadaan bakteri patogen yaitu bakteri Salmonella sp.
dan bakteri Staphylococcus aureus serta melihat sifat organoleptik seperti warna, bau, tekstur dan rasa pada telur bebek asin untuk menentukan kualitas mutu telur bebek asin menurut standart SNI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur bebek asin dengan kombinasi perlakuan konsentrasi larutan garam dan lama simpan berdasarkan uji organoleptik dan uji bakteri patogen masih memenuhi syarat mutu telur asin.
Sedangkan jumlah total bakteri pada telur bebek asin melebihi batas maksimum, dan sudah tidak sesuaidengan standar yang diperbolehkan yaitu 1x105 Cfu/ml.
Telur bebek asin yang memiliki mutu palingbaik dari semua parameter seperti organoleptik, ada tidaknya bakteri patogen dan jumlah total bakteri didapatkan pada kombinasi perlakuan dengan konsentrasi larutan garam 40% dan lama simpan pada hari ke 12.
Kata kunci: Telur bebek asin, kualitas mikrobiologi dan organoleptik, Jumlah total bakteri.
Related Results
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR ITIK TALANG BENIH
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR ITIK TALANG BENIH
Telur merupakan salah satu bahan makanan yang hampir sempurna karena mengandung kaya akan gizi, vitamin dan mineral. Telur memiliki kelemahan yaitu sifatnya cepat rusak, mempunyai ...
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik telur ayam Arab, ayam Kampung dan ayam Ketarras serta akseptabilitas telur ayam Ketarras. Uji kualitas fisik telur menggu...
TEKNOLOGI PEMBUATAN TELUR ASIN DENGAN PENERAPAN METODE TEKANAN OSMOTIK
TEKNOLOGI PEMBUATAN TELUR ASIN DENGAN PENERAPAN METODE TEKANAN OSMOTIK
Teknologi yang memproduksi telur asin secara umum merupakan teknologi sederhana. perbedaan proses produksi dan kualitas produk telur asin ditentukan berdasarkan cara pengolahannya....
Alat Pembersih dan Penyortir Telur Bebek Berdasarkan Ukuran Menggunakan Internet of Things
Alat Pembersih dan Penyortir Telur Bebek Berdasarkan Ukuran Menggunakan Internet of Things
Proses pembersihan dan penyortiran telur bebek yang dilakukan di peternakan atau industri pengolahan telur asin secara manual ditemukan berbagai macam kendala seperti kesalahan dal...
Inovasi Mesin Pencuci Telur Bertenaga Motor LIstrik Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Produktifitas UKM Telur Asin
Inovasi Mesin Pencuci Telur Bertenaga Motor LIstrik Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Produktifitas UKM Telur Asin
Telur asin adalah hasil olahan dari telur itik mentah dengan menggunakan campuran adonan batu bata merah, garam dan abu gosok yang diperam selama beberapa hari, kemudian menghasilk...
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP KANDUNGAN GIZI DAN pH TELUR ITIK TALANG BENIH
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP KANDUNGAN GIZI DAN pH TELUR ITIK TALANG BENIH
ABSTRAKTelur merupakan salah satu bahan makanan yang hampir sempurna karena mengandung zat gizi lengkap antara lain protein, lemak, vitamin dan mineral. Telur memiliki kelemahan ya...
<b>PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN KADAR GARAM MENGGUNAKAN METODE </b><b>PEMBALURAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK TELUR ASIN</b>
<b>PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN KADAR GARAM MENGGUNAKAN METODE </b><b>PEMBALURAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK TELUR ASIN</b>
Telur merupakan produk unggas dengan nilai gizi tinggi dan dibutuhkan oleh tubuh manusia. Namun telur mudah mengalami kerusakan. Untuk mengatasi kerusakan perlu dilakukan pengaweta...
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP PENURUNAN BOBOT TELUR, KEDALAMAN RONGGA UDARA, KADAR BAKTERI TELUR ITIK TALANG BENIH
PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP PENURUNAN BOBOT TELUR, KEDALAMAN RONGGA UDARA, KADAR BAKTERI TELUR ITIK TALANG BENIH
Asap cair merupakan hasil pirolisis kayu yang bersifat alami dan dapat digunakan untuk proses pengawetan pada produk peternakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengar...

