Javascript must be enabled to continue!
Efektivitas Morfin 2 mg dan Kombinasi Morfin 2 mg dengan Ropivakain 5 mg terhadap Numeric Rating Scale (NRS) pada Pasien Pascaoperasi di Bawah Umbilikus: Uji Klinis Tersamar Ganda
View through CrossRef
Latar Belakang: Manajemen nyeri pascaoperasi merupakan salah satu komponen terpenting dari perawatan pasien pasca operasi. Salah satu strategi untuk memberikan analgesia pasca operasi yang efektif dan untuk mengurangi efek samping yang tidak diinginkan adalah penggunaan kombinasi anestesi lokal dengan morfin epidural. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas analgesia antara pemberian 2 mg morfin dan kombinasi morfin 2 mg dengan ropivakain 5 mg melalui kateter epidural dalam mengurangi nyeri pascaoperasi pada pasien yang menjalani operasi abdomen dan ekstremitas bawah.
Metode: Penelitian ini merupakan randomized clinical trial dengan metode double blind. Dua puluh empat sampel penelitian yang menjalani operasi abdomen dan ekstremitas bawah dengan teknik anestesi epidural dibagi secara acak menjadi dua kelompok. Analgesia epidural diberikan dengan 2 mg morfin dengan NaCl 0,9 % pada kelompok R1, dan kombinasi analgesia epidural 2 mg morfin + 5 mg ropivakain diberikan pada kelompok R2. Nilai NRS didokumentasikan pada jam ke 4 (T1) dan 8 jam (T2). Selain itu juga dicatat parameter hemodinamik, kejadian PONV, dan blok motorik.
Hasil: Nilai NRS-R1 T1 memiliki nilai mean 0,33 ± SD. NRS-R1 T2 dengan nilai mean ± SD 1±0,85. Nilai NRS-R2 T1 memiliki nilai mean ± SD 0±0. Nilai NRS-R2 T2 memiliki nilai mean ± SD 0,41±0,51. Kejadian hipotensi (SBP <90mmHg) tidak diamati pada kedua grup. Terdapat kejadian PONV lebih tinggi pada kelompok pemberian morfin 2 mg + NaCl 0,9% pada T1 dan T2 namun tidak bermakna secara statistik, dan kejadian blok motorik pada kelompok morfin 2 mg dengan ropivakain 0,2% lebih banyak pada T1 namun tidak bermakna secara statistik.
Simpulan: Penggunaan anestesi epidural 2 mg morfin + 5 mg ropivakain lebih superior dibandingkan pemberian 2 mg morfin dengan NaCl 0,9 % dalam mengurasi NRS pascaoperasi.
The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Therapy
Title: Efektivitas Morfin 2 mg dan Kombinasi Morfin 2 mg dengan Ropivakain 5 mg terhadap Numeric Rating Scale (NRS) pada Pasien Pascaoperasi di Bawah Umbilikus: Uji Klinis Tersamar Ganda
Description:
Latar Belakang: Manajemen nyeri pascaoperasi merupakan salah satu komponen terpenting dari perawatan pasien pasca operasi.
Salah satu strategi untuk memberikan analgesia pasca operasi yang efektif dan untuk mengurangi efek samping yang tidak diinginkan adalah penggunaan kombinasi anestesi lokal dengan morfin epidural.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas analgesia antara pemberian 2 mg morfin dan kombinasi morfin 2 mg dengan ropivakain 5 mg melalui kateter epidural dalam mengurangi nyeri pascaoperasi pada pasien yang menjalani operasi abdomen dan ekstremitas bawah.
Metode: Penelitian ini merupakan randomized clinical trial dengan metode double blind.
Dua puluh empat sampel penelitian yang menjalani operasi abdomen dan ekstremitas bawah dengan teknik anestesi epidural dibagi secara acak menjadi dua kelompok.
Analgesia epidural diberikan dengan 2 mg morfin dengan NaCl 0,9 % pada kelompok R1, dan kombinasi analgesia epidural 2 mg morfin + 5 mg ropivakain diberikan pada kelompok R2.
Nilai NRS didokumentasikan pada jam ke 4 (T1) dan 8 jam (T2).
Selain itu juga dicatat parameter hemodinamik, kejadian PONV, dan blok motorik.
Hasil: Nilai NRS-R1 T1 memiliki nilai mean 0,33 ± SD.
NRS-R1 T2 dengan nilai mean ± SD 1±0,85.
Nilai NRS-R2 T1 memiliki nilai mean ± SD 0±0.
Nilai NRS-R2 T2 memiliki nilai mean ± SD 0,41±0,51.
Kejadian hipotensi (SBP <90mmHg) tidak diamati pada kedua grup.
Terdapat kejadian PONV lebih tinggi pada kelompok pemberian morfin 2 mg + NaCl 0,9% pada T1 dan T2 namun tidak bermakna secara statistik, dan kejadian blok motorik pada kelompok morfin 2 mg dengan ropivakain 0,2% lebih banyak pada T1 namun tidak bermakna secara statistik.
Simpulan: Penggunaan anestesi epidural 2 mg morfin + 5 mg ropivakain lebih superior dibandingkan pemberian 2 mg morfin dengan NaCl 0,9 % dalam mengurasi NRS pascaoperasi.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERBANDINGAN SKALA NYERI PASIEN PASCA OPERASI SEKSIO SESAREA YANG DIBERIKAN MORFIN INTRATEKAL DENGAN MORFIN INTRATEKAL DITAMBAH KETOROLAK INTRA
PERBANDINGAN SKALA NYERI PASIEN PASCA OPERASI SEKSIO SESAREA YANG DIBERIKAN MORFIN INTRATEKAL DENGAN MORFIN INTRATEKAL DITAMBAH KETOROLAK INTRA
Abstract: Caesarean section is one of the most common procedures performed. It is estimated that 15% of births worldwide and 21.1% of those in developed countries occur via cesarea...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Investigasi Perspektif Perawat Pendidik Klinis Tentang Pendidikan Klinis Berbasis Budaya dalam Pendidikan Keperawatan
Investigasi Perspektif Perawat Pendidik Klinis Tentang Pendidikan Klinis Berbasis Budaya dalam Pendidikan Keperawatan
Perawat pendidik klinis yang tidak melibatkan aspek budaya dalam proses pembelajaran klinis akan mempengaruhi serta menghambat capaian tujuan pembelajaran klinis. Unsur budaya dala...
Profil Nyeri pada Pasien Pascaoperasi Total Knee Arthroplasty di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
Profil Nyeri pada Pasien Pascaoperasi Total Knee Arthroplasty di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
Abstract: Total knee arthroplasty (TKA) is a definitive therapy for severe knee osteoarthritis. Postoperative acute pain is a major concern, as inadequate pain management can prolo...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

