Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS TINGKAT OKUPANSI DAN PREFERENSI PENGGUNA JASA ANGKUTAN PENYEBERANGAN DI PELABUHAN MERAK (BANTEN) UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN TRANSPORTASI

View through CrossRef
Dengan 65 kapal yang beroperasi penting untuk memastikan bahwa setiap kapal dapat di isi dengan optimal. Tidak seimbangnya antara jumlah kapal yang beroperasi dengan permintaan penyeberangan akan mempengaruhi okupansi kapal, selain itu ketersediaan dan efisiensi penggunaan dermaga juga menjadi faktor penting, dermaga harus mampu menangani frekuensi kapal tanpa menimbulkan kemacetan dan keterlambatan, terutama dengan adanya dua pilihan kelas pelayanan yaitu eksekutif dan reguler. Penelitian ini menerapkan metode analisis statistik deskriptif dengan memanfaatkan model diagram radar. Melalui penggunaan diagram radar, dimensi- dimensi yang paling berpengaruh dalam membentuk preferensi responden dapat diidentifikasi.Untuk mendapatkan nilai okupansi kapal dan dermaga penyeberangan Merak – Bakuheni, perlu dihitung menggunakan rumus load factor dan rumus BOR (Berth Occupancy Ratio). Dimensi pembentuk preferensi untuk responden kelas eksekutif adalah kualitas layananan untuk kelas reguler adalah biaya perjalanan. kapal eksekutif dengan tingkat okupasni paling tinggi ada pada kapal Sebuku yaitu 88% dan paling rendah ada pada kapal JATRA III sebesar 4%. Pada kapal reguler yaitu kapal windu karsa merupakan kapal dengan tingkat okupansi paling tinggi yaitu 180% Panorama Nusantara paling rendah yaitu 6%. penggunaan dermaga eksekutif sudah mencapai 91% sehingga perlu dilakukan penambahan jumlah dermaga. tingkat okupansi kapal eksekutif dan kapal reguler tidak merata, terdapat kapal yang memiliki okupansi rendah dan ada pula kapal yang overload. dermaga eksekutif perlu dilakukan pengembangan atau penambahan dikarenakan sudah melebihi angka ideal.
Title: ANALISIS TINGKAT OKUPANSI DAN PREFERENSI PENGGUNA JASA ANGKUTAN PENYEBERANGAN DI PELABUHAN MERAK (BANTEN) UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN TRANSPORTASI
Description:
Dengan 65 kapal yang beroperasi penting untuk memastikan bahwa setiap kapal dapat di isi dengan optimal.
Tidak seimbangnya antara jumlah kapal yang beroperasi dengan permintaan penyeberangan akan mempengaruhi okupansi kapal, selain itu ketersediaan dan efisiensi penggunaan dermaga juga menjadi faktor penting, dermaga harus mampu menangani frekuensi kapal tanpa menimbulkan kemacetan dan keterlambatan, terutama dengan adanya dua pilihan kelas pelayanan yaitu eksekutif dan reguler.
Penelitian ini menerapkan metode analisis statistik deskriptif dengan memanfaatkan model diagram radar.
Melalui penggunaan diagram radar, dimensi- dimensi yang paling berpengaruh dalam membentuk preferensi responden dapat diidentifikasi.
Untuk mendapatkan nilai okupansi kapal dan dermaga penyeberangan Merak – Bakuheni, perlu dihitung menggunakan rumus load factor dan rumus BOR (Berth Occupancy Ratio).
Dimensi pembentuk preferensi untuk responden kelas eksekutif adalah kualitas layananan untuk kelas reguler adalah biaya perjalanan.
kapal eksekutif dengan tingkat okupasni paling tinggi ada pada kapal Sebuku yaitu 88% dan paling rendah ada pada kapal JATRA III sebesar 4%.
Pada kapal reguler yaitu kapal windu karsa merupakan kapal dengan tingkat okupansi paling tinggi yaitu 180% Panorama Nusantara paling rendah yaitu 6%.
penggunaan dermaga eksekutif sudah mencapai 91% sehingga perlu dilakukan penambahan jumlah dermaga.
tingkat okupansi kapal eksekutif dan kapal reguler tidak merata, terdapat kapal yang memiliki okupansi rendah dan ada pula kapal yang overload.
dermaga eksekutif perlu dilakukan pengembangan atau penambahan dikarenakan sudah melebihi angka ideal.

Related Results

Kajian Evaluasi Lintas Penyeberangan Merak–Bakauheni
Kajian Evaluasi Lintas Penyeberangan Merak–Bakauheni
AbstrakKajian evaluasi lintas penyeberangan Merak–Bakauheni bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pengoperasian kapal penyeberangan pada lintas Merak–Bakauheni. Kajian ini menggun...
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional ...
STUDI PREFERENSI PENGGUNA MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
STUDI PREFERENSI PENGGUNA MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding denganpertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memilih...
ANALISA PERBANDINGAN KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM DAN ANGKUTAN UMUM BERBASIS APLIKASI ( Studi Kasus : Masyarakat Kota Cianjur )
ANALISA PERBANDINGAN KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM DAN ANGKUTAN UMUM BERBASIS APLIKASI ( Studi Kasus : Masyarakat Kota Cianjur )
Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas pelayanan angkutan umum konvensional yang berupa angkutan kota dan angkutan umum berbasis aplikasi dengan sampel dari aplikasi...
Integrasi Sistem Angkutan Umum Perkotaan Guna Meningkatkan Peran Perkeretaapian Di Kawasan Perkotaan Mebidangro
Integrasi Sistem Angkutan Umum Perkotaan Guna Meningkatkan Peran Perkeretaapian Di Kawasan Perkotaan Mebidangro
Kawasan Mebidangro memiliki permasalahan transportasi berupa kemacetan di jam sibuk karena rendahnya pengguna angkutan umum, simpul transportasi yang sepi dari aktifitas penumpang,...
BENTUK VISUAL KOSTUM TARI MERAK JAWA BARAT KARYA IRAWATI DURBAN ARDJO
BENTUK VISUAL KOSTUM TARI MERAK JAWA BARAT KARYA IRAWATI DURBAN ARDJO
Tari Merak Jawa Barat, merupakan jenis tarian tontonan (pertunjukan). Tari Merak pertama kali diciptakan oleh Rd. Tjetje Somantri pada tahun 1955. Kemudian pada tahun 1965, tari Me...
STUDI KARAKTERISTIK TRANSPORTASI ANGKUTAN JALAN DENGAN PENYEBERANGAN
STUDI KARAKTERISTIK TRANSPORTASI ANGKUTAN JALAN DENGAN PENYEBERANGAN
Lintas Prajen- Palembang ilir , semakin hari mempunyai kecenderungan yang semakin meningkat dan hal ini memberikan dampak kepada kelancaran pelayanan jasa angkutan jalan pada linta...
Optimalisasi Kebutuhan Fasilitas Integrasi Antarmoda Di Pelabuhan Kariangau Kalimantan Timur
Optimalisasi Kebutuhan Fasilitas Integrasi Antarmoda Di Pelabuhan Kariangau Kalimantan Timur
Pelabuhan Penyeberangan Bitung merupakan pelabuhan yang dikelola oleh PT. ASDP Ferry Indonesia Cabang Bitung yang mempunyai rute lintasan Bitung-Mangaran, Bitung- Melonguane, dan B...

Back to Top