Javascript must be enabled to continue!
PENDEKATAN DIAGNOSIS PLASENTA AKRETA : LAPORAN KASUS
View through CrossRef
Plasenta akreta spektrum (PAS) merupakan suatu kondisi terjadinya abonrmalitas perlekatan plasenta dimana trofoblas melakukan invasi (sebagian ataupun seluruhnya) secara abnormal ke dalam miometrium uterus merupakan suatu kondisi seseorang mengalami plasenta akreta. Kerusakan apapun yang terjadi sebelumnya pada endometrium merupakan faktor risiko terjadinya PAS, riwayat persalinan sesar sebelumnya merupakan faktor risiko terumum. Angka kematian akibat PAS diperkirakan mencapai 7%. Angka tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal seperti kurangnya pengalaman tenaga kesehatan akan pendekatan diagnosis plasenta akreta dan teknik bedah yang tidak memadai sehingga menyebabkan perdarahan hebat dan kematian. Pentingnya pendekatan diagnosis plasenta akreta meliputi anamesis, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang seperti pencitraan. Telah disajikan kasus plasenta akreta dengan riwayat tindakan kuretase setahun sebelumnya dalam laporan kasus ini pada pasien berusia 39 tahun G7P4A2, usia kehamilan 36 minggu mengeluhkan keluar darah dari jalan lahir sejak 20 jam lalu disertai rasa mulas. Pemeriksaan abdomen didapatkan striae, linea nigra, TFU 28 cm, kontraksi 3x/10 menit. Pemeriksaan leopold didapatkan janin tunggal, hidup, intrauterine, presentasi kepala, letak membujur dengan punggung di sebelah kanan, dan kepala belum masuk pintu atas panggul. Detak jantung janin 130x/menit. Pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositosis. Hasil USG obstetri menunjukkan gambaran plasenta letak rendah dan tali pusat terkemuka. Didapatkan diagnosa plasenta akreta setelah pasien dilakukan tindakan sectio caesarea diikuti dengan histerektomi
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: PENDEKATAN DIAGNOSIS PLASENTA AKRETA : LAPORAN KASUS
Description:
Plasenta akreta spektrum (PAS) merupakan suatu kondisi terjadinya abonrmalitas perlekatan plasenta dimana trofoblas melakukan invasi (sebagian ataupun seluruhnya) secara abnormal ke dalam miometrium uterus merupakan suatu kondisi seseorang mengalami plasenta akreta.
Kerusakan apapun yang terjadi sebelumnya pada endometrium merupakan faktor risiko terjadinya PAS, riwayat persalinan sesar sebelumnya merupakan faktor risiko terumum.
Angka kematian akibat PAS diperkirakan mencapai 7%.
Angka tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal seperti kurangnya pengalaman tenaga kesehatan akan pendekatan diagnosis plasenta akreta dan teknik bedah yang tidak memadai sehingga menyebabkan perdarahan hebat dan kematian.
Pentingnya pendekatan diagnosis plasenta akreta meliputi anamesis, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang seperti pencitraan.
Telah disajikan kasus plasenta akreta dengan riwayat tindakan kuretase setahun sebelumnya dalam laporan kasus ini pada pasien berusia 39 tahun G7P4A2, usia kehamilan 36 minggu mengeluhkan keluar darah dari jalan lahir sejak 20 jam lalu disertai rasa mulas.
Pemeriksaan abdomen didapatkan striae, linea nigra, TFU 28 cm, kontraksi 3x/10 menit.
Pemeriksaan leopold didapatkan janin tunggal, hidup, intrauterine, presentasi kepala, letak membujur dengan punggung di sebelah kanan, dan kepala belum masuk pintu atas panggul.
Detak jantung janin 130x/menit.
Pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositosis.
Hasil USG obstetri menunjukkan gambaran plasenta letak rendah dan tali pusat terkemuka.
Didapatkan diagnosa plasenta akreta setelah pasien dilakukan tindakan sectio caesarea diikuti dengan histerektomi.
Related Results
Asuhan Kebidanan Dengan Plasenta Letak Rendah di Pustu Kenje
Asuhan Kebidanan Dengan Plasenta Letak Rendah di Pustu Kenje
Pendahuluan : Salah satu organ non janin di dalam rahim adalah plasenta, dan banyak masalah janin yang berhubungan dengan plasenta. Bahkan, komplikasi awal ibu seperti pre-eklampsi...
Kejadian Retensio Plasenta Berdasarkan Umur Dan Paritas Di RSUD DR. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin
Kejadian Retensio Plasenta Berdasarkan Umur Dan Paritas Di RSUD DR. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin
Latar Belakang: Sebanyak 558.000 ibu meninggal setiap tahun akibat komplikasi kehamilan dan persalinan, 35% diantaranya adalah meninggal karena perdarahan, penyebab utama pada perd...
Asuhan Kebidanan pada Ny. S Akseptor KB IUD Pasca Plasenta
Asuhan Kebidanan pada Ny. S Akseptor KB IUD Pasca Plasenta
Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawsi Selatan tahun 2017, proporsi Kabupaten/Kota dengan persentase peserta KB baru tertinggi ialah Kabupaten Gowa (76,14%), kemudian Palopo (15,50%...
Determinan Kesediaan Ibu dalam Pemasangan IUD Post Plasenta
Determinan Kesediaan Ibu dalam Pemasangan IUD Post Plasenta
Latar Belakang: Insersi IUD post-placenta memiliki angka ekspulsi rata-rata 13-16%, dan dapat hingga 9-12,5% jika dipasang oleh tenaga terlatih. Angka ekspulsi ini lebih rendah bil...
Hubungan Riwayat Seksio Sesarea dan Paritas Pada Ibu Bersalin dengan Plasenta Previa Periode 2022-2023
Hubungan Riwayat Seksio Sesarea dan Paritas Pada Ibu Bersalin dengan Plasenta Previa Periode 2022-2023
Pendahuluan : angka kematian Ibu (AKI) di dunia berdasarkan data Word Health Organization (WHO) 2014 menyebutkan bahwa angka kematian ibu diperkirakan, diseluruh dunia lebih dari 5...
Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Plasenta Previa di RSIA Ananda Makassar
Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Plasenta Previa di RSIA Ananda Makassar
Plasenta previa adalah komplikasi kehamilan yang menyebabkan perdarahan pada ibu dengan usia kehamilan di atas 20 minggu. Perdarahan adalah penyebab utama kematian ibu dengan angka...
Hubungan Faktor Usia, Paritas dan Tingkat Pendidikan dengan Pemilihan IUD Pasca Plasenta di RSUD dr H.Moch Ansari Saleh Banjarmasin
Hubungan Faktor Usia, Paritas dan Tingkat Pendidikan dengan Pemilihan IUD Pasca Plasenta di RSUD dr H.Moch Ansari Saleh Banjarmasin
Penggunaan IUD Post Plasenta dapat mengurangi jumlah kehamilan yang tidak diinginkan, sehingga mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan f...
Analisis Faktor Pengungkapan Laporan Keberlanjutan di Indonesia
Analisis Faktor Pengungkapan Laporan Keberlanjutan di Indonesia
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor penentu pengungkapan laporan keberlanjutan di Indonesia yaitu faktor format laporan, pedoman, jaminan, size dan sektor ...

