Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Determinan Kesediaan Ibu dalam Pemasangan IUD Post Plasenta

View through CrossRef
Latar Belakang: Insersi IUD post-placenta memiliki angka ekspulsi rata-rata 13-16%, dan dapat hingga 9-12,5% jika dipasang oleh tenaga terlatih. Angka ekspulsi ini lebih rendah bila dibandingkan dengan waktu pemasangan pada masa segera pasca-persalinan, yaitu 28-37%. Sayangnya, pemasangan IUD post-placenta belum terlalu banyak digunakan karena masih kurangnya sosialisasi mengenai hal ini dan masih adanya ketakutan pada calon akseptor mengenai terjadinya komplikasi seperti perforasi uterus, infeksi, perdarahan, dan nyeri. Tujuan: Penelitian untuk mengetahui determinan  kesediaan ibu dalam pemasangan IUD post plasenta di Praktik Bidan Mandiri Henny Kasih Tahun 2021. Metode: Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi adalah seluruh ibu hamil yang datang untuk memeriksakan kehamilannya sebanyak 38 orang. Sampel diambil dengan teknik total populasi yaitu 38 orang ibu hamil. Analisis data dengan menggunakan uji chi square. Hasil: penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,006, ada hubungan persepsi dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,001, ada hubungan sikap dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,002 dan ada hubungan dukungan suami dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,003. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan, persepsi, sikap dan dukungan suami dengan kesediaan ibu hamil untuk pemasangan IUD post plasenta.
Title: Determinan Kesediaan Ibu dalam Pemasangan IUD Post Plasenta
Description:
Latar Belakang: Insersi IUD post-placenta memiliki angka ekspulsi rata-rata 13-16%, dan dapat hingga 9-12,5% jika dipasang oleh tenaga terlatih.
Angka ekspulsi ini lebih rendah bila dibandingkan dengan waktu pemasangan pada masa segera pasca-persalinan, yaitu 28-37%.
Sayangnya, pemasangan IUD post-placenta belum terlalu banyak digunakan karena masih kurangnya sosialisasi mengenai hal ini dan masih adanya ketakutan pada calon akseptor mengenai terjadinya komplikasi seperti perforasi uterus, infeksi, perdarahan, dan nyeri.
Tujuan: Penelitian untuk mengetahui determinan  kesediaan ibu dalam pemasangan IUD post plasenta di Praktik Bidan Mandiri Henny Kasih Tahun 2021.
Metode: Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional).
Populasi adalah seluruh ibu hamil yang datang untuk memeriksakan kehamilannya sebanyak 38 orang.
Sampel diambil dengan teknik total populasi yaitu 38 orang ibu hamil.
Analisis data dengan menggunakan uji chi square.
Hasil: penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,006, ada hubungan persepsi dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,001, ada hubungan sikap dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,002 dan ada hubungan dukungan suami dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,003.
Kesimpulan: dari penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan, persepsi, sikap dan dukungan suami dengan kesediaan ibu hamil untuk pemasangan IUD post plasenta.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI KLINIK BERSALIN BUDI MULIA MEDIKA PALEMBANG TAHUN 2013
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI KLINIK BERSALIN BUDI MULIA MEDIKA PALEMBANG TAHUN 2013
ABSTRACT [Indonesia is the country with the largest population among the member countries of ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) with a population of more 243.3 mi...
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN MINAT PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS PENDOPO KABUPATEN EMPAT LAWANG
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN MINAT PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS PENDOPO KABUPATEN EMPAT LAWANG
Pendahuluan: Cakupan pelayanan penggunaan alat kontrasepsi pasca persalinan di Pendopo Kabupaten Empat Lawang masih sangat rendah, Tahun 2023 tercatat hanya 1.250 ibu nifas yang me...
Hubungan Faktor Usia, Paritas dan Tingkat Pendidikan dengan Pemilihan IUD Pasca Plasenta di RSUD dr H.Moch Ansari Saleh Banjarmasin
Hubungan Faktor Usia, Paritas dan Tingkat Pendidikan dengan Pemilihan IUD Pasca Plasenta di RSUD dr H.Moch Ansari Saleh Banjarmasin
Penggunaan IUD Post Plasenta dapat mengurangi jumlah kehamilan yang tidak diinginkan, sehingga mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan f...
Asuhan Kebidanan pada Ny. S Akseptor KB IUD Pasca Plasenta
Asuhan Kebidanan pada Ny. S Akseptor KB IUD Pasca Plasenta
Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawsi Selatan tahun 2017, proporsi Kabupaten/Kota dengan persentase peserta KB baru tertinggi ialah Kabupaten Gowa (76,14%), kemudian Palopo (15,50%...
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN KESEDIAAN PEMERIKSAAN HIV DAN AIDS
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN KESEDIAAN PEMERIKSAAN HIV DAN AIDS
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015 memperkirakan jika di Indonesia setiap tahun terdapat 9.000 ibu hamil positif Human Immunodeficiency Virus  yang melahirkan bayi...
KARAKTERISTIK AKSEPTOR KONTRASEPSI INTRA UTERIN DEVISE POST PLACENTA DI PUSKESMAS WILAYAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017
KARAKTERISTIK AKSEPTOR KONTRASEPSI INTRA UTERIN DEVISE POST PLACENTA DI PUSKESMAS WILAYAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017
The most ideal contraceptive for postpartum and breastfeeding mothers is not to suppress breast milk production such as Intra Uterine Device IUD, 3 month injections of contraceptio...
Kejadian Retensio Plasenta Berdasarkan Umur Dan Paritas Di RSUD DR. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin
Kejadian Retensio Plasenta Berdasarkan Umur Dan Paritas Di RSUD DR. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin
Latar Belakang: Sebanyak 558.000 ibu meninggal setiap tahun akibat komplikasi kehamilan dan persalinan, 35% diantaranya adalah meninggal karena perdarahan, penyebab utama pada perd...

Back to Top