Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMBINAAN WANITA TUNA SUSILA MELALUI PANTI SOSIAL KARYA WANITA “ANDAM DEWI” DI SUKARAMI

View through CrossRef
Pembinaan terhadap WTS di Panti Sosial Karya Wanita Adam Dewi, menyangkut dengan: (1) pembinaan fisik dan jasmani, (2) bimbingan mental dan spritual, (3) bimbingan sosial, (4) Bimbingan atau pelatihan keterampilan kerja, (5) resosialisasi, (6) penyaluran, (7) bimbingan lanjutan dan terminasi. Permasalahan utama dialami PSKW dalam pembinaan WTS adalah masalah data tentang klien (WTS) yang dibina. Para pembina mengalami kesulitan untuk menetapkan strategi dan pendekatan yang cocok untuk setiap individu dan kelompok WTS yang dibina. Klien (WTS) yang baru ditangkap tanpa diiringgi oleh data yang jelas dan penetapan pola karenatnanya menyulitkan karena mereka masuk tidak serentak.Pola pembinaan yang telah digariskan Departemen Sosial sebagain besar tidak dapat dilaksanakan. Fasilitas yang ada tidak dapat menampung jumlah WTS yang ada. Pendekatan yang digunakan tidak jarang membosankan bagi WTS yang dibina.Partisipasi keluarga dan karib kerabat lainnya dalam pembinaan sangatlah sedikit. Tingkat pendidikan WTS yang dibina pada umumnya sangat rendah dan bahkan ada yang buta huruf, bagi WTS kelas kakap tidak jarang lepas dari binaan karena adanya jaminan dari berbagai fihak. Gangguang dari muncikari dan backing para WTS tidak jarang mengancam ketenang petugas dan pengelola dalam menjalankan tugas. Solusi dilakukan dalam mengatasi permasalahan yang dialami PSKW dalam pembinaan WTS adalah bagi yang berulang kali masuk untuk pembinaan tahap kedua dilakukan pembotkan rambut WRS, masuk yang kedua kali, ditetapkan masa karantinaselama dua tahun, begitu juga masuk yang ke tiga masa karantina selama tiga tahun. Selama proses pembinaan mereka diperlakukan sebagai murid dan tidak diperbolehkan untuk memakai perhiasan dan mic up serta berhubungan dengan memakai HP. PSKW melakukan koordinasi secara dekat dengan instansi serta keluarga dalam upaya pembinaan WTS lebih lanjut.
Center for Open Science
Title: PEMBINAAN WANITA TUNA SUSILA MELALUI PANTI SOSIAL KARYA WANITA “ANDAM DEWI” DI SUKARAMI
Description:
Pembinaan terhadap WTS di Panti Sosial Karya Wanita Adam Dewi, menyangkut dengan: (1) pembinaan fisik dan jasmani, (2) bimbingan mental dan spritual, (3) bimbingan sosial, (4) Bimbingan atau pelatihan keterampilan kerja, (5) resosialisasi, (6) penyaluran, (7) bimbingan lanjutan dan terminasi.
Permasalahan utama dialami PSKW dalam pembinaan WTS adalah masalah data tentang klien (WTS) yang dibina.
Para pembina mengalami kesulitan untuk menetapkan strategi dan pendekatan yang cocok untuk setiap individu dan kelompok WTS yang dibina.
Klien (WTS) yang baru ditangkap tanpa diiringgi oleh data yang jelas dan penetapan pola karenatnanya menyulitkan karena mereka masuk tidak serentak.
Pola pembinaan yang telah digariskan Departemen Sosial sebagain besar tidak dapat dilaksanakan.
Fasilitas yang ada tidak dapat menampung jumlah WTS yang ada.
Pendekatan yang digunakan tidak jarang membosankan bagi WTS yang dibina.
Partisipasi keluarga dan karib kerabat lainnya dalam pembinaan sangatlah sedikit.
Tingkat pendidikan WTS yang dibina pada umumnya sangat rendah dan bahkan ada yang buta huruf, bagi WTS kelas kakap tidak jarang lepas dari binaan karena adanya jaminan dari berbagai fihak.
Gangguang dari muncikari dan backing para WTS tidak jarang mengancam ketenang petugas dan pengelola dalam menjalankan tugas.
Solusi dilakukan dalam mengatasi permasalahan yang dialami PSKW dalam pembinaan WTS adalah bagi yang berulang kali masuk untuk pembinaan tahap kedua dilakukan pembotkan rambut WRS, masuk yang kedua kali, ditetapkan masa karantinaselama dua tahun, begitu juga masuk yang ke tiga masa karantina selama tiga tahun.
Selama proses pembinaan mereka diperlakukan sebagai murid dan tidak diperbolehkan untuk memakai perhiasan dan mic up serta berhubungan dengan memakai HP.
PSKW melakukan koordinasi secara dekat dengan instansi serta keluarga dalam upaya pembinaan WTS lebih lanjut.

Related Results

Pengaruh Pendidikan Akhlak dan Pembinaan Sholat terhadap Pembentukan Karakter Eks Wanita Tuna Susila
Pengaruh Pendidikan Akhlak dan Pembinaan Sholat terhadap Pembentukan Karakter Eks Wanita Tuna Susila
Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pendidikan akhlak terhadap pembentukan karakter eks wanita tuna susila, 2). Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemb...
Evaluation of 16S rRNA Gene Sequence for DNA Barcoding of Tuna Fish
Evaluation of 16S rRNA Gene Sequence for DNA Barcoding of Tuna Fish
For fish product authentication, DNA barcoding has been a reliable tool. This is due to its requirement of a small amount of tissue sample in order to conduct a full analysis for s...
Studi Semiotika Makna Upacara Perayaan Dewi Kwan Im di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang
Studi Semiotika Makna Upacara Perayaan Dewi Kwan Im di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang
This research discusses of rituals for Dewi Kwan Im celebration that is the day Dewi Kwan Im leaving the world. Dewi Kwan Im is the Goddess who was highly respected by Khonghucu pe...
STANDAR PELAYANAN BALAI REHABILITASI SOSIAL PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH
STANDAR PELAYANAN BALAI REHABILITASI SOSIAL PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH
Social welfare institutions service sistem is a one of old model services. Now, new paradigm approach in social welfare services base on family and community, but institutions mode...
Efek Teratogenik Ikan Tuna Yang Mengandung Formalin Pada Fetus Mencit
Efek Teratogenik Ikan Tuna Yang Mengandung Formalin Pada Fetus Mencit
Penelitian efek teratogenik ikan tuna yang mengandung formalin pada fetus mencit putih telah dilakukan.  Penelitian dilakukan pada 20 ekor mencit betina hamil yang dibagi menjadi 5...
PERIKANAN PANCING ULUR TUNADI KEDONGANAN, BALI
PERIKANAN PANCING ULUR TUNADI KEDONGANAN, BALI
Tuna merupakan salah satu jenis komoditas perikanan yang memiliki nilai komersial tinggi. Sumberdaya ikan ini akan terus ditangkap, karena permintaan pasar global terhadap komodita...
Determinants of Economic Value Addition of Industrial Tuna Fish Processors in the Sea Food Processing Sub-Chain in Malaysia
Determinants of Economic Value Addition of Industrial Tuna Fish Processors in the Sea Food Processing Sub-Chain in Malaysia
Value added is the difference between the output value, input material, and processing costs. The supply chain of tuna products is inseparable from production costs as a support fo...
STATUS PERIKANAN HUHATE (POLE AND LINE) DI BITUNG, SULAWESI UTARA
STATUS PERIKANAN HUHATE (POLE AND LINE) DI BITUNG, SULAWESI UTARA
Tulisan ini menyajikan tentang status perikanan huhate di Bitung meliputi deskripsi unit penangkapan, daerah penangkapan, komposisi hasil tangkapan, catch per unit of effort, dan u...

Back to Top