Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

BEBERAPA GEJALA BAHASA DALAM BAHASA INDONESIA

View through CrossRef
Bahasa adalah alat komunikasi yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Penguasaan terhadap suatu bahasa bukanlah merupakan warisan atau turunan melainkan sesuatu yang diperoleh dari kebiasaan dalam kehidupan. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup dan berkembang ejalan dengan perkembangan dengan masyarkat Indonesia (pemakai bahasa). Sehubungan dengan perkembangan itulah kita jumpai gejala yang timbul diantaranya perubahan bentuk kata maupun perubahan arti kata, perubahan-perubahan ini ada yang sudah diterima dan ada yang belum diterima sebagai bahasa yang umum. Gejala bahasa ini adalah salah satu faktor yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Gejala bahasa yang dibicarakan adalah gejala bahasa hiperkorek, gejala bahasa pleonasme, gejala bahasa kontaminasi, gejala bahasa protesis, gejala bahasa epentesis. Masing-masing gejala bahasa tampaknya mempunyai khusus secara sendiri-sendiri. Pengetahuan gejala bahasa dapat menunjang sikap serta pengertian yang wajar terhadap bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia tidak mengenal gejala concord. Peran positif dalam gejala bahasa adalah menyumbangkan sejumlah bentuk yang menambah khazanah kata dalam bahasa Indonesia yaitu gejala bahasa adaptasi, peranan negative secara umum memberi gambaran bahwa gejala bahasa Indonesia menunjukkan bentuk-bentuk yang salah atau destandarisasi yaitu gejala bahasa hiperkorek, gejala bahasa kontaminasi, dan gejala bahasa pleonasme.
Politeknik Ganesha
Title: BEBERAPA GEJALA BAHASA DALAM BAHASA INDONESIA
Description:
Bahasa adalah alat komunikasi yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.
Penguasaan terhadap suatu bahasa bukanlah merupakan warisan atau turunan melainkan sesuatu yang diperoleh dari kebiasaan dalam kehidupan.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup dan berkembang ejalan dengan perkembangan dengan masyarkat Indonesia (pemakai bahasa).
Sehubungan dengan perkembangan itulah kita jumpai gejala yang timbul diantaranya perubahan bentuk kata maupun perubahan arti kata, perubahan-perubahan ini ada yang sudah diterima dan ada yang belum diterima sebagai bahasa yang umum.
Gejala bahasa ini adalah salah satu faktor yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Gejala bahasa yang dibicarakan adalah gejala bahasa hiperkorek, gejala bahasa pleonasme, gejala bahasa kontaminasi, gejala bahasa protesis, gejala bahasa epentesis.
Masing-masing gejala bahasa tampaknya mempunyai khusus secara sendiri-sendiri.
Pengetahuan gejala bahasa dapat menunjang sikap serta pengertian yang wajar terhadap bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia tidak mengenal gejala concord.
Peran positif dalam gejala bahasa adalah menyumbangkan sejumlah bentuk yang menambah khazanah kata dalam bahasa Indonesia yaitu gejala bahasa adaptasi, peranan negative secara umum memberi gambaran bahwa gejala bahasa Indonesia menunjukkan bentuk-bentuk yang salah atau destandarisasi yaitu gejala bahasa hiperkorek, gejala bahasa kontaminasi, dan gejala bahasa pleonasme.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
HUBUNGAN GEJALA PRAMENSTRUASI DENGAN GEJALA AWAL KEHAMILAN
HUBUNGAN GEJALA PRAMENSTRUASI DENGAN GEJALA AWAL KEHAMILAN
Setiap fase reproduksi ditandai dengan perubahan neuroendokrin dan psikososial. Gejala pramenstruasi yaitu keluhan yang muncul sebelum menstruasi dan terjadi 7-10 hari menjelang me...
PERSPEKTIF AKULTURASI NILAI BILINGUALISME BAHASA DI SITUBONDO
PERSPEKTIF AKULTURASI NILAI BILINGUALISME BAHASA DI SITUBONDO
Abstrak, Indonesia sebagai sebuah bangsa memiliki keragaman budaya dan bahasa yang sangat tinggi. Tingkat kemajemukan yang sangat tinggi ini tercermin dalamjumlahbahasa daerah yang...
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik seperti ...
Conference Committee
Conference Committee
Abstract Advisory Committee Prof. Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu, MA. (Hasanuddin University, Indonesia) Prof. Dr. Ir....
SISTEM INVERSI DALAM BAHASA INGGRIS
SISTEM INVERSI DALAM BAHASA INGGRIS
Penelitian ini membahas masalah-masalah pokok yang terkait dengan struktur inversi dalam bahasa inggris yaitu: 1. Ada berapa jenis inversi?, 2. Kalimat-kalimat yang bagaimana yang ...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
PENGAJARAN BAHASA DAN SASTRA SASAK DI SEKOLAH (Hambatan dan Alternatif Pemecahannya)
PENGAJARAN BAHASA DAN SASTRA SASAK DI SEKOLAH (Hambatan dan Alternatif Pemecahannya)
Di dunia saat ini, terdapat tidak kurang dari 6000 bahasa. Separuh dari bahasa-bahasa tersebut terancam punah. Dari jumlah 6000 bahasa tersebut, sebanyak 746 bahasa berada di Indon...

Back to Top