Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Soimah dan Sandrina dalam Perspektif Industri Budaya Adorno

View through CrossRef
Studi ini mengkaji dan mengkomparasi praktek standarisasi budaya dalam media massa dan media sosial. Studi ini focus pada praktik standarisasi media massa pada figur seniman Soimah Pancawati dan Sandrina Mazaya. Studi ini kemudian merefleksikan praktik standarisasi dalam monetisasi akun media sosial Soimah dan Sandrina. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan Teori Standarisasi Adorno dengan metode desk research. Peneliti berargumen, pemilik modal mambangun industri budaya melalui media massa dan media sosial yang menstandarisasi dan mengeksploitasi Soimah dan Sandrina selaku komoditas. Tidak banyak studi yang mengunakan pemikiran Adorno untuk mengkaji standarisasi dalam media sosial. Studi ini menemukan, Soimah dan Sandrina selaku pekerja dalam industri budaya dan pengguna media sosial mengalami alienasi dari nilai otentisitas yaitu karakter awalnya sebagai seniman. Media menjadi mesin industri yang melakukan standarisasi dan eksploitasi demi menekan biaya produksi. Standardisasi dan eksploitasi menjadi strategi media untuk mempertukarkan budaya menjadi nilai jual (interchangeable). Media membangun mimpi popularitas atau viral yang sebenarnya merefleksikan standarisasi dan eksploitasi. Nilai komoditas berkurang setelah proses komodifikasi. Sebagai industri budaya, media akan mengganti komoditas yang memiliki nilai jual baru. Media sewaktu-waktu dapat meninggalkan atau mempopulerkan idola lain.
Title: Soimah dan Sandrina dalam Perspektif Industri Budaya Adorno
Description:
Studi ini mengkaji dan mengkomparasi praktek standarisasi budaya dalam media massa dan media sosial.
Studi ini focus pada praktik standarisasi media massa pada figur seniman Soimah Pancawati dan Sandrina Mazaya.
Studi ini kemudian merefleksikan praktik standarisasi dalam monetisasi akun media sosial Soimah dan Sandrina.
Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan Teori Standarisasi Adorno dengan metode desk research.
Peneliti berargumen, pemilik modal mambangun industri budaya melalui media massa dan media sosial yang menstandarisasi dan mengeksploitasi Soimah dan Sandrina selaku komoditas.
Tidak banyak studi yang mengunakan pemikiran Adorno untuk mengkaji standarisasi dalam media sosial.
Studi ini menemukan, Soimah dan Sandrina selaku pekerja dalam industri budaya dan pengguna media sosial mengalami alienasi dari nilai otentisitas yaitu karakter awalnya sebagai seniman.
Media menjadi mesin industri yang melakukan standarisasi dan eksploitasi demi menekan biaya produksi.
Standardisasi dan eksploitasi menjadi strategi media untuk mempertukarkan budaya menjadi nilai jual (interchangeable).
Media membangun mimpi popularitas atau viral yang sebenarnya merefleksikan standarisasi dan eksploitasi.
Nilai komoditas berkurang setelah proses komodifikasi.
Sebagai industri budaya, media akan mengganti komoditas yang memiliki nilai jual baru.
Media sewaktu-waktu dapat meninggalkan atau mempopulerkan idola lain.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
MODAL SOSIAL DALAM STRATEGI INDUSTRI KECIL
MODAL SOSIAL DALAM STRATEGI INDUSTRI KECIL
Dewasa ini banyak bermunculan sektor perindustrian baik dalam lingkup industri kecil maupun industri rumah tangga, mulai dari industri pangan maupun industri kreatif. Industri keci...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
ANALISIS NILAI BUDAYA DALAM HIKAYAT BANTA AMAT JILID I DAN II KARYA T. A. SAKTI
ANALISIS NILAI BUDAYA DALAM HIKAYAT BANTA AMAT JILID I DAN II KARYA T. A. SAKTI
This study aims to describe the cultural values ​​contained in the Hikayat Banta Amat Volume I and II by T. A. Sakti. Cultural value is very important to be studied in order to pre...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Budaya untuk Kemandirian: Membangun Fondasi Kalurahan Budaya Grogol melalui Pendekatan Culture-Based Rural Development
Budaya untuk Kemandirian: Membangun Fondasi Kalurahan Budaya Grogol melalui Pendekatan Culture-Based Rural Development
Pembangunan desa berbasis budaya menjadi strategi penting dalam mewujudkan kemandirian desa dan penguatan identitas lokal. Kalurahan Grogol terletak di Kapanewon Paliyan, Gunungkid...

Back to Top