Javascript must be enabled to continue!
Branding Kuliner Tradisional sebagai Destinasi Wisata
View through CrossRef
Abstract. Traditional Indonesian food is an important part of the nation’s cultural heritage that must be preserved amid modern market development. One traditional culinary product that has successfully maintained its existence is Mochi Kaswari Lampion from Sukabumi, which has been well known since the 1980s and has become an iconic local souvenir. The sustainability of Mochi Kaswari Lampion is closely related to the implementation of a strong and consistent branding strategy that allows the product to remain relevant to modern consumers without losing its cultural values. Inspired by Japanese mochi, the product is adapted using local ingredients such as rice flour and is distinguished by a lantern logo displayed on traditional basket packaging. The branding strategy emphasizes authenticity, cultural narratives, and environmentally friendly innovation, enabling the brand to survive in an increasingly competitive culinary industry. This study aims to understand how branding strategies are designed to preserve traditional values while enhancing the competitiveness of Mochi Kaswari Lampion in the modern market. This research uses a qualitative approach with a case study method through interviews, direct observation, and analysis of supporting data. The findings provide strategic recommendations to strengthen branding and develop Mochi Kaswari Lampion as a culinary tourism attraction in Sukabumi.
Abstrak. Makanan tradisional Indonesia merupakan bagian penting dari warisan budaya nasional yang perlu dijaga keberlanjutannya di tengah perkembangan pasar modern. Salah satu produk kuliner tradisional yang berhasil mempertahankan eksistensinya adalah Mochi Kaswari Lampion dari Sukabumi, yang telah dikenal sejak era 1980-an dan menjadi ikon oleh-oleh khas daerah. Keberhasilan Mochi Kaswari Lampion tidak terlepas dari penerapan strategi branding yang kuat dan konsisten dalam membangun citra produk tradisional agar tetap relevan bagi generasi modern tanpa menghilangkan nilai budaya yang diwariskan. Produk ini terinspirasi dari mochi Jepang, namun dikembangkan dengan penyesuaian bahan lokal seperti tepung beras serta identitas visual berupa logo lampion pada kemasan keranjang yang khas. Strategi branding yang diterapkan menekankan aspek autentisitas, narasi budaya, serta inovasi yang ramah lingkungan sehingga mampu bertahan di tengah persaingan industri kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana strategi branding dirancang guna menjaga nilai tradisi sekaligus meningkatkan daya saing Mochi Kaswari Lampion di pasar modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara, observasi langsung, dan analisis data pendukung. Hasil penelitian diharapkan memberikan rekomendasi strategis terkait penguatan branding dan pengembangan Mochi Kaswari Lampion sebagai daya tarik wisata kuliner Sukabumi.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Branding Kuliner Tradisional sebagai Destinasi Wisata
Description:
Abstract.
Traditional Indonesian food is an important part of the nation’s cultural heritage that must be preserved amid modern market development.
One traditional culinary product that has successfully maintained its existence is Mochi Kaswari Lampion from Sukabumi, which has been well known since the 1980s and has become an iconic local souvenir.
The sustainability of Mochi Kaswari Lampion is closely related to the implementation of a strong and consistent branding strategy that allows the product to remain relevant to modern consumers without losing its cultural values.
Inspired by Japanese mochi, the product is adapted using local ingredients such as rice flour and is distinguished by a lantern logo displayed on traditional basket packaging.
The branding strategy emphasizes authenticity, cultural narratives, and environmentally friendly innovation, enabling the brand to survive in an increasingly competitive culinary industry.
This study aims to understand how branding strategies are designed to preserve traditional values while enhancing the competitiveness of Mochi Kaswari Lampion in the modern market.
This research uses a qualitative approach with a case study method through interviews, direct observation, and analysis of supporting data.
The findings provide strategic recommendations to strengthen branding and develop Mochi Kaswari Lampion as a culinary tourism attraction in Sukabumi.
Abstrak.
Makanan tradisional Indonesia merupakan bagian penting dari warisan budaya nasional yang perlu dijaga keberlanjutannya di tengah perkembangan pasar modern.
Salah satu produk kuliner tradisional yang berhasil mempertahankan eksistensinya adalah Mochi Kaswari Lampion dari Sukabumi, yang telah dikenal sejak era 1980-an dan menjadi ikon oleh-oleh khas daerah.
Keberhasilan Mochi Kaswari Lampion tidak terlepas dari penerapan strategi branding yang kuat dan konsisten dalam membangun citra produk tradisional agar tetap relevan bagi generasi modern tanpa menghilangkan nilai budaya yang diwariskan.
Produk ini terinspirasi dari mochi Jepang, namun dikembangkan dengan penyesuaian bahan lokal seperti tepung beras serta identitas visual berupa logo lampion pada kemasan keranjang yang khas.
Strategi branding yang diterapkan menekankan aspek autentisitas, narasi budaya, serta inovasi yang ramah lingkungan sehingga mampu bertahan di tengah persaingan industri kuliner.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana strategi branding dirancang guna menjaga nilai tradisi sekaligus meningkatkan daya saing Mochi Kaswari Lampion di pasar modern.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara, observasi langsung, dan analisis data pendukung.
Hasil penelitian diharapkan memberikan rekomendasi strategis terkait penguatan branding dan pengembangan Mochi Kaswari Lampion sebagai daya tarik wisata kuliner Sukabumi.
Related Results
DESAIN FASILITAS RUANG SERBA GUNA WISATA KULINER DELES SURABAYA
DESAIN FASILITAS RUANG SERBA GUNA WISATA KULINER DELES SURABAYA
Menu aneka makanan yang murah meriah serta enak adalah daya tarik utama sebuah tempat kuliner, khususnya tempat wisata kuliner di kota Surabaya. Tempat dan letak yang strategis sua...
Siklus Hidup Destinasi Wisata di Kabupaten Pangandaran
Siklus Hidup Destinasi Wisata di Kabupaten Pangandaran
Studi pariwisata sering menilai pengembangan tujuan wisata berdasarkan siklus hidup teori siklus hidup.Berdasarkan enam tahap teori siklus hidup pariwisata,penelitian ini bertujuan...
Analisis Potensi Kawasan Wisata Kuliner Dalam Mendukung Pariwisata Di Kota Tegal Jawa Tengah
Analisis Potensi Kawasan Wisata Kuliner Dalam Mendukung Pariwisata Di Kota Tegal Jawa Tengah
Abstract - Culinary diversity in the city of Central Java is storing great potential to be developed as a support service in developing the potential of culinary tourism. Culinary ...
EDUKASI PEGELOLAAN BISNIS WISATA KULINER DI KOTA KENDARI
EDUKASI PEGELOLAAN BISNIS WISATA KULINER DI KOTA KENDARI
Berbagai keunggulan usaha kuliner perlu lebih dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pengusaha kuliner, dan masyarakat. Perkembangan jumlah pengusaha kuliner ...
Fasilitasi Rencana Aksi Perintisan Wisata Kuliner Berbasis Urban Farming di Pinggir Kali Code, Yogyakarta
Fasilitasi Rencana Aksi Perintisan Wisata Kuliner Berbasis Urban Farming di Pinggir Kali Code, Yogyakarta
Pada tahun 2023, kegiatan pengabdian yang dilakukan di RT 13 dan RT 14 Kampung Surokarsan untuk mempersiapkan kampung tersebut menjadi kampung wisata kuliner. Kegiatan pengabdian t...
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA ALAM KANDUARAYA OLEH KELOMPOK SADAR WISATA DESA KEDANG IPIL KECAMATAN KOTA BANGUN
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA ALAM KANDUARAYA OLEH KELOMPOK SADAR WISATA DESA KEDANG IPIL KECAMATAN KOTA BANGUN
Destinasi Wisata Alam Kandua Raya merupakan wisata alam seperti air terjun yang di kelilingi oleh hutan yang masih dalam keadaan sejuk dan bersih, yang letaknya di Desa Kedang Ipil...
PENGARUH SOSIALISASI KULINER, INOVASI PRODUK KULINER DAN CITRA PRODUK KULINER TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN KULINER TRADISIONAL DI KOTA TANGERANG SELATAN
PENGARUH SOSIALISASI KULINER, INOVASI PRODUK KULINER DAN CITRA PRODUK KULINER TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN KULINER TRADISIONAL DI KOTA TANGERANG SELATAN
South Tangerang city known as the city of education, multiethnic, multicultural and free trade center that brings a variety of shopping centers with malls and factory outlets sprea...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...

