Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemikiran Islam Jamaluddin Al-Afghani

View through CrossRef
Pada perkembangannya, masyarakat selalu mengalami perubahan yang kompleks setiap zamannya. Dimulai dari masyarakat yang nomaden menjadi sedenter, kota menjadi negara, hingga akhirnya era globalisasi. Dalam dunia Islam sendiri pada masa modern sedang berada pada masa kemunduran. Hal ini ditandai dengan banyaknya negara muslim yang dijajah dan diperbudak oleh para Kolonial Barat serta teknologi mengalami kemajuan pesat di dunia barat sedangkan mengalami stagnasi di dunia Islam. pada saat yang di nanti, Jamaluddin Al-Afghani berupaya untuk menggaungkan semangat pembaharuan di dunia Islam. Jamaluddin Al-Afghani lahir pada tahun 1838 M/1254 H di Asadabad, dan mendapatkan dasar-dasar keilmuan Islam dari ayahnya seorang bermazhab Hanafi. Sebagai seorang pemikir, Afghani tidak terlalu mencolok. Satu-satunya karya Afghani yang diterbitkan adalah artikel Ar-Radd ‘ala Ad-Dahriyyin (Bantahan terhadap kaum Materialis) yang ia tulis untuk mengisi waktu luang di India. Tiga kebenaran menurutnya dalam beragama, yaitu akal dan hati dapat dimanfaatkan untuk menjadi khalifah di bumi; Membangkitkan daya saing antar manusia hingga kelompok yang pada akhirnya akan memperbaiki dirinya untuk terap bersaing; Menyadari bahwa ada yang lebih tinggi di dunia. Pemurnian ajaran Islam menteladani rosulullah dan khalifah rosyidah, perlawanan kolonilisme dan dominasi barat, serta mengakui keunggulan barat dalam perkembangan teknologi untuk mengambil Kembali kejayaan Islam. Modernitas dan ijtihad, menurut Afghani sangat penting untuk pembaharuan Islam, yaitu untuk menghilangkan fanatisme mazhab dan taqlid golongan. Gagasan Pan-Islamisme Afghani dalam mengelola pemerintahan pernah dicontohkan oleh Afghani ketika dia mendirikan partai Hizbul Wathan. Afghani mengedepankan kepemimpinan rakyat atau musyawarah dalam pemerintahan, agar setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin. Adapun pengaruh pemikirannya banyak berkembang di negara-negara muslim, termasuk di Indonesia yaitu faham politik islam oleh M. Natsir dan Gerakan Islam Muhammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan.
Universitas Muhammadiyah Bandung
Title: Pemikiran Islam Jamaluddin Al-Afghani
Description:
Pada perkembangannya, masyarakat selalu mengalami perubahan yang kompleks setiap zamannya.
Dimulai dari masyarakat yang nomaden menjadi sedenter, kota menjadi negara, hingga akhirnya era globalisasi.
Dalam dunia Islam sendiri pada masa modern sedang berada pada masa kemunduran.
Hal ini ditandai dengan banyaknya negara muslim yang dijajah dan diperbudak oleh para Kolonial Barat serta teknologi mengalami kemajuan pesat di dunia barat sedangkan mengalami stagnasi di dunia Islam.
pada saat yang di nanti, Jamaluddin Al-Afghani berupaya untuk menggaungkan semangat pembaharuan di dunia Islam.
Jamaluddin Al-Afghani lahir pada tahun 1838 M/1254 H di Asadabad, dan mendapatkan dasar-dasar keilmuan Islam dari ayahnya seorang bermazhab Hanafi.
Sebagai seorang pemikir, Afghani tidak terlalu mencolok.
Satu-satunya karya Afghani yang diterbitkan adalah artikel Ar-Radd ‘ala Ad-Dahriyyin (Bantahan terhadap kaum Materialis) yang ia tulis untuk mengisi waktu luang di India.
Tiga kebenaran menurutnya dalam beragama, yaitu akal dan hati dapat dimanfaatkan untuk menjadi khalifah di bumi; Membangkitkan daya saing antar manusia hingga kelompok yang pada akhirnya akan memperbaiki dirinya untuk terap bersaing; Menyadari bahwa ada yang lebih tinggi di dunia.
Pemurnian ajaran Islam menteladani rosulullah dan khalifah rosyidah, perlawanan kolonilisme dan dominasi barat, serta mengakui keunggulan barat dalam perkembangan teknologi untuk mengambil Kembali kejayaan Islam.
Modernitas dan ijtihad, menurut Afghani sangat penting untuk pembaharuan Islam, yaitu untuk menghilangkan fanatisme mazhab dan taqlid golongan.
Gagasan Pan-Islamisme Afghani dalam mengelola pemerintahan pernah dicontohkan oleh Afghani ketika dia mendirikan partai Hizbul Wathan.
Afghani mengedepankan kepemimpinan rakyat atau musyawarah dalam pemerintahan, agar setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin.
Adapun pengaruh pemikirannya banyak berkembang di negara-negara muslim, termasuk di Indonesia yaitu faham politik islam oleh M.
Natsir dan Gerakan Islam Muhammadiyah oleh KH.
Ahmad Dahlan.

Related Results

DAMPAK DAN PERANAN PEMIKIRAN POLITIK TOKOH ISLAM (JAMALUDDIN AL-AFGHANI, MUHAMMAD ABDUH DAN MUHAMMAD IQBAL) TERHADAP PEMBARUAN DUNIA ISLAM
DAMPAK DAN PERANAN PEMIKIRAN POLITIK TOKOH ISLAM (JAMALUDDIN AL-AFGHANI, MUHAMMAD ABDUH DAN MUHAMMAD IQBAL) TERHADAP PEMBARUAN DUNIA ISLAM
AbstractJamaluddin Al-Afghani was one of the drivers of the renewal and revival of Islam in the 19th century. Muhammad Abduh was one of the most important figures in the religious ...
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Pemikiran pendidikan adalah serangkaian proses kerja akal dan kalbu yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan Islam. Untuk...
Islam and Nationalism in the Thought of Jamal Al-Din Al-Afghani
Islam and Nationalism in the Thought of Jamal Al-Din Al-Afghani
The dynamic of nationalism’s theoretical position has facilitated the unfolding complexities throughout history; and it still triggers an intellectual debate among the contemporary...
Membangun Kesadaran Pertanian Modern: Pendekatan Edukatif melalui Hidroponik untuk Siswa/I Sdn 6 Sesetan
Membangun Kesadaran Pertanian Modern: Pendekatan Edukatif melalui Hidroponik untuk Siswa/I Sdn 6 Sesetan
Artikel ini membahas rekonstruksi pemikiran Islam melalui telaah terhadap gagasan pembaruan yang dikembangkan oleh sejumlah tokoh Muslim modern dan kontemporer, seperti Jamaluddin ...
The Rational Paradigm in Islam: A Perspective on the Thought of Harun Nasution
The Rational Paradigm in Islam: A Perspective on the Thought of Harun Nasution
The study of Harun Nasution's thought is very important to be studied more deeply because the study never stops being debated. The purpose of this paper is to understand 3 things: ...
Sejarah Pembaharu Islam di Mesir: Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh
Sejarah Pembaharu Islam di Mesir: Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh
This article discusses two significant figures in the history of Egypt, namely Jamaluddin al-Afghani and Muhammad Abduh. Jamal a-Din al-Afghani and Muhammad ‘Abduh were two influen...
ELEMEN PEMIKIRAN DALAM NOVEL KOMSAS TINGKATAN 5 BERDASARKAN TEORI SPB4K
ELEMEN PEMIKIRAN DALAM NOVEL KOMSAS TINGKATAN 5 BERDASARKAN TEORI SPB4K
Abstrak Karya sastera merupakan wadah penting bagi penulis untuk menyampaikan pelbagai bentuk pemikiran yang dapat memberikan ilmu dan manfaat kepada masyarakat. Aspek yang digarap...

Back to Top