Javascript must be enabled to continue!
Analisis Dampak Bullying terhadap Minat Belajar Siswa VII SMPN Satap Mataluntun Kabupaten Luwu
View through CrossRef
Terdapat beberapa faktor yang memmengaruhi pencapaian prestasi belajar peserta didik, diantaranya faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik (faktor internal) dan ada pula dari luar dirinya (faktor eksternal). Salah satu faktor eksternal yang memengaruhi minat belajar siswa adalah gangguan dari siswa lain atau sering disebut sebagai bullying. Bullying merupakan tindakan kekerasan ataupun pelecehan yang dilakukan secara sadar dan sengaja maupun tidak sengaja oleh individu ataupun kelompok orang yang memilki otoritas atau vitalitas untuk melakukan kekerasan terhadap pihak lain. Bentuk bullying diantaranya bullying fisik, Non-fisik, dan bullying mental/psikologis. Tujuan analisis ini yakni: 1)Mendeskripsikan bentuk perilaku bullying, 2) Mendeskripsikan minat siswa yang mengalami tindakan bullying 3) Mengetahui apa saja solusi untuk mengatasi bullying dalam meningkatkan minat belajar siswa. Jenis analisis ini adalah analisis kualitatif deskriptif subjek dan informan pada penelitian ini kepala sekolah, guru, siswa pelaku bullying. Teknik pengumpulan data analisis ini digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi dan diskusi dengan teman sejawat adapun teknik analisa data menggunakan reduksi, penyajian data dan kesimpulan. Hasil analisis dapat ditemukan (1) Bentuk-bentuk bullying yang terjadi di SMPN Satap Mataluntun Kabupaten Luwu antara lain memanggil teman menggunakan panggilan berdasarkan bentuk tubuh sepertri, si kurus, gemuk, dekil dll, berkata kotor, dipukul, ditendang, mencoret-coret buku catatan dan menarik jilbab korban, selain itu siswa sering diabaikan dan tidak diajak bermain oleh teman-temannya. (2) Minat belajar siswa yang mengalami perilaku bullying dapat dikatakan sedang, hal tersebut dinilai dari ranah kognitif siswa pada raport yang mana rata-rata nilai siswa mendekati nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). (3) Upaya sekolah dalam mengatasi perilaku bullying adalah dengan selalu menasehati pada saat pelaksaan upacara bendera, mempertemukan korban dan pelaku, memberikan nasehat dan teguran, memberikan hukuman yang mendidik, serta menanamkan karakter yang baik melalui pembelajaran.
Title: Analisis Dampak Bullying terhadap Minat Belajar Siswa VII SMPN Satap Mataluntun Kabupaten Luwu
Description:
Terdapat beberapa faktor yang memmengaruhi pencapaian prestasi belajar peserta didik, diantaranya faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik (faktor internal) dan ada pula dari luar dirinya (faktor eksternal).
Salah satu faktor eksternal yang memengaruhi minat belajar siswa adalah gangguan dari siswa lain atau sering disebut sebagai bullying.
Bullying merupakan tindakan kekerasan ataupun pelecehan yang dilakukan secara sadar dan sengaja maupun tidak sengaja oleh individu ataupun kelompok orang yang memilki otoritas atau vitalitas untuk melakukan kekerasan terhadap pihak lain.
Bentuk bullying diantaranya bullying fisik, Non-fisik, dan bullying mental/psikologis.
Tujuan analisis ini yakni: 1)Mendeskripsikan bentuk perilaku bullying, 2) Mendeskripsikan minat siswa yang mengalami tindakan bullying 3) Mengetahui apa saja solusi untuk mengatasi bullying dalam meningkatkan minat belajar siswa.
Jenis analisis ini adalah analisis kualitatif deskriptif subjek dan informan pada penelitian ini kepala sekolah, guru, siswa pelaku bullying.
Teknik pengumpulan data analisis ini digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi dan diskusi dengan teman sejawat adapun teknik analisa data menggunakan reduksi, penyajian data dan kesimpulan.
Hasil analisis dapat ditemukan (1) Bentuk-bentuk bullying yang terjadi di SMPN Satap Mataluntun Kabupaten Luwu antara lain memanggil teman menggunakan panggilan berdasarkan bentuk tubuh sepertri, si kurus, gemuk, dekil dll, berkata kotor, dipukul, ditendang, mencoret-coret buku catatan dan menarik jilbab korban, selain itu siswa sering diabaikan dan tidak diajak bermain oleh teman-temannya.
(2) Minat belajar siswa yang mengalami perilaku bullying dapat dikatakan sedang, hal tersebut dinilai dari ranah kognitif siswa pada raport yang mana rata-rata nilai siswa mendekati nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).
(3) Upaya sekolah dalam mengatasi perilaku bullying adalah dengan selalu menasehati pada saat pelaksaan upacara bendera, mempertemukan korban dan pelaku, memberikan nasehat dan teguran, memberikan hukuman yang mendidik, serta menanamkan karakter yang baik melalui pembelajaran.
Related Results
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang SMAN 1 Luwu sebagai wadah proses pendidikan di Kabupaten Luwu 1967-2017) dengan mengungkap proses berdirinya SMAN 1 Luwu dan perke...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pengaruh Apresiasi dan Motivasi dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Kelas Rendah
Pengaruh Apresiasi dan Motivasi dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Kelas Rendah
Minat belajar merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesuksesan belajar siswa di madrasah ibtidaiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh apresiasi dan ...
An Analysis of The Language Variations of Luwunese Through Speech Acts (Fokus: Luwu, North Luwu, and East Luwu)
An Analysis of The Language Variations of Luwunese Through Speech Acts (Fokus: Luwu, North Luwu, and East Luwu)
The main objectives of this research were to determine the differences of language variation in the use of regional language especially Luwu, North Luwu and East Luwu in South Su...
Penerapan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN 5 Satap Randangan Desa Banuroja Kecamatan Randangan Kabupaten Puhuwato Provinsi Gorontalo
Penerapan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Agama Hindu Di SMPN 5 Satap Randangan Desa Banuroja Kecamatan Randangan Kabupaten Puhuwato Provinsi Gorontalo
Pendidikan merupakan suatu proses yang terjadi secara terus-menerus yang bertujuan untuk mengubah jati diri seorang siswa untuk lebih maju dan berkembang dalam ilmu pengetahuan. Pe...
PEMBENTUKAN KABUPATEN LUWU UTARA: KISAH DARI TOKOH DI BALIK LAYAR PADA 1999
PEMBENTUKAN KABUPATEN LUWU UTARA: KISAH DARI TOKOH DI BALIK LAYAR PADA 1999
Artikel ini bertujuan untuk menulis sejarah pembentukan Kabupaten Luwu Utara dari perspektif aktor yang terlibat pada proses pembentukan tersebut. Tulisan ini menggunakan metode se...
ANALISIS KEPERCAYAAN DIRI PADA KORBAN BULLYING
ANALISIS KEPERCAYAAN DIRI PADA KORBAN BULLYING
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tindakan bullying di kalangan remaja atau siswa, hal ini disebabkan kurangnya pengawasan guru terhadap siswa terhadap bullying sehing...
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN INTENSITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU SISWA PASRAMAN SATYA DHARMA DI TAHUN PELAJARAN 2019/2020
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN INTENSITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU SISWA PASRAMAN SATYA DHARMA DI TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi yang signifikan antara (1) minat belajar dengan prestasi belajar agama hindu siswa pasraman satya dharma di Gunun...

