Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS MODEL L-DIVERSITY DENGAN ALGORITMA SYSTEMATIC CLUSTERING DAN DATAFLY
View through CrossRef
Penelitian ini dilatar belakangi oleh teknik anonimitas data yang terdapat pada Privacy Preserving Data Publishing. Sehingga data yang ingin dipublikasikan bersifat anonim, tanpa mengungkap informasi yang sebenarnya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah rekayasa teknik dengan cara menghitung nilai information loss yang dihasilkan pada masing-masing algoritma, kemudian membandingkannya. Model yang digunakan pada penelitian ini adalah l-Diversity. Algoritma yang digunakan adalah algoritma Systematic Clustering dan algoritma Datafly. Data yang digunakan adalah dataset ‘Adult’ yang diunduh dari repositori UCI Machine Learning. Sampel yang digunakan dari dataset ‘Adult’ ini adalah sebanyak 2000 tuple. Nilai information loss tertinggi yang dihasilkan algoritma Systematic Clustering adalah 475673.19, sedangkan nilai information loss tertinggi dari algoritma Datafly adalah 46298.00. Kemudian, untuk nilai information loss terendah yang dihasilkan algoritma Systematic Clustering adalah 22364.79, sedangkan nilai information loss terendah dari algoritma Datafly adalah 36659.00. Algoritma dengan tingkat information loss paling kecil dianggap sebagai algoritma yang paling baik dalam membangun model l-Diversity di antara kedua algoritma yang diuji. Hasil pengujian menyatakan bahwa algoritma Systematic Clustering adalah algoritma yang paling baik dalam membangun model l-Diversity di antara algoritma Systematic Clustering dan Datafly.
Universitas Negeri Jakarta
Title: ANALISIS MODEL L-DIVERSITY DENGAN ALGORITMA SYSTEMATIC CLUSTERING DAN DATAFLY
Description:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh teknik anonimitas data yang terdapat pada Privacy Preserving Data Publishing.
Sehingga data yang ingin dipublikasikan bersifat anonim, tanpa mengungkap informasi yang sebenarnya.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah rekayasa teknik dengan cara menghitung nilai information loss yang dihasilkan pada masing-masing algoritma, kemudian membandingkannya.
Model yang digunakan pada penelitian ini adalah l-Diversity.
Algoritma yang digunakan adalah algoritma Systematic Clustering dan algoritma Datafly.
Data yang digunakan adalah dataset ‘Adult’ yang diunduh dari repositori UCI Machine Learning.
Sampel yang digunakan dari dataset ‘Adult’ ini adalah sebanyak 2000 tuple.
Nilai information loss tertinggi yang dihasilkan algoritma Systematic Clustering adalah 475673.
19, sedangkan nilai information loss tertinggi dari algoritma Datafly adalah 46298.
00.
Kemudian, untuk nilai information loss terendah yang dihasilkan algoritma Systematic Clustering adalah 22364.
79, sedangkan nilai information loss terendah dari algoritma Datafly adalah 36659.
00.
Algoritma dengan tingkat information loss paling kecil dianggap sebagai algoritma yang paling baik dalam membangun model l-Diversity di antara kedua algoritma yang diuji.
Hasil pengujian menyatakan bahwa algoritma Systematic Clustering adalah algoritma yang paling baik dalam membangun model l-Diversity di antara algoritma Systematic Clustering dan Datafly.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
Algoritma merupakan akar dari sebuah sistem yang terbentuk dalam dunia pemrograman.Melalui serangkaian cara yang masuk akal dan teratur, sebuah algoritma dapat menyelesaikan suatu ...
Perbandingan Kinerja Algoritma Naïve Bayes Dan C.45 Dalam Klasifikasi Spam Email
Perbandingan Kinerja Algoritma Naïve Bayes Dan C.45 Dalam Klasifikasi Spam Email
Antispam dengan algoritma tertentu yang dapat memisahkan antara spam-mail dengan non spam mail. Perbandingan kinerja antara algoritma naïve bayes, dan decision tree yang memakai al...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Perbandingan Algoritma Local Binary Patterns Histogram (LBPH) Dan Algoritma Convolutional Neural Network (CNN) Pada Sistem Pengenalan Wajah
Analisis Perbandingan Algoritma Local Binary Patterns Histogram (LBPH) Dan Algoritma Convolutional Neural Network (CNN) Pada Sistem Pengenalan Wajah
Dalam sistem pengamanan dan verifikasi digital, kata sandi sering digunakan tetapi memiliki kerentanan terhadap manipulasi dan pencurian. Untuk mengatasi masalah ini, metode altern...
PERBANDINGAN ALGORITMA K-MEANS, K-MEDOID, DAN DBSCAN UNTUK CLUSTERING KUALITAS HIDUP INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KNOWLEDGE MANAGEMENT DAN DATA DISCOVERY
PERBANDINGAN ALGORITMA K-MEANS, K-MEDOID, DAN DBSCAN UNTUK CLUSTERING KUALITAS HIDUP INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KNOWLEDGE MANAGEMENT DAN DATA DISCOVERY
Kemajuan era digital mendunia memaksa manusia harus semakin peka dalam menggunakan teknologi dalam setiap aspek kehidupan. Khususnya pergerakan kualitas hidup di Indonesia, tantang...
Perbandingan Algoritma Boruvka Dan Algoritma Sollin Pada Optimasi Kebutuhan Kabel Fiber Optik Universitas Bengkulu
Perbandingan Algoritma Boruvka Dan Algoritma Sollin Pada Optimasi Kebutuhan Kabel Fiber Optik Universitas Bengkulu
Optimasi adalah hal penting dalam suatu algoritma. Ini dapat menghemat kebutuhan dalam suatu kegiatan. Pada Minimum Spanning Tree, yang ingin dicapai adalah bagaimana semua vertexs...

