Javascript must be enabled to continue!
Perbandingan Algoritma Boruvka Dan Algoritma Sollin Pada Optimasi Kebutuhan Kabel Fiber Optik Universitas Bengkulu
View through CrossRef
Optimasi adalah hal penting dalam suatu algoritma. Ini dapat menghemat kebutuhan dalam suatu kegiatan. Pada Minimum Spanning Tree, yang ingin dicapai adalah bagaimana semua vertexs terhubung dengan bobot terkecil. Tujuan penelitian ini adalah (i) mengetahui Model graf kebutuhan kabel fiber optik Universitas Bengkulu.; (ii) membandingkan efisiensi Algoritma Boruvka dan Algoritma Sollin dalam implementasi teori Minimum Spanning Tree. Untuk mendapatkan luaran diperlukan beberapa tahap: pengumpulan data: merancang model. Hasil penelitian ini adalah (i) menghasilkan sistem aplikasi sebagai simulasi dalam menentukan optimasi panjang kabel fiber optik menggunakan Algoritma Boruvka dan Algoritma Sollin.; (ii) Total panjang kabel fiber optik awal yang telah digunakan Universitas Bengkulu dalam membangun jalur fiber optik sebelum optimasi sebesar 9.490.76061796493 meter (9,49 km).; (iii) Hasil optimasi panjang kabel fiber optik, Algoritma Boruvka dan Algoritma Sollin menghasilkan hasil optimasi yang sama yaitu 4.438,521266107877 meter (4,438 km).; (iv) Waktu yang diperlukan Algoritma Boruvka dan Algoritma Sollin untuk menghasilkan hasil optimasi berbeda, Algoritma Boruvka sebesar 0.5376448631287 detik dan Algoritma Sollin sebesar 0.6970238685608 detik.
Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Title: Perbandingan Algoritma Boruvka Dan Algoritma Sollin Pada Optimasi Kebutuhan Kabel Fiber Optik Universitas Bengkulu
Description:
Optimasi adalah hal penting dalam suatu algoritma.
Ini dapat menghemat kebutuhan dalam suatu kegiatan.
Pada Minimum Spanning Tree, yang ingin dicapai adalah bagaimana semua vertexs terhubung dengan bobot terkecil.
Tujuan penelitian ini adalah (i) mengetahui Model graf kebutuhan kabel fiber optik Universitas Bengkulu.
; (ii) membandingkan efisiensi Algoritma Boruvka dan Algoritma Sollin dalam implementasi teori Minimum Spanning Tree.
Untuk mendapatkan luaran diperlukan beberapa tahap: pengumpulan data: merancang model.
Hasil penelitian ini adalah (i) menghasilkan sistem aplikasi sebagai simulasi dalam menentukan optimasi panjang kabel fiber optik menggunakan Algoritma Boruvka dan Algoritma Sollin.
; (ii) Total panjang kabel fiber optik awal yang telah digunakan Universitas Bengkulu dalam membangun jalur fiber optik sebelum optimasi sebesar 9.
490.
76061796493 meter (9,49 km).
; (iii) Hasil optimasi panjang kabel fiber optik, Algoritma Boruvka dan Algoritma Sollin menghasilkan hasil optimasi yang sama yaitu 4.
438,521266107877 meter (4,438 km).
; (iv) Waktu yang diperlukan Algoritma Boruvka dan Algoritma Sollin untuk menghasilkan hasil optimasi berbeda, Algoritma Boruvka sebesar 0.
5376448631287 detik dan Algoritma Sollin sebesar 0.
6970238685608 detik.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Optimasi Distribusi Akses Fiber Optik FTTH-GPON Pada Gedung Bertingkat
Optimasi Distribusi Akses Fiber Optik FTTH-GPON Pada Gedung Bertingkat
Abstrak---Format akses fiber optik pada gedung Wisma 46 adalah FTTH dengan menggunakan teknologi GPON (Gigabit Passive Optical Network). Namun dalam pendistribusian kabel optiknya ...
Analisis Perubahan Jaringan Telekomunikasi Central Toka LIM4 Wilayah Jatinegara Dari Saluran Tembaga Menjadi Fiber Optik
Analisis Perubahan Jaringan Telekomunikasi Central Toka LIM4 Wilayah Jatinegara Dari Saluran Tembaga Menjadi Fiber Optik
Makalah Komprehensif Analisis Perubahan Jaringan Telekomunikasi Central Toka LIM 4 Wilayah Jatinegara Dari Saluran Tembaga Menjadi Fiber Optik bertujuan untuk menganalisis perubaha...
ANALISIS KETERLAKSANAAN PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU
ANALISIS KETERLAKSANAAN PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pendidikan mitigasi bencana dalam pembelajaran IPA, mengetahui persepsi guru dan peserta didik terhadap penting...
Analisis Partial Discharge Pada Saluran Kabel Tegangan Menengah 20 kV (Studi Assesmen SKTM di PT. PLN (Persero) UP3 Menteng)
Analisis Partial Discharge Pada Saluran Kabel Tegangan Menengah 20 kV (Studi Assesmen SKTM di PT. PLN (Persero) UP3 Menteng)
This study aims to determine the status of the cable condition to the emergence voltage of Partial Discharge, as well as the status of the cable to discharge the Partial Discharge....
PENGAWASAN PEMBANGUNAN JARINGAN FIBER OPTIK PADA DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN STATISTIK PROVINSI GORONTALO
PENGAWASAN PEMBANGUNAN JARINGAN FIBER OPTIK PADA DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN STATISTIK PROVINSI GORONTALO
Pengawasan pembangunan jaringan Fiber Optik ini menggunakan desain Fiber to the home (FTTH) berbasis teknologi gigabit passive optical network (GPON). Pengawasan pembangunan jarin...
Analisa Pengaruh Lekukan Bertekanan Pada Serat Optik Single Mode Terhadap Pelemahan Intensitas Cahaya
Analisa Pengaruh Lekukan Bertekanan Pada Serat Optik Single Mode Terhadap Pelemahan Intensitas Cahaya
Pelengkungan yang terjadi pada sebuah kabel serat optik sangat berpotensi menimbulkan rugi daya yang cukup serius dan lebih jauh lagi menyebabkan pecahnya serat optik. Oleh karena ...

