Javascript must be enabled to continue!
Analisis Partial Discharge Pada Saluran Kabel Tegangan Menengah 20 kV (Studi Assesmen SKTM di PT. PLN (Persero) UP3 Menteng)
View through CrossRef
This study aims to determine the status of the cable condition to the emergence voltage of Partial Discharge, as well as the status of the cable to discharge the Partial Discharge. Measurements were made at PT PLN (Persero) UP3 Menteng on TD 09-PM 4A Segment Goat Feeders. This research uses a descriptive method. This study carried out measurements of the release of charge and voltage at each phase in the segment. After measuring the discharge of a single segment, data analysis is then performed to determine the value of Partial Discharge, then the value is accumulated to conclude the condition of cable failure risk that refers to standards set by PLN.The results showed that the status of the cable to the voltage appears Partial Discharge. PDIV value of 17.3 kV can be interpreted PDIV> Uo. PDEV value of 8 kV, can be interpreted PDEV <U0. So that PDIV> U0 and PDEV <U0 fall into the category of cable status quite poorly with Point 2. Cable Status Against Load Discharge. PD max and PD Level values range below 500 pC. So that the load can be interpreted as below or equal to 500 pC, Y <500 pC or Y = 500 pC in the cable status category either with point 1. If pont 2 and point 1 are added up then the result is point 3. Point 3 can be concluded with dark green . The risk of cable failure in the TD 09 to PM 4A segment is low and the cable status is quite good. The follow up is that within a period of 12 months, this segment must be re-measured to determine the condition of the risk of cable failure.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui status kondisi kabel terhadap tegangan munculnya Partial Discharge, serta status kabel terhadap pelepasan muatan Partial Discharge. Pengukuran dilakukan di PT PLN (Persero) UP3 Menteng pada Penyulang Kambing Segmen TD 09-PM 4A. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan pengukuran pelepasan muatan dan tegangan pada setiap fasa pada segmen tersebut. Setelah dilakukan pengukuran pelepasan muatan satu segmen maka selanjutnya dilakukan analisis data untuk mengetahui nilai Partial Discharge kemudian nilai tersebut diakumulasikan hingga menjadi kesimpulan kondisi resiko kegagalan kabel yang mengacu pada standar yang telah ditentukan oleh PLN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kabel terhadap tegangan muncul Partial Discharge. Nilai PDIV sebesar 17,3 kV perfasa dapat diartikan PDIV > Uo. Nilai PDEV sebesar 8 kV perfasa, dapat diartikan PDEV < U0. Sehingga PDIV > U0 dan PDEV < U0 masuk kategori status kabel cukup buruk dengan Point 2. Status Kabel Terhadap Besar Pelepasan Muatan. Nilai PD max dan PD Level berkisar dibawah 500 pC. Sehingga dapat diartikan besar muatan dibawah atau sama dengan 500 pC, Y < 500 pC atau Y = 500 pC masuk kategori status kabel baik dengan point 1. Jika pont 2 dan point 1 dijumlahkan maka hasilnya poin 3. Poin 3 dapat disimpulkan dengan warna hijau tua. Resiko kegagalan kabel pada segmen TD 09 to PM 4A adalah rendah dan status kabel tersebut cukup baik. Tindak lanjutnya yaitu dalam jangka waktu 12 bulan, segmen ini harus kembali diukur untuk mengetahui kondisi resiko kegagalan kabel.
Universitas Negeri Jakarta
Title: Analisis Partial Discharge Pada Saluran Kabel Tegangan Menengah 20 kV (Studi Assesmen SKTM di PT. PLN (Persero) UP3 Menteng)
Description:
This study aims to determine the status of the cable condition to the emergence voltage of Partial Discharge, as well as the status of the cable to discharge the Partial Discharge.
Measurements were made at PT PLN (Persero) UP3 Menteng on TD 09-PM 4A Segment Goat Feeders.
This research uses a descriptive method.
This study carried out measurements of the release of charge and voltage at each phase in the segment.
After measuring the discharge of a single segment, data analysis is then performed to determine the value of Partial Discharge, then the value is accumulated to conclude the condition of cable failure risk that refers to standards set by PLN.
The results showed that the status of the cable to the voltage appears Partial Discharge.
PDIV value of 17.
3 kV can be interpreted PDIV> Uo.
PDEV value of 8 kV, can be interpreted PDEV <U0.
So that PDIV> U0 and PDEV <U0 fall into the category of cable status quite poorly with Point 2.
Cable Status Against Load Discharge.
PD max and PD Level values range below 500 pC.
So that the load can be interpreted as below or equal to 500 pC, Y <500 pC or Y = 500 pC in the cable status category either with point 1.
If pont 2 and point 1 are added up then the result is point 3.
Point 3 can be concluded with dark green .
The risk of cable failure in the TD 09 to PM 4A segment is low and the cable status is quite good.
The follow up is that within a period of 12 months, this segment must be re-measured to determine the condition of the risk of cable failure.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui status kondisi kabel terhadap tegangan munculnya Partial Discharge, serta status kabel terhadap pelepasan muatan Partial Discharge.
Pengukuran dilakukan di PT PLN (Persero) UP3 Menteng pada Penyulang Kambing Segmen TD 09-PM 4A.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.
Penelitian ini dilakukan pengukuran pelepasan muatan dan tegangan pada setiap fasa pada segmen tersebut.
Setelah dilakukan pengukuran pelepasan muatan satu segmen maka selanjutnya dilakukan analisis data untuk mengetahui nilai Partial Discharge kemudian nilai tersebut diakumulasikan hingga menjadi kesimpulan kondisi resiko kegagalan kabel yang mengacu pada standar yang telah ditentukan oleh PLN.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kabel terhadap tegangan muncul Partial Discharge.
Nilai PDIV sebesar 17,3 kV perfasa dapat diartikan PDIV > Uo.
Nilai PDEV sebesar 8 kV perfasa, dapat diartikan PDEV < U0.
Sehingga PDIV > U0 dan PDEV < U0 masuk kategori status kabel cukup buruk dengan Point 2.
Status Kabel Terhadap Besar Pelepasan Muatan.
Nilai PD max dan PD Level berkisar dibawah 500 pC.
Sehingga dapat diartikan besar muatan dibawah atau sama dengan 500 pC, Y < 500 pC atau Y = 500 pC masuk kategori status kabel baik dengan point 1.
Jika pont 2 dan point 1 dijumlahkan maka hasilnya poin 3.
Poin 3 dapat disimpulkan dengan warna hijau tua.
Resiko kegagalan kabel pada segmen TD 09 to PM 4A adalah rendah dan status kabel tersebut cukup baik.
Tindak lanjutnya yaitu dalam jangka waktu 12 bulan, segmen ini harus kembali diukur untuk mengetahui kondisi resiko kegagalan kabel.
.
Related Results
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Esensinya setiap generator listrik satu fasa maupun tiga fasa telah dilengkapi dengan sistem eksitasi. Sistem eksitasi generator ada tiga, yaitu sistem eksitasi statis, dinamis, da...
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT. PLN (PERSERO) UP3 KUPANG
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT. PLN (PERSERO) UP3 KUPANG
Penelitian ini berfokus pada karyawan PT. PLN (Persero) UP3 Kupang. Tujuan penelitian adalah untuk 1) mendeskripksikan lingkungan kerja, pelatihan kerja, dan kepuasan kerja karyawa...
Analisis Rugi Tegangan Jaringan Distribusi 20 KV Pada PT. PLN (Persero) Cabang Merauke
Analisis Rugi Tegangan Jaringan Distribusi 20 KV Pada PT. PLN (Persero) Cabang Merauke
Sistem Distribusi merupakan salah satu bagian penting dalam penyaluran energi listrik. Dalam penyalurannya, energi listrik yang disalurkan tidak seluruhnya diterima oleh konsumen. ...
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PLN RAYON KEDIRI KOTA (STUDI KASUS PEMBAYARAN REKENING LISTRIK DI PLN RAYON KEDIRI KOTA)
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PLN RAYON KEDIRI KOTA (STUDI KASUS PEMBAYARAN REKENING LISTRIK DI PLN RAYON KEDIRI KOTA)
This study aims to determine how high the level of customer satisfaction with the service of PLN Rayon Kediri Kota, to determine the quality of service to customer satisfaction PLN...
Analisis Penanganan Gangguan Kedip Tegangan Pada Penyulang Sampoerna 1 Tegangan 20 kV
Analisis Penanganan Gangguan Kedip Tegangan Pada Penyulang Sampoerna 1 Tegangan 20 kV
Berdasarkan kejadian pada tanggal 17 Desember 2017, terjadi gangguan kedip tegangan yang berhasil direkam dengan PQA (Power Quality Analyzer) milik PT. HM Sampoerna dengan nilai pe...
ANALISA KAPASITAS SALURAN DRAINASE PADA JALAN HARYONO M.T KOTA BANJARMASIN
ANALISA KAPASITAS SALURAN DRAINASE PADA JALAN HARYONO M.T KOTA BANJARMASIN
Pada tahun 2021 saluran drainase di Jalan Haryono. M. T Banjarmasin diperbaiki dan dibangun kembali agar tidak ada lagi permasalahan genangan. Untuk saluran dilakukan pengukuran di...
SISTEM PROTEKSI TEGANGAN UNTUK SMART MICRO INVERTER PADA PLTS ON GRID SKALA KECIL
SISTEM PROTEKSI TEGANGAN UNTUK SMART MICRO INVERTER PADA PLTS ON GRID SKALA KECIL
Inverter pada pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) on grid kapasitas kecil adalah smart micro inverter (SMI). SMI mensinkronkan daya yang dihasilkan oleh PLTS ke grid apabila sya...
Assesmen Risiko Dalam Pemberian Hak Bersyarat Bagi Narapidana Tindak Pidana Korupsi Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lombok Barat
Assesmen Risiko Dalam Pemberian Hak Bersyarat Bagi Narapidana Tindak Pidana Korupsi Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lombok Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan Assesmen risiko dalam pemberian hak bersyarat bagi Narapidana Tindak Pidana Korupsi. Dan mengetahui pelaksanaan Assesmen risik...

