Javascript must be enabled to continue!
BATIK TULIS UBA DI SMKN 8 PADANG
View through CrossRef
Uba is one of the natural dyes derived from the bark of salam, besides being used as a dye and preserving fish nets, uba can also be used to dye fabrics in batik. This article aims to introduce batik using uba dye and the presence of uba is expected to add to the collection of the diversity of natural batik dyes in Indonesia. This research method is qualitative with descriptive research type. The dyeing was carried out three times using alum fixation, lime and tunjung. Fixation using alum produces a lighter color close to the base color, lime produces a light yellowish color and tunjung produces colors that tend to be dark brown and dark. The longer the soaking and dyeing process, the darker the color of the fabric and the resulting classic and attractive color. Success in the manufacture of uba dye depends on the concentration of the solution, the fixation used, high artistic taste and special care.ABSTRAK Uba merupakan salah satu pewarna alam yang berasal dari kulit batang salam, selain digunakan sebagai pewarna dan mengawetkan jala ikan, uba juga dapat digunakan untuk mewarna kain pada batik. Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan batik dengan menggunakan pewarna uba dan kehadiran uba diharapkan bisa menambah koleksi dari keanekaragaman pewarna alam batik yang ada di Indonesia. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pencelupan dilakukan sebanyak tiga kali menggunakan fiksasi tawas, kapur dan tunjung. Fiksasi menggunakan tawas menghasilkan warna yang lebih muda mendekati warna dasar, kapur menghasilkan warna yang terang kekuningan dan tunjung menghasilkan warna yang cenderung cokelat tua dan gelap. Semakin lama proses perendaman dan pencelupan maka warna kain semakin pekat dan warna yang dihasilkan klasik dan menarik. Keberhasilan dalam pembuatan pewarna uba tergantung pada konsentrasi larutan, fiksasi yang digunakan, cita rasa seni yang tinggi serta perawatan khusus.
Institut Seni Indonesia Padang Panjang
Title: BATIK TULIS UBA DI SMKN 8 PADANG
Description:
Uba is one of the natural dyes derived from the bark of salam, besides being used as a dye and preserving fish nets, uba can also be used to dye fabrics in batik.
This article aims to introduce batik using uba dye and the presence of uba is expected to add to the collection of the diversity of natural batik dyes in Indonesia.
This research method is qualitative with descriptive research type.
The dyeing was carried out three times using alum fixation, lime and tunjung.
Fixation using alum produces a lighter color close to the base color, lime produces a light yellowish color and tunjung produces colors that tend to be dark brown and dark.
The longer the soaking and dyeing process, the darker the color of the fabric and the resulting classic and attractive color.
Success in the manufacture of uba dye depends on the concentration of the solution, the fixation used, high artistic taste and special care.
ABSTRAK Uba merupakan salah satu pewarna alam yang berasal dari kulit batang salam, selain digunakan sebagai pewarna dan mengawetkan jala ikan, uba juga dapat digunakan untuk mewarna kain pada batik.
Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan batik dengan menggunakan pewarna uba dan kehadiran uba diharapkan bisa menambah koleksi dari keanekaragaman pewarna alam batik yang ada di Indonesia.
Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.
Pencelupan dilakukan sebanyak tiga kali menggunakan fiksasi tawas, kapur dan tunjung.
Fiksasi menggunakan tawas menghasilkan warna yang lebih muda mendekati warna dasar, kapur menghasilkan warna yang terang kekuningan dan tunjung menghasilkan warna yang cenderung cokelat tua dan gelap.
Semakin lama proses perendaman dan pencelupan maka warna kain semakin pekat dan warna yang dihasilkan klasik dan menarik.
Keberhasilan dalam pembuatan pewarna uba tergantung pada konsentrasi larutan, fiksasi yang digunakan, cita rasa seni yang tinggi serta perawatan khusus.
Related Results
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJUSEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG Hindam Basith Rafiqi1721073411Penciptaan Fotografi Pascasarjana ISI YogyakartaEmail : hindambasith...
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Abstract. The purpose of this research is to analyze production costs, basic prices, and batik offers. The object of her study is Mrs. Paini's batik which is in the Bojonegoro bati...
PERANAN MUATAN LOKAL MATERI BATIK TULIS LASEM SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA LOKAL
PERANAN MUATAN LOKAL MATERI BATIK TULIS LASEM SEBAGAI BENTUK PELESTARIAN BUDAYA LOKAL
Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pelaksanaan muatan lokal batik tulis Lasem pada tingkat sekolah dasar di Kecamatan Lasem sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Hasil ...
PELATIHAN MEMBUAT BATIK TULIS MOTIF JAGUNG GUNA MENINGKATKAN LIFE SKILLS WARGA KEDIREN MAGETAN
PELATIHAN MEMBUAT BATIK TULIS MOTIF JAGUNG GUNA MENINGKATKAN LIFE SKILLS WARGA KEDIREN MAGETAN
Mayoritas warga Desa Kediren bermata pencaharian sebagai petani jagung. Selain bertani, terkadang masyarakat juga membuat batik sebagai mata pencaharian tambahan. Industri batik tu...
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
ABSTRAK Batik merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan Indonesia yang dituangkan dalam selembar kain. Batik Grobogan merupakan salah satu ikon yang menggambarkan karakterist...
ETERMINAN KEPUTUSAN PEMBELIAN BATIK DI BATIK BENGAWAN KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA DETERMINANTS OF BATIK PURCHASE DECISIONS IN BATIK BENGAWAN KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA
ETERMINAN KEPUTUSAN PEMBELIAN BATIK DI BATIK BENGAWAN KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA DETERMINANTS OF BATIK PURCHASE DECISIONS IN BATIK BENGAWAN KAMPUNG BATIK LAWEYAN SURAKARTA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas produk, store atmosphere dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian pada Batik Bengawan di Kampung Batik...
Peran Brand “Kampoeng Batik Laweyan” dalam Menguatkan Batik Laweyan Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Batik “Kampoeng Batik Laweyan” Solo
Peran Brand “Kampoeng Batik Laweyan” dalam Menguatkan Batik Laweyan Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Batik “Kampoeng Batik Laweyan” Solo
The existence of Laweyan Batik has been around since before 1500M (Mlayadipuro, 1984), with Laweyan Market and Bandar Kabanaran as a center of trade and sell of clothing material (...
CENGKEH SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN BULELENG
CENGKEH SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN BULELENG
Batik is one of the textile products that began to develop in Buleleng Regency. The presence of batik in the Buleleng district is used as an alternative for souvenirs and souvenirs...

