Javascript must be enabled to continue!
MENGHAPUS ATAU MENETAPKAN HUKUMAN MATI? DARI TREN GLOBAL DAN LANDASAN POLITIK
View through CrossRef
Hukuman mati tidak seperti hukuman lainnya. Keberadaannya yang terus berlanjut di banyak negara di dunia menciptakan ketegangan politik di dalam negara-negara ini dan antara pemerintah negara-negara yang mempertahankan dan yang menghapuskan hukuman mati. Setelah Perang Dunia Kedua, semakin banyak negara yang menghapus hukuman mati. Artikel ini berargumen bahwa faktor penentu utama dari tren global menuju penghapusan hukuman mati ini bersifat politis, sebuah klaim yang mendapat dukungan dalam analisis kuantitatif lintas negara dari tahun 1950 hingga 2002. Demokrasi, demokratisasi, tekanan politik internasional terhadap negara-negara yang masih mempertahankan hukuman mati, dan efek kelompok sebaya di wilayah-wilayah yang relatif abolisionis, semuanya meningkatkan kemungkinan penghapusan hukuman mati. Ada juga efek partisan, karena abolisi menjadi lebih mungkin terjadi jika partai kepala eksekutif berorientasi pada sayap kiri. Faktor-faktor penentu budaya, sosial dan ekonomi hanya mendapat dukungan yang terbatas. Tren global menuju abolisi akan terus berlanjut jika demokrasi terus menyebar ke seluruh dunia dan negara-negara abolisionis tetap pada komitmennya untuk mendorong abolisi di seluruh dunia
Title: MENGHAPUS ATAU MENETAPKAN HUKUMAN MATI? DARI TREN GLOBAL DAN LANDASAN POLITIK
Description:
Hukuman mati tidak seperti hukuman lainnya.
Keberadaannya yang terus berlanjut di banyak negara di dunia menciptakan ketegangan politik di dalam negara-negara ini dan antara pemerintah negara-negara yang mempertahankan dan yang menghapuskan hukuman mati.
Setelah Perang Dunia Kedua, semakin banyak negara yang menghapus hukuman mati.
Artikel ini berargumen bahwa faktor penentu utama dari tren global menuju penghapusan hukuman mati ini bersifat politis, sebuah klaim yang mendapat dukungan dalam analisis kuantitatif lintas negara dari tahun 1950 hingga 2002.
Demokrasi, demokratisasi, tekanan politik internasional terhadap negara-negara yang masih mempertahankan hukuman mati, dan efek kelompok sebaya di wilayah-wilayah yang relatif abolisionis, semuanya meningkatkan kemungkinan penghapusan hukuman mati.
Ada juga efek partisan, karena abolisi menjadi lebih mungkin terjadi jika partai kepala eksekutif berorientasi pada sayap kiri.
Faktor-faktor penentu budaya, sosial dan ekonomi hanya mendapat dukungan yang terbatas.
Tren global menuju abolisi akan terus berlanjut jika demokrasi terus menyebar ke seluruh dunia dan negara-negara abolisionis tetap pada komitmennya untuk mendorong abolisi di seluruh dunia.
Related Results
Penghapusan Hukuman Mati di Indonesia Perspektif Hukum Positif dan Hukum Pidana Islam
Penghapusan Hukuman Mati di Indonesia Perspektif Hukum Positif dan Hukum Pidana Islam
The provisions on the application of the death penalty are still a polemic, one of which is Imparsial NGO which is against the implementation of the death penalty in Indonesia. Bas...
IMPLIKASI PENJATUHAN HUKUMAN MATI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA
IMPLIKASI PENJATUHAN HUKUMAN MATI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA
. Jika berbicara mengenai hukuman mati dalam perspektif hak asasi manusia, terdapat beberapa pro dan kontra atas hukuman mati terhadap tindak pidana korupsi, karena banyak yang ber...
Daftar Isi Lobo 7(s6)
Daftar Isi Lobo 7(s6)
1. Kematian adalah sesuatu yang tidak wajar. 2. Tanda-tanda Kematian. Penampakan seekor burung. 3. Penampakan tikus. 4. Kodok sebagai penampakan. 5. Berbagai tanda yang meramalkan ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DAMPAK PELAKSANAAN HUKUMAN MATI TERHADAP KONDISI KEJIWAAN TERPIDANA MATI DI INDONESIA
DAMPAK PELAKSANAAN HUKUMAN MATI TERHADAP KONDISI KEJIWAAN TERPIDANA MATI DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak dari pelaksanaan hukuman mati terhadap kondisi kejiwaan (psychology) para terpidana mati. Dan yang kedua untuk men...
Menengok Kembali Problematika Penerapan Hukuman Mati dalam Konteks Hukum dan HAM
Menengok Kembali Problematika Penerapan Hukuman Mati dalam Konteks Hukum dan HAM
Buku karya tulis ini semula merupakan sebuah laporan penelitian berjudul “Implementasi Kebijakan Hukuman Mati Ditinjau dari Aspek Hak Asasi Manusia 2021” Substansi yang dibahas ada...
EFEKTIVITAS DAN KECENDERUNGAN PENGGUNAAN HUKUMAN MATI
EFEKTIVITAS DAN KECENDERUNGAN PENGGUNAAN HUKUMAN MATI
Akhir-akhir ini mencuat perbincangan mengenai hukuman mati bagi pelaku kejahatan, utamanya kejahatan kerah putih, terorisme dan pemerkosaan dan narkoba, akan tetapi para pakar dan ...
IDENTIFIKASI PRODUKSI GARMENT TERHADAP JUMLAH REJECT MATI DENGAN METODE PARETO
IDENTIFIKASI PRODUKSI GARMENT TERHADAP JUMLAH REJECT MATI DENGAN METODE PARETO
Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan reject mati pada produksi garment di PT Cipta Dwi Busana dan membuat diagram Pareto untuk mengidentifikasi jumlah reject mati tertingg...

