Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Multiplikasi Tunas In Vitro Anggrek Phalaenopsis dan Analisis Keragaman Genetik dengan Marka SNAP

View through CrossRef
          Perbanyakan klonal anggrek melalui kultur in vitro dibutuhkan untuk memperoleh sejumlah besar propagul tanaman yang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi BAP terhadap kemampuan multiplikasi tunas dalam propagasi klonal beberapa anggrek hibrida Phalaenopsis dan menganalisis keragaman genetik menggunakan marka Pto-SNAP pada planlet klonal. Percobaan dilakukan secara terpisah pada 3 populasi tunas anggrek hibrida Phalaenopsis yaitu, tunas hasil perkecambahan biji dari Phal. amabilis x Phal. ‘KHM 421’ dengan 5 taraf perlakuan BAP (0.00, 11.09, 22.19, 33.29, 44.39 µM), tunas klon Phal. ‘Salu Spot’ x Phal. bellina ‘1102-38’ dan Phal. ‘Salu Spot’ x Phal. bellina ‘1102-44’ dengan 4 taraf perlakuan BAP (11.09, 22.19, 33.29, 44.39 µM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BAP terbaik untuk multiplikasi tunas pada tiga populasi yang diuji adalah 22.19 µM dengan jumlah tunas masing-masing 3.7, 4.7 dan 6.0 tunas pada 12 minggu setelah tanam (MST). Protocorm like bodies (PLBs) hanya dihasilkan pada populasi Phal. amabilis x Phal. ‘KHM 421’ dengan jumlah PLBs terbanyak perlakuan BAP 11.09 µM. Evaluasi keragaman genetik menggunakan 11 marker Pto-SNAP (single nucleotide amplified polymorphism) dilakukan pada planlet klonal Phal. ‘Salu Spot’ x Phal. bellina ‘1102-44’. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi somaklonal dari planlet yang diuji perlakuan BAP 22.19 µM dengan keragaman 7.7% pada lokus Pto-241 dan perlakuan BAP 44.39 µM dengan persen keragaman 11.1% pada lokus Pto-424. Kata kunci: marka molekuler, propagasi klonal, Pto, sitokinin, variasi somaklonal
Title: Multiplikasi Tunas In Vitro Anggrek Phalaenopsis dan Analisis Keragaman Genetik dengan Marka SNAP
Description:
          Perbanyakan klonal anggrek melalui kultur in vitro dibutuhkan untuk memperoleh sejumlah besar propagul tanaman yang berkualitas.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi BAP terhadap kemampuan multiplikasi tunas dalam propagasi klonal beberapa anggrek hibrida Phalaenopsis dan menganalisis keragaman genetik menggunakan marka Pto-SNAP pada planlet klonal.
Percobaan dilakukan secara terpisah pada 3 populasi tunas anggrek hibrida Phalaenopsis yaitu, tunas hasil perkecambahan biji dari Phal.
amabilis x Phal.
‘KHM 421’ dengan 5 taraf perlakuan BAP (0.
00, 11.
09, 22.
19, 33.
29, 44.
39 µM), tunas klon Phal.
‘Salu Spot’ x Phal.
bellina ‘1102-38’ dan Phal.
‘Salu Spot’ x Phal.
bellina ‘1102-44’ dengan 4 taraf perlakuan BAP (11.
09, 22.
19, 33.
29, 44.
39 µM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BAP terbaik untuk multiplikasi tunas pada tiga populasi yang diuji adalah 22.
19 µM dengan jumlah tunas masing-masing 3.
7, 4.
7 dan 6.
0 tunas pada 12 minggu setelah tanam (MST).
Protocorm like bodies (PLBs) hanya dihasilkan pada populasi Phal.
amabilis x Phal.
‘KHM 421’ dengan jumlah PLBs terbanyak perlakuan BAP 11.
09 µM.
Evaluasi keragaman genetik menggunakan 11 marker Pto-SNAP (single nucleotide amplified polymorphism) dilakukan pada planlet klonal Phal.
‘Salu Spot’ x Phal.
bellina ‘1102-44’.
Hasil analisis menunjukkan adanya variasi somaklonal dari planlet yang diuji perlakuan BAP 22.
19 µM dengan keragaman 7.
7% pada lokus Pto-241 dan perlakuan BAP 44.
39 µM dengan persen keragaman 11.
1% pada lokus Pto-424.
Kata kunci: marka molekuler, propagasi klonal, Pto, sitokinin, variasi somaklonal.

Related Results

Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis Hibrida
Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis Hibrida
<p>ABSTRACT</p><p>Orchid is one of ornamental plants that  has  high aesthetic value and Phalaenopsis hybrid is one of orchid type  famous in Indonesia. Character...
ANGGREK SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA PENGANTIN
ANGGREK SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA PENGANTIN
Penciptaan karya Tugas Akhir dengan judul Anggrek Sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik Untuk Busana Pengantin bertujuan untuk mempublikasikan dua anggrek langka yang dilindung...
Keragaman Genotipik dan Fenotipik 48 Aksesi Kedelai Introduksi Asal Cina
Keragaman Genotipik dan Fenotipik 48 Aksesi Kedelai Introduksi Asal Cina
<p>Sebagai salah satu komoditas tanaman pangan penting di Indonesia setelah padi dan jagung, kedelai memerlukan upaya peningkatan keragaman genetik dengan cara introduksi aks...
Keragaan Karakter Kualitatif Hasil Persilangan Anggrek Phalaenopsis
Keragaan Karakter Kualitatif Hasil Persilangan Anggrek Phalaenopsis
<p>Pemanfaatan plasma nutfah untuk mendapatkan klon-klon harapan baru pada anggrek Phalaenopsis, khususnya jenis multiflora dilakukan pada beberapa tahun terakhir. Salah satu...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Evaluasi Keragaman Genetik Jagung Inbrida Berdasarkan Sepuluh Marka Simple Sequence Repeat
Evaluasi Keragaman Genetik Jagung Inbrida Berdasarkan Sepuluh Marka Simple Sequence Repeat
<p>Keragaman genetik jagung inbrida diperlukan untuk mendapatkan jagung hibrida yang berpotensi hasil tinggi. Keragaman inbrida dapat dievaluasi melalui analisis molekuler de...

Back to Top